Beranda EDITOR'S PICKS Bugatti Divo, Beyond The Straight

Bugatti Divo, Beyond The Straight

Foto-Foto: Bugatti

BUGATTI. Nama yang sangat akrab di kalangan pecinta supercar dan hipercar. Bersanding dengan Koenigsegg, Pagani, McLaren, Lambo dan Ferrari. Bugatti lah yang memproduksi Veyron dan Chiron dan seluruhnya diklaim sebagai the ultimate luxury supercar and hypercar in the whole world.

Hypercar Bugatti selalu diproduksi dalam jumlah terbatas, karena konsumennya pun kalangan tertentu. Bahkan tak sembarangan orang yang bisa membeli mobil ini karena pembelinya diseleksi. Anda punya uang dan ingin memiliki, belum tentu bisa Anda mendapatkan.

Pada bulan Agustus kemarin, Bugatti merilis Bugatti Divo ke publik pada acara otomotif bergengsi dan eksklusif : “The Quail: A Motorsport Gathering” di Monterey, California, Amerika. Pas hari peluncuran, mobil sudah langsung sold out dari jumlah 40 unit yang diproduksi. Harga per unitnya US$ 5,8 juta (sekitar 85 milyar). Fantastis.

Kenapa pabrikan Prancis ini memproduksi Divo? Inovasi. Molsheim ingin mengembangkan model baru road-legal hipercar yang secara khusus dibuat kencang di tikungan karena mereka menganggap Bugatti Chiron adalah mobil yang jago di trek lurus. “Happiness is not around the corner. It is the corner. The Divo is made for corners,” ujar bos Bugatti Stephan Winkelmann.

“Melalui proyek ini, tim Bugatti mendapatkan kesempatan menerjemahkan DNA brand dalam hal kecekatan dan kegesitan handling produknya dengan cara yang lebih performance-oriented,” ujar Winkelmann.

Basis pembuatan Divo adalah Chiron. Cangkang monokok bodinya terbuat dari serat karbon begitu juga dengan panel pintunya. Sekujur tubuhnya memakai material tersebut. Meskipun mesin yang dipakai sama dengan Chiron yakni W26 8,0 liter dengan 4 turbocharge (quad-turbocharge), bobot Divo lebih enteng 35 kg dan menghasilkan downforce lebih tinggi 90 kg sehingga total downforce yang dihasilkan Divo 456 kg. Jadi, kalau Chiron diproduksi untuk menghasilkan kecepatan setinggi mungkin, Divo justru diciptakan agar lebih gesit saat ‘makan’ tikungan. Kemampuan lateral g-nya naik 1,6 g dan angka ini angka yang sangat tinggi, namun kecepatan maksimalnya dibatasi hanya sampai 380km/jam.

Setingan chassis dan suspensi yang baru serta bobotnya yang lebih enteng membuat Divo sebagai bintang tikungan. Tujuan utama penyempurnaan pada chassis adalah untuk menambah kemampuan mobil di tikungan agar menjadi lebih tajam, gesit dan lincah.

Bugatti Divo lebih kencang sedetik dari Chiron untuk sprint 0-100 km/jam, namun top speed lebih rendah.

Dengan kata lain, Divo memang bukan diciptakan untuk lebih bertenaga dibandingkan Chiron meskipun mengusung mesin yang sama. Divo dibuat untuk difokuskan pada handling sehingga kemampuan mobil di tikungan menjadi lebih tajam, gesit dan lincah. Divo mencatat lap time lebih cepat 8 detik di Sirkuit Nardo, Italia Selatan, dibandingkan Chiron. Mesin Divo menghasilkan tenaga 1500 hp pada 6700 rpm dan torsi maksimal 1600 Nm dari putaran 2000 sampai 6000 rpm. Dikombinasikan dengan transmisi otomatis 7-kecepatan DSG dual clutch yang menyalurkan tenaga ke seluruh roda. Pabrikan mengklaim Bugatti Divo memiliki kemampuan sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 2,4 detik.

Bodystyling Divo dibuat lebih slim dibandingkan Chiron sehingga terlihat lebih pendek dan lebih panjang jika dilihat secara horizontal dan diperkuat oleh skema warna khusus. Bagian atap dicat dengan warna ‘Titanium Liquid Silver’ yang secara khusus dikembangkan untuk Divo sehingga mobil terlihat berotot. Bagian bawahnya selain fungsional, juga membuat penampilan Divo semakin menonjol karena serat karbonnya pada bagian bawah dipulas dengan warna biru.

Karakter warna dan material yang dipakai di eksterior juga digunakan pada interior. Bagian kabinnya juga menggunakan serat karbon high-glossy yang sangat eksklusif dan hanya dikembangkan untuk Divo. Warna kulit Alcantara “Divo Racing Blue” juga disematkan pada interior sehingga kabin mendapatkan sentuhan dua tone warna, biru dan hitam membuat kabin benar-benar sporty.

Agar mobil ini mendapatkan pendinginan yang optimal dan downforce yang lebih tinggi 90 kg, Bugatti melakukan sejumlah penyempurnaan aerodinamika yang cukup mendetail. Bagian depan dilengkapi dengan lubang udara (air intake) yang mengurangi secara efektif area cross-sectional di kendaraan namun di sisi lain menyempurnakan aliran angin di bagian depan dan meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Atap Bugatti Divo didesain untuk membentuk NACA air duct (kadang juga disebut NACA scoop/inlet). Desain lubang udara ini dikembangkan oleh National Advisory Committee for Aeronautics (NACA). Dikombinasikan dengan pelindung kompartemen mesin yang didesain secara khusus, aliran angin ke dalam kompartemen mesin semakin tinggi sehingga ikut menjaga suhu udara di area ini.

Rem juga mendapat pendinginan dari sumber udara yang dibuat secara independen di setiap bagian pinggir mobil. Angin mengalir masuk dari area bertekanan tinggi di atas bumper depan, inlet di sayap depan, inlet di sayap depan, satu inlet di radiator depan dan diffuser di depan ban. Vane berfungsi mengarahkan angin dingin dari area-area ini ke cakram rem. Pelindung panas mengarahkan angin panas keluar melalui velg sehingga rem tidak mengalami overheat dan temperatur selalu terjaga dalam suhu yang optimal.

Pada bagian belakang terdapat spoiler belakang yang bisa disesuaikan ketinggiannya yang berfungsi sebagai rem angin jika berputar ke depan dan diseting ke ragam sudut untuk menyuport mode pengendaraan Individual. Lebar spoiler belakang 183 cm dan lebih lebar 23 persen dibandingkan milik Chiron. Dimensi spoiler yang lebih lebar menyempurnakan efisiensi aliran angin sehingga performa rem angin lebih tinggi serta muaranya menambah downforce mobil.

Spesifikasi Bugatti Divo

Layout kendaraan: Hipercar, coupe, mesin tengah, 2 penumpang, 4WD
Mesin: W16 quad-turbocharge 8.L with Bugatti 2-stage turbo-charged an intercooling.
Bahan bakar: Bensin
Tenaga: 1500 hp @6700rpm
Torsi: 1600 Nm @2000-6000rpm
Jumlah silinder: 16
Transmisi: AT 7-kecepatan DSG dual-clutch dan paddle shift.
0 – 100 km/jam: 2,4 detik
Top speed: 380 km/jam
P x L x T:
Wheelbase: 2711 mm
Kerb weight: 1961 kg
Kapasitas tangki BBM: 100 liter

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

Ini Spesifikasi dan Harga Lengkap Toyota C-HR Hybrid

JAKARTA, 22 April 2019 - PT Toyota Astra Motor (TAM) menjadi pemegang merek yang paling gencar memperkenalkan mobil hybrid di...

Potensi Pasar Tinggi, Mitsubishi Garap Serius Kawasan Bogor

BOGOR, 22 April 2019 – Selain Jakarta, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga menggarap seris kawasan di...

Toyota C-HR Hybrid Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 523 Juta

JAKARTA, 22 April 2019 - PT Toyota Astra Motor (TAM) menambah kekuatannya di line-up hybrid dengan meluncurkan Toyota C-HR Hybrid...

Perkuat Jaringan di Bogor, Mitsubishi Motors Resmikan Diler di Tajur

BOGOR, 22 April 2019 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus memperkuat jaringan penjualannya di kota Bogor...

MODIFIKASI: Power Over Beauty Mercedes-Benz SLK 250

RADEN Patra Dimas Kunto Wibisono, kerap dipanggil Aden, memang gila otomotif. Pria yang kerja di perusahaan kapal laut ini hobi...