Beranda Updates Beli atau Berlangganan Mobil, Lebih Baik Pilih Mana?

Beli atau Berlangganan Mobil, Lebih Baik Pilih Mana?

JAKARTA, Carvaganza.com –Memiliki mobil dengan cara berlangganan alias istilah kerennya accessibility, semakin mendapat tempat di hati konsumen mobil. Pasalnya, dalam mindset masyarakat modern, mempunyai mobil dengan cara berlangganan seperti yang ditawarkan Kinto One lebih enak dan praktis.

Kinto One memberikan ragam kelebihan kepada konsumen, yang tidak bisa didapatkan kalau kita membeli mobil secara tunai atau kredit. Misal, tak perlu repot cari DP, bayar asuransi, pajak atau pun mengeluarkan biaya perawatan rutin. Hassle free.

Konsumen tidak perlu menjual kembali, karena kalau sudah habis masa berlangganannya bisa ditukar dengan mobil baru. Nah di sini, kita bisa naik kelas tanpa perlu repot lagi. Misalnya, tadinya kita berlangganan Toyota Agya, terus kalau ingin naik kelas ke New Yaris, tinggal bayar langganan bulanannya.

Baca juga: Layanan Kinto Bebaskan Pemilik Mobil dari Pajak, Servis Sampai Asuransi

Lain cerita kalau kita punya mobil dengan cara ownership. Biasanya proses yang harus dilalui cukup panjang, dan tak jarang nilainya tidak sesuai ekspektasi. Apalagi bila memanfaatkan pihak ketiga, terdapat konsekuensi pemotongan untuk menutupi biaya jasa. Mobil sudah di tangan, kita harus memikirkan biaya pajak, asuransi  dan perawatan dan jumlahnya tak sedikit.

Cakep kan? Dulu orang berebut pengen rumah tanah, sekarang orang malah mengincar tinggal di apartemen. Dulu mau nonton film mesti ke bioskop, sekarang tinggal pencet aplikasi smartphone berlangganan Netflix. Itulah perkembangan digitalisasi yang membuat orang harus berpikir praktis dan dinamis.

Menghitung perbedaan berlangganan dan beli

Benefit lain yang ditawarkan Kinto One adalah dengan masa berlangganan 36 bulan atau 3 tahun, turut disediakan fasilitas mobil pengganti. Syaratnya, konsumen harus memilih option dengan replacement car. Bisa diproses dengan mudah. Layanan tersebut bisa dinikmati kalau mobil tersewa mengalami kerusakan atau harus diperbaiki dalam jangka waktu lebih dari 24 jam. Mobilitas kita pun selalu terjaga.

Untuk memberikan gambaran, kami coba menjelaskan perbedaan antara ownership dengan berlangganan plus perhitungannya. Untuk model Avanza Veloz varian 1.3 G A/T dengan skema kredit 36 bulan, kita harus siapkan DP terbayarkan Rp 29,3 juta atau setara 20% dari harga jual. Untuk cicilan bulanannya Rp 7,117 juta.

Baca juga: Tiga Alasan Kinto One Jadi Alternatif Menarik untuk Mendapatkan Mobil Baru di Tengah Pandemi

Ketika mobil sudah dipakai, harus mengucurkan biaya servis berkala total sekitar Rp 18.280.614. Kemudian ditambah penggantian ban berkisar Rp 3,840.000 dan aki Rp 1,2 juta. Terakhir pembaruan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan asumsi pajak progresif mobil kedua, nilainya sekitar Rp 12.177.360 juta.

Dana keseluruhan yang digelontorkan berarti Rp 321.009.974. Kalau dihitung beserta penjualan kembali, harga bekas Avanza Veloz 1.3 G A/T berdasarkan asumsi di pasaran Rp 124.520.062 juta. Artinya, total uang yang keluar selama tiga tahun adalah Rp 196.489.912. Tapi ingat, harga jual kembali terkadang tidak seindah harga umum pasaran. Pasalnya, dilihat dari kondisi mobil itu sendiri.

Kalau pakai Kinto, konsumen harus memasukkan deposit Rp 4,919 juta di awal. Nanti uang dapat dikembalikan pada masa akhir berlangganan. Lalu tiap bulannya membayar Rp 5.410.900. Tidak ada biaya tambahan lain atau uang muka. Berarti totalnya Rp 194.792.400 juta. Terpaut Rp 126 jutaan dengan keseluruhan ongkos selama 3 tahun. Atau selisih Rp 1,6 jutaan dibanding total setelah unit dijual kembali.

MUHAMMAD HAFID

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Toyota Jadi Brand Otomotif Paling Kesohor Di Dunia, Di atas BMW dan Mercedes

CALIFORNIA, carvaganza.com -  Kita sudah bercokol cukup lama di dunia otomotif, tapi tahu kah apa brand mobil paling terkenal di dunia? Artinya, nama brand...

SPYSHOT: Susul Taycan, Porsche Macan Versi Listrik Mulai Diuji

STUTTGART, Carvaganza.com – Suksesnya Taycan sebagai pionir mobil full electric dari Porsche mendorong mereka semakin seriusi segmen baru ini. Salah satu strateginya adalah dengan...

Mengenal Fitur Keamanan Advanced Grip Control Peugeot 3008 dan 5008 SUV

JAKARTA, Carvaganza -- Musim hujan telah tiba. Memasuki musim penghujan, berarti menghadapi berbagai macam kondisi jalan yang sangat berbeda. Berbagai macam kondisi jalan di...
video

VIDEO: First Impressions Toyota Fortuner Facelift Versi Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com – Di tahun 2020 ini, akhirnya pasar Indonesia juga kebagian versi facelift dari Toyota Fortuner, yang resmi meluncur pada bulan Oktober. New...

MG Motor Indonesia Gandeng 2 Mitra Pembiayaan Baru, Makin Pede Jualan

JAKARTA, Carvaganza -- MG Motor Indonesia terus bergerak memperkuat posisinya di Indonesia. Setelah mengumumkan penunjukan Donald Rachmat sebagai General Director MG MOtor Indonesia sejak...