Beranda EDITOR'S PICKS FEATURE: 10 Mobil Penting dalam Sejarah Penggerak 4×4

FEATURE: 10 Mobil Penting dalam Sejarah Penggerak 4×4

JAKARTA, Carvaganza.com — Sistem penggerak empat roda pada mobil dimulai lebih dari satu abad lalu. Tepatnya pada 1903 oleh Spyker, pabrikan asal Belanda, membuat mobil balap 4×4. Seiring berjalannya waktu, aplikasi penggerak empat roda kian meluas, mulai dari militer sampai ke supercar.

Sebelumnya kita coba dulu pahami. Kadang banyak yang mencampuradukkan AWD, 4WD. Secara sederhana, cara membedakan AWD dan 4WD – 4X4 yakni dengan cara mengamati dua komponen mekanis itu. Bila mobil memiliki differential antara roda depan dan belakang berarti AWD sedangkan jika terdapat transfer case maka disebut 4WD – 4X4.

Fitur 4WD – 4X4 pada dasarnya didesain untuk menyalurkan tenaga ke semua roda. Perbedaan mendasarnya; pengemudi bisa menentukan kapan sistem gerak semua roda dibutuhkan. Biasanya, aktivasi fitur ini dilakukan melalui menekan tombol, memutar knob, atau menggerakkan tuas. Saat 4WD – 4X4 aktif, semua roda mendapatkan tenaga dari mesin, namun bila tidak hanya dua roda yang mendapatkannya, bisa ke kedua roda depan atau belakang.

Seiring kemajuan teknologi, produsen juga sudah banyak menciptakan teknologi baru buat memudahkan penggunaan 4WD – 4X4. Di antaranya ada yang menawarkan fitur ‘auto’ yang memungkinkan mobil beralih menjadi gerak semua roda ketika mobil terdeteksi kekurangan traksi.

Nah, berikut 10 mobil pencipta terobosan drivetrain AWD di zamannya seperti dilansir dari Autocar:

Baca juga: Toyota New Agya Paling Layak Jadi Mobil Pertama, Ini Alasannya

Jeep (1940)

Mustahil kita bicara soal perjalanan four-wheel drive tanpa menyebut Jeep. Nyaris semua orang pernah mendengar nama Jeep. Bahkan merek ini pun diserap menjadi sebutan untuk SUV tinggi: Jip. Jeep bukanlah pencipta asli rancangan 4×4 militer, melainkan Bantam. Meski begitu, Ford dan Willys membuatnya populer dengan menyuplai Jeep untuk keperluan Perang Dunia ke-2. Setelah perang usai, dibuatlah Civilian Jeep sebagai mobil militer versi warga sipil. CJ-2A pun kemudian dibangun menggunakan komponen sisa perang, menjadi titik awal pamor Jeep.

Land Rover (1948)

Dari Jeep lalu muncul mereka yang mengira dapat membuat versi lebih baik. Seperti Maurice Wilks, pencipta Land Rover, terinspirasi dari Jeep untuk membuat kendaraan pertanian. Land Rover pertama akhirnya hadir memanfaatkan material sisa perang pada 1948. Material alumunium membentuk bodi nan ringan, duduk di atas steel chassis kokoh – merupakan identitas mendasar Land Rover sampai saat ini. Mesin awalny adalah 1.6L bensin. Sistem penggerak mengandalkan solid axle di depan dan belakang.

Baca juga: Ini Fitur Cerdas Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus

Toyota Land Cruiser (1951)

Dari Jepang ada nama Toyota. Pabrikan ini ikutan meracik 4×4 nan tangguh. Mereka ambil jip bekas militer dan meniru rancangan. Improvisasi Toyota menghasilkan BJ pada 1951, kemudian diberi nama Land Cruiser agar tampil sejajar dengan pemain asal Inggris, Land Rover. Versi awal ini cukup sederhana, menganut girboks tiga percepatan tanpa gigi rasio rendah. Model FJ dan BJ selanjutnya terbukti tangguh di berbagai belahan dunia.

Ford Bronco (1965)

Ford menandakan permulaan SUV rasa premium. Lewat Bronco, pandangan utilitarian pada mobil 4×4 dilunturkan. Mereka membuktikan kalau jip tak sekedar jago blusukan di lumpur, tapi juga bisa mewah dan terlihat sopan di jalan raya. Versi awal 1965 menggendong pemacu enam silinder segaris, setahun berikutnya baru ditawarkan mesin V8 4,7 liter. Cukup canggih di zamannya, transfercase Dana memungkinkan perpindahan roda penggerak sembari berjalan. Ia juga dibekali locking hub depan guna memastikan traksi roda saat offroad.

Baca juga: Wuling, Sudah Waktunya Segarkan Confero S dan Cortez Lho!

Jensen Interceptor FF (1968)

Mungkin tidak banyak yang tahu soal Jensen Interceptor FF. Inilah non-SUV pertama dengan sistem penggerak empat roda. FF memiliki kepanjangan Ferguson Formula, mereka adalah pengembang sistem AWD untuk Jensen Interceptor. Hanya 320 unit Interceptor FF dibuat. Ini merupakan mobil mutakhir, digadang sebagai mobil produksi pertama membawa teknologi ABS.

Range Rover (1970)

Permainan SUV mewah memanas, Inggris tak tinggal diam. Kenyamanan sedan dibungkus ketangguhan offroader hasilkan cikal bakal jenama SUV premium Range Rover. Ia menggunakan per keong sehingga menyajikan bantingan lembut. Komposisi live axle dan coil spring juga sekaligus membuatnya jago di medan tak beraturan. Lantaran artikulasi suspensi jauh lebih bebas ketimbang per daun.

Baca juga: Cek Tawaran Menarik DFSK Ini, Berlaku Hingga Akhir Juni

Audi Quattro (1980)

Tak banyak yang menyangka jika Audi mampu melakukannya. Audi Quattro menjadi terobosan sistem all wheel drive. Tidak pernah diduga sebelumnya kalau AWD permanen dapat dimanfaatkan mobil performa. Ia bahkan sanggup mengalahkan lawan bertenaga tinggi dengan harga lebih mahal meski Quattro sendiri bukan mobil murah. Pamor Quattro sendiri diperkuat oleh keikutsertaan Audi dalam ajang reli dunia.

Fiat Panda (1983)

Bila tidak disangka AWD masuk ranah mobil kencang, langkah Fiat juga cukup mengejutkan. Mereka membuat 4×4 terjangkau, masuk di dalam tubuh sebuah hatchback mungil Fiat Panda. Steyr-Puch menyuplai komponen drivetrain mulai dari girboks, kopling, gardan berikut diferensial, sampai as kopel. Sebagai informasi, Steyr Puch punya andil dalam menciptakan jip legendaris Mercedes G-Class.

Baca juga: Mau Beli Nissan All-New Livina? Simak Promo Menariknya

Porsche 959 (1987)

Inilah senjata Porsche untuk menyerang Ferrari di era 80an. Menggendong pemacu flat six 2.8 liter sequential turbo, sanggup gelontorkan daya 450 PS. Merupakan supercar pertama menembus kecepatan 200 mil per jam (322 kpj). Potensi mesin dikawinkan sistem AWD Porsche-Steuer Kupplung nan rumit. Porsi tenaga tiap poros dapat diatur oleh pengemudi sesuai keinginan lewat orkestra komputer, hidrolik, clutch plate, dan aktuator dalam drivetrain.

Tesla Model S (2014)

Tesla Model S menjadi model penting dalam perkembangan sejarah otomotif sejak dikenalkan pada 2012. Tak terkecuali dalam cerita 4×4. Pasalnya, ia membawa sistem penggerak empat roda ini ke dunia EV saat dikenalkan versi dual motor di 2014. Caranya, dua motor listrik bekerja masing-masing untuk menggerakkan roda depan dan belakang.

Sebenarnya masih banyak nama lain seperti Marmon-Herrington (1931), Halfinger (1959) yang jago di salju, Subaru Leone (1972), AMC Eagle (1979), Subaru Impreza Turbo (1992), Lamborghini Diablo VT (1993),  atau Audi TT (1999).

Sumber: Autocar

Baca Juga: Sepuluh Mobil ini Ciptakan Terobosan dalam Sejarah 4×4

AHMAD KARIM | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Dari Sedan Ke SUV, Toyota Corolla Dari Generasi Ke Generasi (Bagian 2)

JAKARTA, Carvaganza.com - Jika kehadiran generasi keenam  Toyota Corolla ditandai munculnya Bubble Economy Jepang pada 1987, kelahiran generasi ketujuh justru ditandai dengan hancurnya Bubble...

Ekspor Meningkat, Suzuki Kapalkan 5.030 Kendaraan di Juli

JAKARTA, Carvaganza – Selain penjualan, tren peningkatan ekspor produk-produk Suzuki buatan Indonesia terus berlanjut ke semester kedua 2020. Selama bulan Juli lalu, PT Suzuki...

Tambah Line-Up, MG HS Siap Diluncurkan di Indonesia Besok

JAKARTA, Carvaganza -- Setelah 4 bulan sejak peluncuran mobil perdananya di Indonesia akhir Maret lalu, MG siap memperkenalkan model keduanya di Indonesia. Manufaktur Inggris...

Ioniq akan Menjadi Sub-Merek Hyundai Khusus Mobil Listrik

SEOUL, Carvaganza.com – Selama ini kita mengenal Ioniq sebagai nama salah satu model mobil listrik lansiran Hyundai. Ke depannya, Hyundai akan menggunakan nama Ioniq...

Bayar Rp 3 Juta, Bisa Belajar Drifting Tanpa Punya Mobilnya

JAKARTA, Carvaganza – Kalau menyaksikan film yang berkaitan dengan mobil, atau setidaknya film action, kita sering melihat mobil yang melakukan drifting ketika di tikungan....