Beranda Updates Indonesia Bakal Pasok Mobil ke Filipina? HPM: Kami Tunggu Kabar

Indonesia Bakal Pasok Mobil ke Filipina? HPM: Kami Tunggu Kabar

Foto: Nikei Asian Review

JAKARTA, Carvaganza.com – Honda baru saja mengumumkan penutupan pabriknya di Filipina mulai Maret mendatang. Presiden Honda Cars Philippines, Inc. (HCPI), Noriyuki Takakura mengumumkan hal ini lewat rekaman video. Bagaimana pengaruhnya dengan Indonesia? Apakah produk di sana akan dipasok dari Indonesia?

PT Honda Prospect Motor (HPM), pemegang merek Honda di Indonesia, mengatakan belum ada keputusan mengenai hal ini. Yulian Karfili, PR & Digital Manager HPM mengembalikan sepenuhnya kepada prinsipal. Ia mengatakan masalah produksi dan pemasaran sepenuhnya kebijakan Honda secara global, berdasarkan pertimbangan pasar dan efisiensi produksi di negara terkait.

Kemungkinan penambahan unit ekspor ke Filipina juga belum bisa dipastikan HPM. Saat ini, HPM telah mengirim produk ke sana, yakni Brio dan beberapa komponen untuk BR-V, serta City. “Hal ini belum dapat dipastikan karena masih perlu dibahas lebih lanjut oleh manajemen Honda di region Asia Oceania,” tambah Yulian Karfili.

Baca juga: Honda Tutup Pabrik di Filipina, Tambah Impor dari Indonesia?
Baca juga: Desain Honda City Hatchback Bocor, Calon Jazz Baru?

Produksi

Berlokasi di Santa Rosa, Laguna, fasilitas produksi itu Honda di Filpina ini digunakan untuk membuat dua model, BR-V dan City. HCPI mengungkap langkah penghentian ini terpaksa diambil untuk mengoptimasi utilisasi jaringan Honda di Asia dan Oceania. Sehingga dapat tercapai harga yang kompetitif dan kualitas produk optimal bagi pelanggan di Filipina. HCPI memastikan penjualan dan layanan purnajual tetap berjalan seperti biasa. Bisa diartikan, mereka akan mendatangkan produknya secara impor.

Volume penjualan Honda di negara itu memang mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Meski sebenarnya kondisi ini tak hanya dialami Honda. Lantaran adanya tekanan dari cukai tinggi. Regulasi ini diberlakukan sejak 2018, akibat kenaikan harga kebutuhan dan layanan dasar. Tujuannya untuk mendorong konsumen untuk menaruh prioritas pada kebutuhan utama, ketimbang membeli kendaraan baru.

Juru bicara perusahaan Louie Soriano mengungkapkan penutupan ini membuat 387 karyawan terdampak. Tak hanya pekerjanya, HPCI juga menjabarkan vendor yang berkaitan dengan produksi turut terkena. Jumlahnya sekitar 60 penyuplai suku cadang dan material. Honda Filipina sendiri tahun lalu mampu menghasilkan 600 unit per bulan. Total berarti sekitar 8 ribu unit selama 2019. Produk utama yang diproduksi pabrik yang beroperasi dari 1992 ini hanya BR-V dan City.

Honda memiliki beberapa basis produksi di Asia seperti Indonesia, Jepang, Thailand, India, Taiwan dan China. Di Indonesia sendiri saat ini model yang diproduksi adalah Brio, Mobilio, Jazz, BR-V, HR-V dan CR-V.

Sumber: Inquirer

Baca juga: Pabrik Honda di Filipina Tutup, Pengaruhi Indonesia?

MUHAMMAD HAFID | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto