Toyota dan Mitsubishi: Kita Wait and See Keputusan Pajak Nol Persen

JAKARTA, Carvaganza.com -  Rencana mengnolkan pajak untuk penjualan kendaraan baru menjadi sangat menarik. Diskusi di ruang-ruang publik pun terbangun, karena kalau itu terealisasi publik diuntungkan. Dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang, tentu pelanggan harus dibantu mempunyai daya beli.

Dari data yang dihimpun oleh Carvaganza, rencana pajak nol persen untuk kendaraan baru itu adalah  untuk mobil-mobil yang diproduksi lokal. Tapi draft detailnya seperti apa belum diterima oleh media. Lantas apakah nol persen itu berlaku untuk semua komponen pajak kendaraan baru? Dalam hal ini pun media belum mengetahui secara pasti.

Gambaran kasarnya, kalau rencana pajak nol persen itu berlaku untuk mobil-mobil yang diproduksi lokal, sejumlah pabrikan mendapatkan keuntungan. Misalnya, Mitsubishi, Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda dan produk-produk Tiongkok.

Baca juga: Mantap! Pajak Mobil Baru Jadi Nol Persen. Tapi Yang Mana?



Irwan Kuncoro selaku Direktur Sales dan Marketing Division PT MMKSI mengatakan, pada dasarnya MMKSI akan mengikuti peraturan yang sudah menjadi keputusan pemerintah. Dalam hal rencana mengnolkan pajak kendaraan baru, pihaknya masih wait and see karena hal tersebut baru berupa wacana dan masih dikaji oleh pemerintah.

“Tentunya kalau wacana ini nantinya dijalankan menjadi satu keputusan pemerintah, bisa menjadi stimulus yang bagus untuk penjualan mobil,” tambahnya. Irwan mengharapkan wacana ini bisa disegerakan menjadi keputusan sehingga meminimalisir jumlah peminat mobil yang menunda pembelian.

Hal serupa juga disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Jakarta. Menanggapi soal wacana pajak nol persen untuk kendaraan baru, PT TAM dalam posisi menunggu keputusan dari pemerintah. Pihaknya tidak mau berspekulasi tentang wacana ini maupun berspekulasi perihal jumlah penjualan yang ditargetkan dan lain-lain.

Anton  menitipkan harapan kepada pemerintah untuk bisa segera mengambil keputusan tentang hal ini. Pasalnya, kalau tidak segera diputuskan akan menimbulkan kebingungan kepada pasar. “Biar clear di marketnya juga,” ujar Anton dalam pembicaraan dengan Carvaganza.



Baca juga: Bulan Depan, OJK Ringankan DP Pembelian Mobil Listrik

Artinya, baik Mitsubishi maupun Toyota mengharapkan kepada pemerintah segera memberikan kejelasan kepada pasar lewat keputusan tetap. Jangan mengambil keputusan terlalu lama. Kalau hal ini tidak segera diclear-kan, konsumen akan menunggu turunnya keputusan itu. Mereka yang tadinya ingin membeli mobil, jadi menunda sampai menunggu permasalahan menjadi jernih.

Jika terjadi penundaan, maka terjadi kekosongan pasar di masa tunggu itu. Hal ini tidak bagus bagi pertumbuhan pasar otomotif yang sedang terkena tamparan keras COVID-19. Rencananya, pajak nol persen kendaraan baru itu hanya berlaku selama tiga bulan sampai bulan Desember 2020. Kalau acuannya Desember, maka waktu yang tersisa memang sempit. Logisnya agar bisa efektif seperti yang diharapkan, keputusan harus berlaku mulai bulan Oktober .

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda