Beranda EDITOR'S PICKS TWTW: Public Electric Car Charger

TWTW: Public Electric Car Charger

BELUM lama ini Pertamina meluncurkan program pilot project Green Energy Station (GES) di SPBU Kuningan, Jakarta, pada Desember 2018. GES merupakan fasilitas pengisian ulang daya untuk mobil listrik. Pertamina mengadakan program ini mengingat pergeseran tren kendaraan bermesin konvensional ke Plug-in Hybrid Electric dan listrik.

Jika kita mengurut sejarah, tren Electric Vehicle (EV) sebenarnya sudah cukup tinggi pada 1800-an sampai 1900-an. Bahkan 28% dari total mobil di  1900-an merupakan EV. Mengingat teknologi di era itu tak secanggih sekarang, bagaimana nenek moyang kita recharge baterai mobil-mobil tersebut? Rupanya mereka punya solusi sendiri.

Kebanyakan dari produsen mobil listrik menjual atau menyewakan berbagai jenis charger. Beberapa dealer menawarkan cara lain, dengan menyediakan charger di tempat mereka. Jadi pemilik meninggalkan kendaraannya atau melepas baterai dari mobil untuk mengisi ulang. Ada pula yang menjual alat charger pribadi.

Masalahnya, semua solusi tersebut tidak praktis atau terlalu mahal. Maka General Electrics (GE) menciptakan alat pengisian ulang daya mobil listrik untuk umum, seperti GES maupun charging station Tesla. Tentu saja tak secanggih sekarang. Berhubung bentuknya menyerupai hidran kebakaran, GE menyebutnya sebagai Electrant (electric hydrant). Alat tersebut dipasang di beberapa kota besar di Amerika Serikat pada 1899. Mereka menetapkan biaya 10 cent per kWh.

Sayangnya, tak ada plug standar untuk EV saat itu – sama seperti sekarang, setelah lebih dari satu abad kemudian. Alhasil Electrant hanya kompatibel untuk kurang dari setengah total mobil listrik yang beredar di era 1900-an. Maka tak heran jika program ini dihentikan pada pertengahan 1910-an.

Selain itu tren mobil listrik juga menurun akibat munculnya Ford Model T, mobil bermesin bensin dengan harga lebih murah, US$650. Sedangkan harga EV saat itu rata-rata US$1.750. Ditambah dengan harga bahan bakar fosil yang menurun, kesadaran lingkungan yang rendah, dan perbaikan infrastruktur jalan yang membuat orang ingin pergi jauh (kapasitas baterai dan jumlah tempat recharge EV sangat terbatas), mobil listrik hilang dari jalanan pada 1935.

MIRAH PERTIWI

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

Program Truck Campaign Sukses, 5.353 Unit Mitsubishi Fuso Terjual

JAKARTA, 12 Desember 2019 – Program Truck Campaign 2019 yang digelar PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mencatat sejumlah...

Ribuan Orang Meriahkan Daihatsu Urban Fest di Jakarta

JAKARTA, 12 Desember 2019 – Ribuan orang memeriahkan Daihatsu Urban Fest yang dilangsungkan di Mall KoKas (Kota Kasablanka), Jakarta, pada...

Carsome Diguyur Dana Rp 702 Miliar dari Investor Global

JAKARTA, 12 Desember 2019 – Carsome, platform perdagangan mobil bekas terkemuka di Asia Tenggara, mendapat investasi ekuitas untuk Seri C...

PT Adedanmas Umumkan Pemegang Saham dan Manajemen Baru

JAKARTA, 11 Desember 2019 – PT Adedanmas, dealer resmi Mercedes-Benz yang berlokasi di kawasan Pondok Indah pada hari ini Rabu...

Mitsubishi Motors Pinjamkan Outlander PHEV untuk Operasional PMI

JAKARTA, 11 Desember 2019 – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menandatangani nota kesepakatan dengan Palang Merah Indonesia...