Beranda Updates Catatan 1.000 Hari Wuling Motors di Indonesia, Sukses Lewat Efek Kejut

Catatan 1.000 Hari Wuling Motors di Indonesia, Sukses Lewat Efek Kejut

JAKARTA, Carvaganza.com – PT SGMW Motor Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Wuling Motors menorehkan catatan tersendiri di industri otomotif Tanah Air. Dalam waktu 1.000 hari, jenama asal Cina itu mampu menjawab banyak pertanyaan tentang kehadiran mereka. Tak hanya menepis stereotipe brand asal Cina juga menjadi penantang serius pemain-pemain lawas.

Hadir sebagai pendatang baru di ranah otomotif Indonesia bukanlah perkara gampang. Meski kuenya besar dan menggiurkan, tapi tak mudah untuk ditaklukkan. Persaingan ketat dan keras. Pabrikan asal Jepang dan Eropa mendominasi. Belum lagi brand asal Korea atau Amerika yang sudah lebih dulu hadir dan memiliki porsi masing-masing.

Namun hanya dalam waktu 3 tahun, terhitung 11 Juli 2017 hingga 6 April 2020, Wuling membuat capaian yang impresif. Lewat 4 produk andalannya – Confero S, Cortez, Formo, dan Almaz – Wuling mampu menembus Top 10 brand dengan penjualan terbanyak. Sampai saat ini mereka mencatat penjualan 46.362 unit. Angka ini melewati beberapa nama yang sudah lebih dulu hadir. Hal ini tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Media Relation Wuling Motors, Brian Gomgom, mengatakan pencapaian tersebut cukup baik. Dari tahun ke tahun penerimaan Wuling di pasar otomotif kian meningkat. “Dengan kondisi sekarang, penjualan kami sudah cukup baik. Setiap tahun juga bertumbuh, dan dari tahun ke tahun meningkat dan itu positif bagi kita,” kata Brian Gomgom beberapa waktu lalu.

Langkah Awal

Tantangan pertama – dan mungkin yang terpenting – Wuling bukan soal menjual produk. Tapi menjawab pandangan minor terhadap produk Cina. Tak salah memang, nama-nama yang hadir sebelum Wuling banyak meninggalkan kesan kurang elok. Tak hanya produk otomotif tapi juga lainnya. Meski dijual lebih murah, produk-produk asal Tiongkok terkenal dengan kualitas yang buruk, gampang rusak, spareparts susah, atau layanan purna jual yang minim. Hal yang membuat mereka bertumbangan.

Jawaban Wuling? Mereka menunjukkan keseriusan dengan membangun pabrik perakitan sendiri, tak hanya mendatangkan dari luar kemudian menjadi distributor semata. Pada 20 Agustus 2015, Wuling melakukan ground breaking pabrik di Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Wuling menggelontorkan investasi 700 juta dolar Amerika Serikat. Di lahan seluas 60 hektar itu tersedia pabrik perakitan dan juga supplier area. Mempekerjakan 3.000 orang, pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 120 ribu unit kendaraan per tahun. Butuh waktu 2 tahun membangun pabrik sebelum akhirnya melangkah pada 11 Juli 2017 ketika pabrik diresmikan dan mulai memproduksi kendaraan.

Hanya 22 hari kemudian, Wuling meluncurkan produk pertamanya Confero dan Confero S. Sekitar 6 bulan kemudian hadir MPV Cortez (8 Februari 2018), kendaraan komersial Formo (7 November 2018), dan SUV Almaz (27 Februari 2019).

Wuling Confero S

Efek Kejut

Apa rahasianya? Harus diakui Wuling mampu membuat strategi yang pas dan mengejutkan. Confero sebagai model pertama yang hadir menyasar segmen low MPV. Mobil keluarga murah ini adalah segmen paling gemuk di pasar otomotif Tanah Air. Confero hadir dengan harga yang kompetitif — jika yang ingin dibilang lebih murah – dan fitur yang lebih banyak ketimbang pesaing dikelasnya. Inilah yang sukses mengantar Confero diminati konsumen.

Strategi yang sama diterapkan pada MPV Wuling Cortez (2018), Wuling Formo (2018) dan Wuling Almaz pada 2019. “Secara garis besar, filosofi Wuling dalam menghadirkan model baru titik beratnya value. Kalau orang membeli sesuatu dilihat pertama kali nilainya, kadang-kadang dalam memilih barang apapun tidak hanya mobil, duit segini dapet apa,” kata Gomgom.

Wuling Cortez

Robertus Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors punya penjelasan lain. “Differensiasi terhadap competitor. Bagaimana bertahan karena beda, nilai tambah dibandingkan produk sejenis di pasar,” katanya.

Itulah yang dilakukan lewat Almaz. Setelah diperkenalkan pada 27 Februari 2019, pada 18 Juli di tahun yang sama Wuling melengkapi SUV ini dengan fitur Voice Command. Sebenarnya perangkat perintah suara ini banyak dimiliki brand lain bahkan sudah lebih dulu hadir. Tapi kecerdikan dan terobosan dilakukan Wuling yaitu melengkapi fitur ini dengan Bahasa Indonesia yang disebut Wuling Indonesia Command (WIND). Merekalah yang pertama melakukan. Hasilnya luar biasa. “Halo Wuling yang menjadi kata kunci di WIND sekarang jadi pembicaraan,” kata Gomgom.

Fitur Wuling WIND di Almaz

Layanan Purna Jual

Berbarengan dengan pengenalan produk, investasi besar juga digelontorkan Wuling dalam soal layanan konsumen. Hal yang banyak dikesampingkan pabrikan lain. Wuling menyadari jika pembeli mobil kian pintar. Mereka tak lagi sekedar melihat mobil mobil murah dan fitur yang dimiliki tapi juga jaringan dealer, bengkel, dan aftersales service.

Hingga saat ini sudah ada 115 diler di berbagai pelosok Indonesia. Semuanya dibangun dengan layanan 3S (sales, service, spare part). Tak hanya itu, menyesuaikan dengan konsumen yang sibuk dan tak mau repot, dihadirkah Wuling Mobile Service (WMS). Anda bisa melakukan perawatan di rumah, layanan darurat dengan mengontak 0 800 100 5050.

Sudah? Ternyata belum. Di hari 806 kehadiranya, Wuling melebarkan sayap bisnis. Pabrik yang ada di Indonesia dijadikan basis produksi di kawasan ASEAN. Pada 25 September 2019, Wuling Motors mengadakan seremoni ekspor pertamanya berupa model SUV. Sebagai tahap awal, Wuling Almaz dengan emblem Chevrolet Captiva dikirim ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.

Melihat akselerasi dari Wuling Motors selama 1.000 hari berada di pasar Indonesia, tentunya layak diapresiasi. Dua pertanyaan awal tentang kualitas produk asal China dan kemampuan bersaing pasar otomotif Indonesia dijawab Wuling.

Tantangan dan pekerjaan rumah tentu saja masih banyak dihadapan Wuling. Perjalanan masih panjang dan berat. Tapi setidaknya Wuling mampu membangun pondasi yang cukup kuat. Sebuah peribahasa Cina mengatakan, “Langkah pertama 1.000 kali beratnya, langkah selanjutnya akan seringan kapas.” Kita tunggu kejutan apa lagi yang akan dihadirkan Wuling Motors untuk pasar Indonesia.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Asuransi Astra Donasi Ribuan Masker Ramah Tuli dan Sembako di 24 Kota

JAKARTA, Carvaganza -- Asuransi Astra menyalurkan bantuan sebanyak 6.400 masker dan 1.100 paket sembako hasil kampanye sosial #MaskerTemanTuli. Masker-masker ramah Tuli tersebut dijahit langsung...

Lucid Air, Sedan Listrik yang Ingin Jegal Tesla Model S

NEWARK, Carvaganza.com – Sejak awal kehadirannya, Tesla Model S telah menjadi benchmark performa dan kecepatan di segmen mobil listrik. Berbagai pabrikan mencoba hadirkan pesaingnya,...

Versi Facelift 2020, Kia Picanto Punya Varian Crossover

SEOUL, Carvaganza.com – Kia Picanto generasi terbaru sudah beredar selama tiga tahun terakhir. Dari periode tersebut, kini sudah waktunya Picanto mengalami penyegaran. Kia Motors...

Banyak Permintaan Shipping, Bisnis Logisly Catat Pertumbuhan Selama Pandemi

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun 2020 telah berjalan menjadi periode yang sulit dari segi bisnis, khususnya karena pandemi COVID-19 yang terjadi. Banyak bisnis yang jatuh...

SPYSHOT: BMW Siapkan X8 Jadi Model SUV Termahal?

MUNICH, Carvaganza.com – BMW pernah menyatakan tidak berencana untuk membuat model SUV flagship, di atas X7 saat peluncurannya. Namun sepertinya rencana telah berubah, setelah...