Di Tahun 1945, Willys CJ-2A Jadi Mobil Paling Populer

JAKARTA, Carvaganza.com – Pada tahun 1945, Kemerdekaan Republik Indonesia resmi diproklamasikan oleh Ir. Soekarno yang kemudian menjadi Presiden RI pertama. Indonesia memulai sejarahnya sebagai negara yang bebas dari penjajahan, setelah Sekutu melunucurkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Pada masa itu juga, industri otomotif sudah berkembang diwarnai berbagai jenis kendaraan.

Namun tahukah Anda bahwa pada tahun 1945, SUV sudah menjadi jenis mobil terpopuler? Yap, pada tahun 1945, Jeep Willys merupakan jenis mobil yang paling populer di  dunia saat itu. Bukan mobil keluarga, sedan, atau bahkan city car yang belum terpikirkan, justru kendaraan off-road. Bagaimana bisa?

Nama resminya adalah Willys-Overland CJ-2A, karena pada masa tersebut Willys-Overland adalah manufaktur yang membuat CJ sebelum merek Jeep lahir. Willys menjadi kendaraan berpenggerak 4x4 produksi massal pertama di dunia. Mobil ini merupakan pengembangan dari CJ-1 dan CJ-2, yang banyak digunakan sebagai kendaraan militer Perang Dunia II. Satu-satunya kendaraan sipil yang sanggup imbangi popularitas Willys di medan perang saat itu adalah Volkswagen Beetle.

Baca juga: Indonesia Merdeka 1945, Mobil Pertama Masuk Negeri Ini Tahun 1894



Berbasis kendaraan militer seperti disebutkan di atas, CJ-2A merupakan versi lebih ‘beradab’ untuk CJ-2. Willys telah mengembangkan dan membenahi SUV kompak ini untuk lebih nyaman digunakan sebagai kendaraan harian. Willys  CJ merupakan cikal bakal dari model Jeep Wrangler yang masih menjadi model andalan Jeep sekarang.

Penyebutan AGRIJEEP
Pada masanya, Willys CJ dipasarkan secara retail dengan harga $ 1.000. Keunggulan dan reliabilitasnya saat itu sangat populer, dan menjadikannya sebagai neenk moyang dari seluruh kendaraan 4x4 yang ada sampai saat ini. Bahkan jika tidak ada Willys CJ, mungkin tidak aka nada merek Jeep sampai saat ini.

Selain sebagai kendaraan  militer, Willys CJ-2A juga mendapat julukan sebagai AGRIJEEP, alias Jeep agricultural. Alasannya adalah karena utilitas Willys membuatnya andal digunakan sebagai kendaraan di perkebunan, khususnya bagi konsumen Amerika Serikat. Kombinasi bodi kompak, chassis ringan dan penggerak 4x4 memenuhi kebutuhan para petani dan peternak di perkebunan kala itu. Selain itu, sektor industri juga tidak sedikit yang memilih Willys CJ-2A sebagai kendaraan kepercayaan.

Baca juga: 17 Supercar Paling Ditunggu 2020 – 2021

Banyak opsi yang bisa dipilih untuk dikonfigurasi pada CJ-2A, sebagai fitur tambahan. Mulai dari kursi belakang, spion tengah, kursi penumpang depan, dan atap kanvas. Dari sisi teknis, tersedia PTO (power take off) depan dan belakang, belt pulley  drive, lift hidrolis, suspensi heavy duty, dual vacuum wiper, dual taillights, dan masih banyak lagi.



Pilihan Warna
Diproduksi selama periode 1945 sampai 1949, CJ-2A beredar dengan mengandalkan mesin L134 Go-Devil empat silinder, berkapasitas 2,2 liter. Mesin tersebut dikawinkan transmisi baru, T-90 manual 3-speed. Sesederhana itu bila dibandingkan Jeep saat ini, bermesin V6 atau V8, dengan transmisi sampai 9 percepatan.

Baca juga: 8 Mobil Paling Laku Di Dunia Sepanjang 2019

Di awal masa produksi, hanya dua opsi warna tersedia untuk mobil ini. Pertama adalah kombinasi Pasture Green dengan Autumn Yellow pada velg, serta Harvest Tan dan Sunset Red. Dua opsi warna itu melambangkan makna harapan dan janji untuk Amerika pasca perang. Mulai tahun 1946, banyak pilihan warna baru ditawarkan dengan berbagai kombinasi.

Berbagai pengembangan dan ubahan dilakukan Willys pada CJ-2A sampai akhirnya stop produksi dan diteruskan oleh CJ-3A mulai tahun 1949. Popularitas CJ-2A membuatnya terus bertahan saat ini, sampai berganti nama menjadi Jeep Wrangler. Elemen dan gaya desain Willys CJ pun terus dipertahankan pada Wrangler sampai saat ini.

Sumber: ragam sumber

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda