Beranda Updates Waspadai Microsleep, Bahaya yang Mengintai Pemudik

Waspadai Microsleep, Bahaya yang Mengintai Pemudik

JAKARTA, 3 Juni 2019 — Berkendara jarak jauh seperti mudik lebaran membutuhkan kondisi fisik yang prima. Usahakan agar bisa tidur nyenyak minimal 6 jam sebelum mudik supaya tubuh bugar. Jangan paksakan mengemudi jika dirasa badan belum fit karena akan membahayakan, seperti terkena serangan microsleep.

Apa itu microsleep? Microsleep adalah tertidur tiba-tiba dalam waktu singkat. Kondisi ini biasanya akibat kelelahan, mengantuk, atau melakukan pekerjaan yang monoton dalam waktu lama. Pada umumnya microsleep hanya berlangsung sekitar 1 detik hingga 2 menit, tapi durasinya bisa bertambah jika seseorang benar-benar memasuki kondisi tidur.

Microsleep bisa berbahaya. Kenapa? Seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari dirinya tertidur atau memasuki kondisi tidur. Bahkan, microsleep juga bisa terjadi dengan mata terbuka.

Sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan oleh Universitas Teknologi Queensland, Australia, menemukan hasil bahwa banyaknya kasus kecelakaan dapat dicegah jika para pengemudinya berhenti sejenak dan beristirahat saat mereka mengalami tanda-tanda awal mengantuk. Studi ini melaporkan bahwa banyak orang yang memaksakan diri untuk terjaga, dan terus mengemudi meski sudah mengalami episode microsleep berkali-kali. Jika microsleep dialami saat berkendara, tentu saja risiko terjadinya kecelakaan pun meningkat.

Penyebab microsleep

Penyebab microsleep bisa bermacam-macam, tapi umumnya adalah akibat kurang tidur dan kelelahan. Penyebab lainnya meliputi sleep apnea obstruktif, yaitu kondisi adanya penyumbatan pada saluran napas bagian atas yang mengganggu pernapasan saat tidur. Akibatnya, otak tidak menerima cukup oksigen saat tidur dan dapat memicu kantuk di siang hari.

Tanda microsleep

Microsleep dapat terjadi di mana saja. Seperti yang disebutkan sebelumnya, microsleep cenderung terjadi pada seseorang yang melakukan aktivitas monoton. Jika ini terjadi saat seseorang berkendara atau sedang mengoperasikan alat berat yang butuh konsentrasi, tentunya bisa menimbulkan bahaya. Tak hanya anggukan kepala secara tiba-tiba, ketidakmampuan untuk menjaga mata tetap terbuka, menguap berlebihan, badan tersentak tiba-tiba, terus berkedip agar tetap terjaga.

Mengatasi microsleep

Karena umumnya microsleep terjadi karena kondisi kurang tidur, maka untuk mengatasinya adalah perbaiki kualitas tidur Anda.

– Anda dianjurkan untuk cukup tidur minimal 8 jam agar tubuh lebih siap untuk beraktivitas keesokan harinya.
– Hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.
– Jangan memaksakan diri.
– Di jalan, sebaiknya Anda beristirahat setiap 3 jam sekali dan upayakan untuk tidur selama sekitar 30 menit. Hal ini dapat memperbaiki konsentrasi serta kemampuan motorik.
– Kalau mengemudi melewati waktu 6 jam, usahakan agar ada sopir pengganti untuk mengurangi keletihan.
– Jangan mengkonsumsi obat-obatan atau narkoba.

RAJU FEBRIAN