Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce

JAKARTA, Carvaganza – Image Rolls-Royce tak akan pernah bisa dipisahkan dari Spirit of Ecstasy. Yakni patung perempuan dengan tangan terbentang dan bajunya seperti terbang ditiup angin. Maskot yang sangat ikonik dan menjadi lambang status sosial. Maskot Spirit of Ecstasy kini sudah memasuki usia yang ke-110 tahun.

Ornamen dalam bentuk perempuan merunduk di ujung kap mesin telah menjadi simbol ikonik kendaraan super luxury Rolls-Royce. Kabarnya, maskot yang dulu pernah dinamai ‘The Whisper’ dilatar belakangi oleh kisah love affair antara bangsawan John Walter bergelar Baron Montagu of Beaulieu Kedua, dengan sekretarisnya Eleanor Velasco Thornton. Kisah cinta mereka kandas setelah terjalin selama 10 tahun karena Thornton bukan dari keluarga bangsawan kaya. Montagu sendiri menikahi perempuan dari keluarga bangsawan.

Untuk mengenang sang mantan, John Walter atau Lord Montagu meminta seorang pematung bernama Charles Robinson Sykes untuk dibuatkan maskot untuk mobil Rolls-Royce Silver Ghost miliknya. Hasilnya adalah patung seorang perempuan sedang merunduk dan baju seperti terbang ditiup angin. Patung itu diberi nama oleh Sykes sebagai ‘The Whisper’.

Dulu, patung ini terbuat dari perunggu dan kemudian dari plat perak. Setelah tahun 1914 dan telah resmi menjadi maskot pabrikan Rolls-Royce, patung terbuat dari bahan nikel atau alloy krom, agar tidak dicuri. Pembuatan Spirit f Ecstasy mulai menggunakan teknologi modern pada tahun 2003 setelah Rolls-Royce diambil alih oleh BMW Group. Patung dipahat secara digital dan pencetakanya juga dengan teknologi yang lebih canggih. BMW bekerjasama dengan Polycast Limited di Southampton, UK yang dalam setahun memproduksi lebih dari 5.500 buah maskot Spirit of Ecstasy.

Spirit of Ecstasy Rolls-Royce

Coating keramik dan blasted

Pada tahap awal pembuatan, dilakukan ‘mapping’ secara digital terhadap Spirit of Ecstasy versi original. Setelah itu baru Digambar oleh komputer dan setiap detail diperkaya sehingga tercipta gambar tiga dimensi. Agar setiap detail bisa terbaca dengan sepresisi mungkin, para pengrajin terlatih membuat cetakan dengan menggunakan cutter berukuran 0,2 mm. Alat casting ini digunakan untuk memproduksi model patung lilin yang sangat akurat, yang setelah itu dicoating dengan keramik. Setelah coating mengering, lilinnya meleleh, meninggalkan moulding (cetakan) yang sempurna. Hasil moulding itu yang lalu diambil.

Setiap patung itu dibuat dengan menggunakan cetakan yang diisikan dengan material baja stainless (anti karat) cair bertemperatur 1600 derajat Celsius. Baru setelah itu, baja dalam cetakan didinginkan lalu dibuka. Hasilnya adalah patung Spirit of Ecstasy yang sangat ikonik. Setelah diangkat, patung masuk proses finishing yang disebut peening.

Casting kemudian diblast (diledakkan) oleh jutaan bola baja anti karat yang berdiameter 0,04 mm, yang membantu memoles permukaan tanpa merusak. Setelah itu baru masuk tahap machining di mana patung dipoles untuk terakhir kalinya dan dicek kadar kualitasnya. Kalau sudah jadi dan lolos proses quality control baru dipasang di bagian ujung depan kap mesin. Patung ini bisa dimodifikasi dengan cra dilapisi emas 24 karat, kristal illuminasi sampai matte black bertabur berlian, tergantung kemauan pembeli. Nah, untuk menghindari pencurian, maskot secara elektrik bisa keluar masuk disembunyikan di dalam kap mesin. (EKA ZULKARNAIN)

Sumber: ragam sumber I Foto: REUTERS/Stefan Wermuth

Artikel yang direkomendasikan untuk anda