Beranda EDITOR'S PICKS INTERVIEW: Philip Riehlman, How to Make Cool Hot Wheels

INTERVIEW: Philip Riehlman, How to Make Cool Hot Wheels

Philip Riehlman, Hot Wheels Die Cast Principal Designer (Foto-Foto: Deny Mochtar/Carvaganza)

BAGI kalangan car enthusiast, mainan die cast Hot Wheels bukan barang yang aneh. Bahkan sudah seperti menjadi barang wajib yang harus punya. Mereka bahkan sudah diperkenalkan dengan mainan ini sejak kecil sampai diajak hunting orang tua ke tempat-tempat mobil die cast, terutama bagi anak laki-laki.

Mobil-mobilan die cast Hot Wheels bukan hanya  sekadar mainan, malah sudah menjadi collectible items bagi para kolektor. Dan Hot Wheels adalah merek die cast asal Amerika yang sangat populer. Nah, Carvaganza mendapat kesempatan istimewa untuk berbincang-bincang dengan bos desain produk-produk Hot Wheels yang mendunia. Ia adalah Philip Riehlman yang menjabat sebagai Hot Wheels Die Cast Principal Designer.

Kariernya di Hot Wheels sama dengan separuh usia Hot Wheels sendiri. Ia sudah bekerja selama hampir 26 tahun di mulai pada tahun 1992 tak lama setelah lulus dari ArtCenter College of Design, Pasadena, California. Sejak berkarier di Hot Wheels ia telah mengerjakan lebih dari 200 model HW baru untuk mobil Basics, Premium, RLC dan Character di tambah dengan sejumlah proyek-proyek lain serta die cast line lainnya.

Menurut Philip, sehabis lulus dari kampus Ia tidak langsung bekerja di Hot Wheels malah di perusahaan lain yang menangani bidang purchasing. “Dalam perjalanan, saya bertemu dengan seseorang yang tinggal di California dan mengajak saya untuk terjun ke bidang usaha mainan. Lantas saya terjun ke sini. Sampai dengan sekarang.”

Ia mengatakan, mobil pertama yang ia bikin sketsanya untuk Hot Wheels adalah Silhouette II dan Twin Mill II. “Dulu, pekerjaan seorang desainer tidak seperti sekarang yang dilakukan di atas komputer. Saya membuatkan sketsanya dan setelah itu untuk membuatnya dalam model riil, dikerjakan oleh orang lain dan saya bekerjasama dengan dia berdiskusi agar mobil tersebut bisa terlihat seperti apa yang saya bayangkan. “

“Namun, seiring dengan perkembangan jaman, pekerjaan seorang desainer tidak berhenti pada sketsa saja. Ia juga terlibat di dalam beberapa tahapan perencanaan. Nah, mobil diecast Hot Wheels yang saya buat dari mula sketsa sampai tahap produksi adalah Volkswagen Drag Bus yang diproduksi pada tahun 1996. Itu tipe first production-nya. Mobil tersebut menjadi collector items di kalangan komunitas dan menurut kabar itu adalah mobil yang sangat populer di kalangan mereka.

Ia mengimbuhkan bahwa untuk membuat mobil die cast dibutuhkan sejumlah tahapan perencanaan. “Prosesnya cukup rumit, diawali dengan brainstorming di dalam tim tentang mobil-mobil yang bakal dibuat. Jadi kami sudah memiliki draft planning mobilnya. Pada tahap brainstorming ini kami secara umum membicarakan tahapan-tahapan pembuatan, misalnya membicarakan persoalan kombinasi warna, mobil yang berlisensi atau bukan, kategori mobil dan lain-lain. Setelah itu kami memasuki tahap menerima masukan, termasuk masukan dari korporasi tentang ragam hal setelah itu mendiskusikan mana yang diproduksi terlebih dulu dan mana yang harus mendapatkan revisi.

“Untuk mobil-mobil replika yang berlisensi agak rumit karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sedangkan yang tidak berlisensi lebih mudah karena kami bisa mengeksplore lebih jauh dan dalam lagi sehingga bisa menjadi ladang kreativitas yang besar.”

Ia mengatakan, untuk mendapatkan inspirasi di dalam membuat mobil die cast, inspirasi masing-masing orang berbeda-beda. Namun, imbuhnya, secara umum pertimbangannya bisa dari beberapa hal seperti trend otomotif, trend di kalangan anak-anak, trend pop-culture dan tokoh-tokoh kartun.  “Trend di kalangan anak-anak muda dan trend pop-culture itu misalnya dari tokoh-tokoh kartun, karakter-karakter mobil di film dan kami juga mengantungi lisensi untuk Disney, Toys Story, karakter Star Wars, Marvel dan lain-lain.”

Philip juga membuat die cast Hot Wheels yang inspirasinya dari mobil miliknya yaitu Plymouth Barracuda tahun 1968 versi notchback. “Saya sudah membuat lebih dari 200 casting Hot Wheels dan salah satunya yang Barracuda. Memang tak sepopuler Dodge Charger, tapi mobil tersebut cukup populer di kalangan kolektor,” ucapnya sambil menutup wawancara khusus dengan Carvaganza.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto



Last Updates

Jaga Kondisi Konsumen di Musim Hujan, Mitsubishi Beri Diskon Spare Parts

JAKARTA, Carvaganza.com – Curah hujan yang masih tinggi membuat pengendara perlu lebih berhati-hati dan juga memerhatikan kondisi kendaraan agar siap...

Hyundai Rilis Ioniq Electric di Indonesia, Mobil Listrik Termurah

JAKARTA, Carvaganza.com – Sebuah kejutan dihadirkan oleh PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), mengawali tahun 2020 dengan meluncurkan mobil listirk, Ioniq...

Makin Mewah dan Lengkap Fitur, Hyundai Tucson Facelift Meluncur

JAKARTA, Carvaganza.com – Hyundai menandai eksistensinya di Indonesia pada tahun 2020 ini, dengan meluncurkan versi terkini dari Tucson. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) meluncurkan...

Ratusan Mobil dan Motor Manfaatkan Layanan Banjir Suzuki

JAKARTA, Carvaganza.com – Program Suzuki Peduli Banjir yang digelar Suzuki ternyata mendapat sambutan hangat dari konsumen. Ratusan pengguna mobil dan...

Servis di Tahun Baru Imlek, Ada Oli Gratis dari Auto2000

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun Baru Imlek 2571 sesuai penanggalan Cina akan dirayakan pada Sabtu, 25 Januari 2020 besok. Meski ditetapkan...