Beranda Drives Menguji Ketangguhan Wuling Almaz di Jalur Pegunungan Pangandaran

Menguji Ketangguhan Wuling Almaz di Jalur Pegunungan Pangandaran

PANGANDARAN, 12 Maret 2019 – PT SGMW Indonesia (Wuling Indonesia) menggelar test drive SUV barunya Almaz dalam sebuah acara bertajuk Almaz Smart Journey 2019. Wuling mengajak Carvaganza dan beberapa awak media untuk menjajal langsung kelihaian dan kemampuan dari Wuling Almaz di wilayah Jawa Barat. Perjalanan ini akan dilakukan selama 3 hari, (11-13 Maret 2019), rute diawali dari Bandung mengarah ke Pangandaran dan berakhir di Tasikmalaya.

Ini adalah media test drive kedua yang digelar Wuling. SUV asal pabrikan Cina ini sebelumnya juga sudah dijajal media di sirkuit International Sentul, Bogor Jawa Barat, menjelang peluncuran resmi.

Sebagai informasi Wuling Almaz menggunakan mesin 1.5L Turbo dengan transmisi CVT streptonic 8-kecepatan. Bahkan, ia memiliki normal mode, sports mode dan eco mode. Mobil ini dapat melontarkan tenaga sebesar 140Hp dengan torsi maksimum 250Nm.

Perjalanan test drive ini diawali dengan flag off ceremony dari dealer Wuling Arista Bandung Suci yang berada di Jalan PH H Mustafa No. 188, Bandung dan mencapai finish di kota Tasikmalaya.

Hari pertama ini saya menyetir mobil ini melalui jalur berliku di daerah Pangandaran. Biasanya, jalur pegunungan yang berliku ini hanya disenangi bagi pecinta olahraga mobil drifting karena enak untuk melakukan drift di area ini. Tapi, Almaz juga menunjukkan kebolehannya di area tersebut.

Di setiap tikungan SUV bongsor pesaing DFSK Glory 580 ini membuat saya lebih percaya diri untuk mengendarainya. Layaknya seperti membawa Hyundai Santa Fe. Sayang performanya masih kalah. Respons mesin dan transmisi Almaz masih masuk ketagori rata-rata. Gejala turbo lag masih terasa di bawah 2.000 rpm, meski setelah melewati angka 2.000 rpm mesinnya jadi lebih responsif.

Tapi, suspensinya terbilang lebih rigid saat menikung dan dibantu fitur ESC mobil tetap pada porosnya saat menikung. Meskipun begitu, ia juga masih tetap nyaman karena saat melibas jalur bumpy ia tetap nyaman.

Setir sudah elektrik dan ia cukup mudah dikendalikan selain itu juga cukup komunikatif. Selama jalur pegunungan ini saya banyak menggunakan mode manual transmisi. Setiap perpindahan transmisinya masih sedikit kasar dan berbunyi “jedak”.

Meski begitu, saat melakukan engine break dengan turun transmisi, mobil ini terbilang masih halus. Bahkan untuk menanjak ia tetap mudah dan tidak ada “lag” turbo yang berlebih.

Produk keempat Wuling – setelah Confero S, Cortez, dan Formo — ini dipasarkan dengan harga on the road Rp 318,8 juta untuk wilayah Jakarta. Wuling Almaz tersedia dalam enam pilihan warna yakni Pristine White, Dazzling Silver, Aurora Silver, Starry Black, Burgundy Red dan Carnelian Red.

Simak liputan Carvaganza perjalanan selama dua hari bersama Wuling Almaz.

VALDO PRAHARA

Video Terbaru Youtube Carvaganza