Beranda EDITOR'S PICKS Roelof Lamberts, Mercedes Enthusiasm

Roelof Lamberts, Mercedes Enthusiasm

Tentang kenaikan penjualan Mercy di kalangan perempuan dan antusiasme klub serta komunitas.

Roelof Lamberts, Presiden Director and CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (Foto: Syaiful Achmad)

KEHADIRAN pria kelahiran Belanda ini di Indonesia sudah hampir dua tahun diawali ketika menjabat sebagai Director of Sales and Marketing Mercedes-Benz Passenger Cars PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia pada Maret 2015. Hal ini cukup membuatnya memahami pasar mobil di Indonesia, khususnya mobil premium. Sekarang Roelof Lamberts menjabat sebagai Presiden Director & CEO PT.Mercedes-Benz Distribution Indonesia dengan tanggung jawab yang tentunya lebih besar.

“Setelah hampir dua tahun di Indonesia, saya mengerti pasar mobil di Indonesia. Pasar mobil premium di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun lalu juga hanya mengalami sedikit kenaikan, meskipun kami belum mendapatkan angka penjualan pada bulan Desember 2016. Menurut saya, penjualan brand premium belum mendapatkan kenaikan penjualan yang signifikan jika dibandingkan dengan total penjualan mobil di Indonesia,” ujar pria pemegang gelar Business School of Economic dari Universitas Groningen ini.

“Kenaikan yang signifikan justru terjadi di penjualan mobil yang orang sebut di segmen Low Cost Green Car (LCGC), yang mana kami tidak mengerti definisi Green Car di sini kalau penerapannya pada mobil LCGC yang beredar di Indonesia pada saat ini,” tambahnya.

“Kami sendiri menghindari pemakaian istilah green car, jika konotasinya adalah ramah lingkungan seperti yang dimaksud. Kami memiliki sejumlah model yang memiliki emisi gas buang rendah dan bahkan nol persen. Kami memiliki model Smart yang full-electric atau pun B Class. Dan itulah yang menurut kami adalah mobil-mobil yang memiliki efek positif terhadap lingkungan.”

Namun terlepas dari itu, katanya, model-model baru Mercedes-Benz baik di kelas sedan maupun SUV/crossover mendapat sambutan hangat dari konsumen di Indonesia. “Mereka menyukai terobosan-terobosan yang kami lakukan baik di bidang desain, teknologi dan pelayanan purna jual. Yang menggembirakan lagi adalah jumlah konsumen kami dari kalangan perempuan pun meningkat, meski sebetulnya fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global. Kami mengapresiasi hal ini karena berarti kaum perempuan Indonesia sudah memahami dengan baik kendaraan yang kami produksi.”

“Kalangan perempuan di Indonesia pada saat sekarang ini sudah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mobil Mercedes-Benz dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan dan artinya mereka juga ikut menentukan keputusan di dalam keluarga. Bahkan kalangan perempuan menjadi kelompok yang cukup dominan dalam mengambil keputusan tersebut.” Menurutnya, kaum wanita memegang peranan penting dalam penjualan mobil Mercy pada tahun-tahun mendatang dan posisinya layak diperhitungkan. Tapi,  Iaia belum bisa memastikan berapa jumlah konsumen perempuan yang membeli Mercedes-Benz di Indonesia.

Dengan adanya fenomena tersebut, Mercedes-Benz Indonesia telah melakukan serangkaian program yang ada kaitannya dengan perempuan yang sesuai dengan target market brand. “Program ini bukan hanya dilaksanakan di Indonesia saja, tapi menjadi program global, tapi tentunya program-program itu disesuaikan dengan kondisi di negara ini.”

Dalam wawancara dengan Carvaganza Ia juga menyatakan ketertarikannya pada antusiasme orang Indonesia pada brand Mercedes-Benz. “Saya sangat mengapresiasi konsumen Indonesia terhadap model-model high-performance dari kami seperti AMG GTS, SLS AMG dan lain-lain. Setiap kali kami memproduksi kendaraan tersebut, kami mendapat banjir pesanan dari konsumen di sini. Ludes, padahal jumlah yang kami jual juga terbatas.”

Ia juga sangat mengapresiasi keaktifan klub dan komunitas Mercedes-Benz di Indonesia. “Saya sangat menyukai Indonesia. Selama saya bekerja di Mercedes dan ditempatkan di berbagai negara seperti Thailand, Italia, Belanda dan Swedia, hanya di Indonesia yang klub dan komunitas Mercedes-Benz begitu hidup. Di negara-negara lain ada klub dan komunitas Mercy, tetapi tak sehidup di sini.”

“Mereka begitu antusias dan jumlahnya puluhan. Kerap mengadakan kegiatan kumpul-kumpul (gathering) membawa anggota keluarga. Melakukan piknik dan kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya. Ikatannya pun sangat erat dan ini tidak ditemukan di negara-negara lain. Tentunya hal ini merupakan sebuah aset dalam mengembangkan brand Mercy di Indonesia  karena kami sudah memiliki basis loyal customer yang baik,” ujarnya menutup wawancara dengan Carvaganza.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Besok, Lexus Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya di Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com – Lexus siap menyambut era barunya di Indonesia, untuk akan masuk ke segmen elektrifikasi. Model full electric akan diluncurkan oleh Lexus di...

Wuling Almaz Limited Edition, Ada Fitur Khusus dan Dijual Hanya 100 Unit

JAKARTA, Carvaganza -- Menjelang penutup tahun, Wulig Motors menghadirkan satu produk anyar. Memang bukan model baru, namun edisi terbatas SUV pertamanya, yaitu Almaz Limited...

Meredes-Benz S-Class Terbaru Bisa Cari Parkir Sendiri Dan Jemput Pemiliknya Di Bandara

JAKARTA, Carvaganza.com – Teknologi mobil semakin canggih saja. Sekarang ini banyak produsen mobil yang sedang asyik mengembangkan teknologi otonom. Pengendara tinggal duduk santai di...

Dalam 8 Bulan, Suzuki XL7 Kuasai 12 Persen Segmen Medium SUV

JAKARTA, Carvaganza -- SUV Suzuki XL7 memang baru diluncurkan Februari 2020 lalu. Namun selama 8 bulan ia terus berkontribusi positif, baik dalam penjualan nasional...

BMW Astra Used Car Siapkan Dana 100 Milyar Untuk Beli BMW Bekas

JAKARTA, carvaganza – Dunia otomotif memang sedang terpukul karena pandemi COVID-19. Penjualan mobil baru terpuruk. Tapi bukan berarti kita harus berdiam diri. Justru hal...