Dulu Sketsa Porsche Boxster Masih Dikerjakan Freehand, Begini Hasilnya

JAKARTA, Carvaganza – Nama Porsche Boxster sangat akrab di telinga kalangan car enthusiast. Sportscar entry level dengan harga affordable tersebut menawarkan experience berkendara luar biasa layaknya supercar.

Penamaan Boxster sendiri merupakan kombinasi dari “boxer” yang merupakan nama engine yang dipakai Porsche dan “roadster”, yaitu segmen kendaraan coupe dengan atap terbuka.

Dalam pengembangannya, Boxster mendapat pengaruh kuat dari teknologi yang dipakai oleh 356 dan Porsche 911 yang sudah lahir sejak tahun 1963. Dan Boxster pada tahun ini telah memasuki hari jadinya yang ke-25 tahun. Untuk merayakan itu, Stuttgart merilis Porsche Boxster 25 Years Edition.

Tim pabrikan sudah mulai memikirkan pengembangan Boxster pada Oktober 1991, setelah itu baru dibuatkan dalam bentuk sketsa. “Saya ingat betul waktu itu Oktober 1991. Saya waktu itu bertanggung-jawab pada advance development di departemen Desain,” ujar Grant Larson, yang dulunya desainer Boxster dan sekarang menjabat sebagai Director Special Projects.

Sketsa Porsche Boxster
Sketsa Porsche Boxster

“Waktu itu saya datang mengunjungi Tokyo Motor Show. Audi mempresentasikan mobil konsep Avus Quattro. Pada akhir 1991, dilakukanlah serangkaian pengembangan Boxster. Yang 996 juga sudah dikembangkan dan kami memutuskan untuk membuat show car. Saya mendapatkan kebebasan pada saat mengerjakan desain. Semua draft rancangan dikerjakan di meja gambar 2 dimensi. Bukan di layar komputer seperti sekarang ini,” tambah Grant Larson.

Grant mengaku mendapat tekanan dari bosnya, Harm Lagaaij agar cepat-cepat mengerjakan desain dan dibuatkan sedetail mungkin. Untungnya, tim mendapat bantuan dari Peter Muller yang bertugas membuatkan model mobilnya. “Kami bekerja diluar pakem yang biasa dilakukan. Ia mengerjakan model mobilnya berdasarkan gambar dari saya, yang waktu itu masih pakai Freehand. Tadinya kami ingin mempresentasikan mobil konsep kami di Geneva pada musim semi 1993. Kami akhirnya memutuskan di Detroit bulan Januari karena kami tak ingin buang-buang waktu,” tambah Grant.

Menurutnya, fokus pabrikan adalah mengincar pasar roadster di Amerika Serikat, yang waktu itu eksistensi Porsche di AS memang lemah. Kalah oleh Mazda Miata dan BMW Z1 yang cukup populer sebagai roadster di negeri Uncle Sam.

Meskipun manufaktur mengerjakan pengembangan Boxster, Porsche masih terus mengerjakan pengembangan teknologi sportscar lain yaitu Spyder, Speedster dan Roadster. Referensi ketiga model ini juga dipengaruhi oleh Spyder 550 dan 718 RS 60 yang dibuat tahun 1950-an.

Sketsa gambar Porsche Boxster

Pertahankan karakteristik

Boxster pun tetap memakai karakteristik yang dipakai oleh mobil-mobil pendahulunya dan juga oleh versi konsep. Misalnya konsep mesin tengah, overhang bodi pendek di bagian belakang, bagian ujung depan yang melampaui as roda depan dan knalpot di tengah.

Air intake dan air outlet masih tetap menjadi elemen desain yang sangat penting dan menonjol. Headlight dibuat lebih canggih sehingga teknologi pencahayaan yang dipakai lebih advance. Lampu belakang dan indikator-indikator lain juga begitu. Desain untuk sektor interior pun dibuat selaras. Misalnya warna panel pintu, konsol tengah dan cluster meter dibuat senada dengan kelir eksterior.

Selepas dirilis ke pasar, Boxster langsung mendapat antusiasme positif dari publik dan kalangan otomotif. Yang mengagetkan lagi, pabrikan meminta agar versi produksinya dibuat mirip dengan konsep. “Jadi kami diminta untuk menghentikan pengembangan-pengembangan untuk Boxster. Malah diminta dibuatkan mirip dengan versi konsepnya,” tutur Grant.

Sumber: porsche.com & ragam sumber

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda