Beranda Drives TEST DRIVE: Mercedes-Benz CLA 200 AMG Line, Brings Fun to Every Corner

TEST DRIVE: Mercedes-Benz CLA 200 AMG Line, Brings Fun to Every Corner

Foto-Foto: Andika Rama Maulana/Carvaganza
daihatsu giias 2019

JIKA melihat line-up Mercedes-Benz di Indonesia saat ini, CLA menjadi model sedan empat pintu dengan banderol paling terjangkau kedua di antara seluruh model lainnya. Dengan harga Rp 785 juta off-the-road (Oktober 2018) di pricelist, varian dasar CLA 200 AMG Line ini hanya lebih mahal dari C 200.

Saat ulasan ini terbit, mungkin Mercedes-Benz  telah resmi memperkenalkan generasi kedua dari CLA di Consumer Electronic Show (CES) 2019 di Las Vegas. Lalu buat apa saya mengulas mobil yang sudah selesai masa produksinya? Justru saya ingin menikmati CLA generasi pertama di akhir-akhir masa baktinya, khususnya di Tanah Air.

CLA hadir sebagai sedan empat pintu berdimensi kompak dengan body styling ala coupe yang rendah atapnya di bagian belakang. Kelahiran CLA memberikan alternatif untuk CLS namun dengan dimensi lebih ringkas, bahkan sama-sama memiliki varian Shooting Brake alias estate atau station wagon dengan desain sporty.

Dimensi kompak CLA datang dari platform W176 yang awalnya digunakan oleh A-Class generasi ketiga, dengan wujud sebagai hatchback. Kemudian Mercedes-Benz mengembangkan platform tadi untuk hadirkan entry-level SUV bernama GLA dan sedan sport CLA. Mobil ini menjanjikan paket dimensi yang kompak dengan performa yang fun-to-drive.

Sebagai varian AMG Line, CLA yang saya kendarai ini sudah tampil sporty dengan sentuhan body kit AMG, menampilkan air intake lebih besar dan diamond grille layaknya pada AMG CLA 45. Velg AMG 5-twin-spoke berdiameter 18 inci turut menegaskan karakter sport dari eksterior CLA 200 AMG Line.

Sentuhan sporty juga merasuki bagian kabin, yang saat kita masuk ke dalamnya disambut oleh jok AMG dengan kombinasi balutan Artico leather dan Dinamica microfiber, menjadi paduan antara kemewahan dan sporty. Karena telah disajikan sebagai AMG Line, jok yang digunakan pun memiliki bagian sandaran one piece, dengan headrest menyatu layaknya jok balap.

Paling menarik dari interior bagi saya adalah setir dengan bentuk flat-bottom, yang diberi sentuhan jahitan warna merah pada sisi dalamnya. Sementara aksen trim panel alumunium pada dashboard justru membuat kesan mewah dari interior CLA agak berkurang.

Memang CLA punya ruang kabin bukan yang luas dan lega seperti C-Class, apalagi untuk penumpang kursi belakang yang harus diakui memang terbatas untuk headroom. Namun setidaknya kehadiran panoramic roof bisa membuat kabin terasa lebih lega saat dibuka, terutama untuk penumpang yang memiliki claustrophobia.

Mercedes-Benz mengandalkan mesin empat silinder 1.6 liter turbo untuk CLA 200 AMG Line, dengan kombinasi tenaga 156 hp dan torsi puncak 250 Nm. Menurut saya angka tersebut sudah cukup untuk mengajak CLA berkendara harian dengan nyaman, namun masih mumpuni seandainya ingin dibawa kencang seketika.

Rasa dan kesan sporty pada CLA langsung bisa dirasakan begitu sedan ini dilajukan, lewat kemudinya yang terasa padat saat diputar. Ini bahkan saya alami saat masih menggunakan mode Comfort dari empat pilihan mode Dynamic Select yang tersedia, menunjukkan karakter sebetulnya dari CLA.

Hanya untuk mengemudi normal saja, handling CLA terasa dinamis dan semakin hidup saat kecepatan meningkat. Pemakaian transmisi dual-clutch yang dilabeli 7G-DCT menyajikan perpindahan yang halus nyaris tak terasa hentakan di setiap gigi. Meski linear, respons mesin di putaran bawah justru cenderung agak tertunda.

Rival dari Audi A3 Sedan dan BMW Seri 2 Coupe ini memang menekankan handling sebagai aspek yang paling asik untuk dinikmati, apalagi saat mode Sport diaktifkan. Karakter kemudi terasa semakin dinamis dan intuitif saat CLA digeber kencang melahap berbagai jenis tikungan. Meski berpenggerak roda depan, gejala understeer dalam kecepatan tinggi dapat diminimalisir dengan baik.

Sayangnya, seperti saya tekankan sebelumnya bahwa CLA menekankan faktor fun melalui handling, performa mesin kurang bisa mengimbangi untuk keseruannya memutar kemudi. Pasalnya turbo lag yang terasa hingga 2.000 rpm cukup mengganggu kesenangan saat ingin berakselerasi. Pedal gas harus sedikit disiksa untuk bisa merasakan akselerasi yang optimal dari CLA.

Namun setidaknya kekurangan sensasi dari akselerasi tadi masih bisa terbayar dengan cukup lengkapnya fitur yang ditawarkan, melalui infotainment dengan konektivitas Apple CarPlay atau Android Auto pada layar 7 inci. Tidak hanya itu, Mercedes pun membantu kita meminimalisir risiko kecelakaan saat lengah di kepadatan lalu lintas, dengan tersedianya fitur Collision Prevention Assist Plus dan Attention Assist.

Benar-benar saya dimanjakan oleh CLA dengan handling-nya yang fun and addictive, sampai membuat saya merasa ingin lebih lama menghabiskan waktu bersama mobil ini. Tapi meski umur CLA generasi ini sudah tidak lama lagi, setidaknya kita sudah bisa mendapat indikasi bahwa CLA generasi berikutnya bisa menawarkan sensasi yang lebih menyenangkan.

Mercedes-Benz CLA 200 AMG Line 2018

Layout kendaraan: Sedan Coupe, 4 Pintu, 4 Penumpang, FWD
Mesin: I-4 1.6L Turbocharge 1.6L/ 156 hp @ 5.300 rpm / 250 Nm @ 1.250-4.000 rpm
Transmisi: A/T 7-kecepatan G-DCT (Dual-Clutch Transmission)
P x L x T: 4.640 x 1.777 x 1.432 mm
Wheelbase: 2.699 mm
Bobot kosong: 1.430 Kg
Top Speed: 250 km/jam
0-100 km/jam: 7,9 detik
Kapasitas Tangki: 50 liter
Rekomendasi BBM: Ron 90

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza