Beranda EDITOR'S PICKS Rio Haryanto: Aku Menghindari Kehidupan Glamor

Rio Haryanto: Aku Menghindari Kehidupan Glamor

(Foto: Syaiful Achmad/Carvaganza)

JAKARTA, 27 April 2016 – Dunia balap memang sangat dekat dengan dunia glamor, kemewahan dan foya-foya. Banyak contoh pembalap yang seperti itu, terutama di era 1970-an dan 1980-an. Rio Haryanto, pembalap F1 pertama dari Indonesia, mengakui hal tersebut. Bahkan ia menyontohkan figur James Hunt, juara dunia F1 tahun 1976, sebagai contoh pembalap yang dekat dengan dunia glamor.

Namun, tambahnya, ada juga Niki Lauda yang menjadi lawan kompetitif James Hunt di F1 pada eranya. “Niki Lauda adalah kebalikan dari James Hunt, dan persaingan mereka berdua dituangkan dalam film Rush lansiran tahun 2013.”

Dalam wawancara dengan Carvaganza, Rio Haryanto, yang kini bergabung dengan tim Manor Racing, mengakui tidak dekat dengan dunia glamor. “Selama karier aku balapan sampai sekarang, aku hanya memokuskan diri pada balapan. Aku sudah menempa diri dengan disiplin yang keras sejak dini,” ujar Rio.

Ia mengakui ketika  balapan di Formula BMW Eropa, Ia sudah menempa dirinya dengan latihan fisik dan mental selama 4 jam setiap hari, di bawah penanganan pelatih pribadi Dennis van Rhee.

“Aku melatih diri 2 jam sebelum sekolah dan 2 jam sepulang sekolah dan itu aku lakukan sampai tahun 2015 ketika balapan di GP2. Hanya Sabtu dan Minggu libur,” katanya.

Rio sendiri mengakui menghindari hal-hal yang tak perlu di dalam hidupnya, Ia telah ‘menghibahkan’ dirinya untuk balapan. “Aku menghindari hal-hal yang tak perlu yang bisa mengganggu konsentrasi aku sebagai pembalap. Memang banyak orang bilang, pembalap itu dekat dengan kehidupan glamor. Namun aku tidak,” sambung Rio.

“Kebetulan karakter aku berbeda. Ya mungkin banyak rumor yang mengatakan bahwa pembalap itu hidup glamor. Kita mengenal karakter seperti James Hunt yang hidup glamor dan playboy dan ada Niki Lauda yang sangat fokus. Itu karakter orang masing-masing. Dan kebetulan karakter aku lebih fokus dan tidak terlalu banyak hangout dan bersosialisasi dengan selebriti. Aku hanya hangout dengan orang-orang tertentu, terutama keluarga. Hidup aku juga lama di Eropa karena balapan. Jadi dari minggu ke minggu yang aku pikirkan cuma balapan dan ingin menjadi orang Indonesia yang berprestasi di balapan tingkat dunia,” tutup Rio.

TIM CARVAGANZA

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Nissan Magnite World Premiere di India, Ini Fitur-Fitur Menariknya

NEW DELHI, carvaganza.com – Pabrikan Nissan pada hari ini Rabu (21/10) melakukan premiere global Magnite di India. Sekaligus membuka tabir rumor yang berseliweran dalam...

MG Motor Indonesia Tunjuk Donald Rachmat Sebagai General Director Baru

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai pemain paling baru di kancah otomotif nasional, MG Motor Indonesia terus membuat strategi memperkuat posisinya. Yang terbaru adalah dengan mengangkat...

Hyundai i20 N 2021 mendebut, Versi Kencang Hanya Tersedia Girboks Manual

SEOUL, carvaganza.com – Memang mobil-mobil kecil dengan tenaga besar agak mengalami kemunduran. Cupra Ibiza, Audi S1 dan Renault Clio R.S sudah out, tapi masih...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta ( Bagian 3)

Klaus-Günter Jacobi berhasil membawa sahabatnya, Manfred Koster keluar dari Jerman Timur menggunakan BMW Isetta yang telah dimodifikasi. Rencananya ini dibantu dua orang pelajar yang...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Bagian 2)

Menyembunyikan orang di dalam mobil yang lebarnya tak lebih dari 127 cm dan panjang 228 cm itu jenius sekaligus gila. Jenius karena orang lain...