Toyota Produksi Mobil Listrik Di Indonesia Mulai 2022

JAKARTA, Carvaganza.com – Trend mobil listrik mulai menggema di Indonesia. Ditandai dengan semakin banyaknya kendaraan elektrifikasi yang dijual di sini. Toyota sendiri dikenal sebagai salah satu pelopor kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Toyota pertama kali memasarkan kendaraan elektrifikasi pada 2009 dengan Prius hybrid.

Kini, Toyota menjadi produsen mobil yang mempunyai paling banyak lini produk bertenaga listrik di Indonesia. Mulai dari Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Toyota Corolla Altis Hybrid, Toyota Camry Hybrid hingga Toyota Alphard Hybrid. Bahkan brand premiumnya, Lexus, sudah memperkenalkan mobil listrik murni pertamanya di Indonesia, UX 300e.

Sebagai penguasa pasar otomotif nasional, Toyota berniat untuk memproduksi mobil elektrifikasi mulai tahun 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Bob Azam,Direktur administrasi, korporasi dan hubungan eksternal TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) dalam acara media gathering dengan jurnalis otomotif hari ini (16/12).

Bob belum mau mengungkapkan mobil listrik apa yang akan diproduksi di Indonesia. “Ada dua pilihan, bisa kita membuat mobil elektrifikasi yang baru sama sekali atau menghybridkan model yang sudah ada. Namun sepertinya lebih baik mengimplementasikan teknologi elektrifikasi pada mobil-mobil yang sudah bisa diterima di pasar domestik maupun ekspor,” kata Bob.



Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa mobil elektrifikasi yang dijual di Indonesia nantinya tak Cuma mobil hybrid, tapi juga mobil listrik sepenuhnya. Hanya saja ia menuntut kerjasama pihak pemerintah untuk memastikan pengembangan industri mobil listrik. “Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang mendukung industri ini. Misalnya seperti di beberapa negara lain yang sudah menerapkan insentif bagi konsumen mobil listrik. Karena butuh pasar yang besar untuk mulai memproduksi mobil listrik,” lanjut Bob.

Bob juga mengatakan kalau nanti Toyota tak hanya memproduksi mobil listrik untuk memenuhi pasar domestik saja, namun untuk ekspor juga. “Ekspor juga harus diperhatikan supaya trade balance positif dan bisa mempengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang Rupiah. Produksi kendaraan elektrifikasi juga diharapkan dapat mendukung pertambangan. Karena baterai mobil listrik butuh bahan baku Nikel. Kalau kita sudah bisa menjadikan mobil listrik sebagai komoditas ekspor andalan, tentunya ini akan baik bagi citra Indonesia di mata dunia karena sudah bisa menjadi basis produksi produk berteknologi tinggi,” tutup Bob.
RIZKI SATRIA

Baca juga: Ini Dia Rahasia Toyota Jualan Mobil Di Dunia Digital Di Tengah Pandemi

Artikel yang direkomendasikan untuk anda