Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun

JAKARTA, Carvaganza – Taukan patung kecil yang ada di bagian paling ujung kap mesin mobil Roll Royce, berupa patung wanita muda dengan jubah berkibar. Patung yang akhirnya menjadi maskot Rolls-Royce itu kemudian diberi nama Spirit of Ecstasy. Dan pada tahun ini, Spirit of Ectascy memasuki Hari Jadinya yang ke-110 tahun.

Ada kisah sangat menarik dibalik pembuatan patung perunggu ini. Dan dulu sebetulnya bukan logo resmi pabrikan Rolls-Royce dan namanya pun bukan nama yang sekarang.

Adalah Lord Montagu dari Beaulieu, Inggris, yang pertama kali melahirkan patung ini. Lord Montagu dikenal sebagai salah satu pelopor otomotif di Inggris. Ia menjadi pendiri sekaligus editor majalah The Car Illustrated. Ia mempekerjakan seorang ilustrator bernama Charles Robinson Sykes, yang juga seorang pematung.

Pada 1909, Lord Montagu menugaskan Sykes membuat maskot Rolls-Royce Silver Ghost miliknya. Keluarlah hasilnya yakni patung perunggu perempuan muda berjubah berkibar. Sykes memberi nama “Whisper”.

Baca juga:  Rolls-Royce Sekarang Jualan Kursi Lipat Seharga Rp 125 Juta

Spirit of Ecstasy

Tak lama kemudian malah viral. Para pemilik mobil Rolls-Royce lainnya ikut-ikutan membuat ornamen sendiri. Claude Johnson selaku General Managing Director Rolls-Royce saat itu tidak suka. Pada tahun 1911, Ia meminta Sykes untuk membuatkan maskot ‘resmi’ pabrikan guna melindungi produknya dari ‘penambahan-penambahan yang enggak enak dipandang.” Sykes oke aja dan menafsir ulang ‘The Whisper’ sehingga menjadi apa yang kita kenal sebagai ‘Spirit of Ecstasy’.

Pada tahun yang sama, desain Sykes didaftarkan sebagai Hak Kepemilikan Intelektual dan menjadi fitur penentu brand Rolls-Royce. Sekaligus menjadi logo paling termashur dan ikonik di dunia. Dulu tingginya sampai 18 cm, sekarang Spirit Ectasy hanya bertinggi 9,5 cm saja.

Pada tahun 1970-an, banyak negara yang melarang pemakaian maskot itu karena alasan keamanan. Misalnya di Swiss, pemilik mobil dilarang memperlihatkan logo sama sekali. Pada saat menerima mobil, maskot itu disimpan di laci sarung tangan.

Rolls-Royce tak mau menyerah. Dicari cara lain agar maskot tetap terlihat. Maskot diletakkan di atas bantalan yang kemudian diberi pegas jadi bisa dimasukkan ke bawah kap mesin dekat radiator sehingga tidak membahayakan. Pada perkembangannya, proses mengeluar dan memasukkan Spirit of Ectasy menjadi lebih canggih dan anggun yang kita kenal dengan sebutan ‘The Rise’. Sekaligus menjadi fitur standar setiap pembuatan mobil Rolls-Royce Goodwood.

Baca juga:  Mengapa Rolls-Royce Senang Menggunakan Nama Hantu Untuk Mobil-Mobilnya?

Spirit of Ecstasy Rolls-Royce

Teknik lost wax casting

Lantas bagaimana cara Spirit of Ectasy dibuat pertama kali? Pembuatannya menggunakan teknik ‘lost wax casting’, di mana teknologi ini sudah dipakai selama 5000 tahun. Proses pembuatan seperti itu dilakukan hingga tahun 1999. Dengan teknik lost wax, untuk membuat patung, coran perunggu dimasukkan ke dalam alat cetakan, kemudian dipanaskan. Setelah melalui ragam proses, barulah patung itu jadi. Charles Sykes dengan dibantu putrinya, Josephine, turun tangan langsung dalam pembuatan dari mulai casting, inscribing (menorehkan pahatan) sampai finishing dan pengerjaan itu berlangsung sampai tahun 1939.

Namun sejak tahun 2003, ketika mempersiapkan peluncuran Phantom, BMW Group mengadopsi teknologi casting yang lebih canggih. Mulai tahun itu, patung Spirit of Ectasy dikerjakan bekerjasama dengan sebuah perusahaan spesialis di Southampton, Inggris. (EKA ZULKARNAIN)

Sumber: Rolls-Royce & motorauthority.com

Baca juga:  Tak Selamanya Hitam Itu Gelap, Rolls-Royce Laburkan Warna ‘Ngejreng’ Di Bodi Varian Black Badge 

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Rolls Royce Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya