Strategi Elektrifikasi Kia: Mobil Listrik Murah, SDV, dan Model Baru EV di Bawah EV2
Menyiapkan cukup beragam model baru, baik EV maupun bermesin ICE.
SEOUL, Carvaganza - Kia tengah menyiapkan deretan kendaraan listrik yang akan meluncur sebelum akhir dekade ini. Langkah tersebut menjadi transformasi besar dalam strategi elektrifikasi pabrikan asal Korea Selatan tersebut. Di antara lini itu terdapat mobil listrik entry level di bawah EV2. Kemudian platform generasi baru yang akan digunakan untuk pengganti model seperti EV6 dan EV9.
KEY TAKEAWAYS
Apa strategi utama Kia dalam pengembangan mobil listrik ke depan?
Kia berfokus pada peluncuran berbagai model EV, termasuk kendaraan listrik entry-level di bawah EV2, serta pengembangan arsitektur SDV (Software Defined Vehicle) yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak secara efisien dan modularitas sistem kendaraan.Apakah Kia masih akan menjual mobil bermesin pembakaran (ICE)?
Ya, Kia tetap mengembangkan mesin pembakaran internal (ICE) untuk pasar yang belum memiliki infrastruktur kendaraan listrik memadai, seperti Afrika Utara.Mereka sendiri telah meluncurkan EV3, EV6 dan EV9, serta akan menambah EV4 dan EV5 tahun ini. Selanjutnya EV2 menyusul pada 2026. Dengan perencanaan yang telah matang, Kini fokus utama Kia beralih ke pengembangan fase berikutnya, termasuk peralihan ke teknologi software-defined vehicle (SDV).
Salah satu proyek terpenting adalah pengembangan mobil listrik murah yang akan dipasarkan di bawah €25.000 (Rp475 jutaan). Model ini akan ditempatkan di bawah EV2, menjadi opsi paling terjangkau di jajaran EV Kia.
Kia EV1 RenderingFoto: Autocar
Teknologi EV range extender terbaru juga tengah dikerjaan, bersamaan dengan pengembangan hybrid dan model pengguna mesin konvensional. Mengingat Kia masih berencana untuk menawarkan lini lengkap yang berkembang ke van dan pikap.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 6 N Debut di Goodwood, Sports EV Penuh Gimik Baru
CEO Kia, Ho Sung Song menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan mobil murah. Ia menyebut bahwa pengembangan EV entry-level tersebut sudah berada dalam tahap yang cukup maju dan menjadi salah satu fokus utama perusahaan saat ini.
Meski demikian, Song mengisyaratkan bahwa Kia belum terburu-buru untuk menggantikan Picanto. Model city car mungil itu masih laris di Eropa dan tidak mendesak untuk diganti. Mengingat saat ini regulasi CO2 di Eropa yang semakin ketat menekan banyak pabrikan untuk mengganti modelnya, Kia masih mampu memenuhi kriteria yang diberikan.
Picanto sendiri mendapatkan pembaruan besar pada 2023 dan akan terus dijual. Ia baru akan diganti ketika Kia berhasil merancang model baru dalam bentuk city car dengan harga lebih murah.
Kia PicantoFoto: Kia
Ada kemungkinan Picanto dan EV entry-level akan dijual bersamaan. Ini mengikuti cara beberapa produsen yang menjual model ICE dan EV dalam segmen yang sama secara paralel. Strategi tersebut pun terbilang sukses.
Karim Habib, Design Director Kia, mengungkapkan bahwa perusahaan mengambil inspirasi dari merek Jepang, Muji untuk merancang kendaraan kecil. Muji sendiri merupakan perusahaan yang menjual pakaian dan kebutuhan rumah tangga dengan pendekatan sederhana dan fungsional. Menurut Habib, Kia juga mengeksplorasi opsi personalisasi pada mobil kecil ini.
Lebih lanjut, Kia juga tengah mengembangkan arsitektur SDV (software-defined vehicle) untuk mobil-mobil besar masa depan. SDV memungkinkan integrasi sistem kendaraan secara terpusat, yang menjanjikan keandalan dan stabilitas yang lebih baik.
Dengan arsitektur SDV, pembaruan perangkat lunak menjadi lebih mudah dilakukan dan bisa diterapkan ke banyak model secara bersamaan. Song mengungkapkan, langkah tersebut turut mengizinkan Kia untuk memisahkan pengembangan perangkat keras dan lunak, sekaligus mengurangi waktu pengerjaan.
Kia EV2 ConceptFoto: Kia
Song menyebut bahwa pengembangan arsitektur SDV telah berlangsung selama tiga tahun. Sebuah proyek konsep bernama ‘SDV Pace Car’ akan menjadi kendaraan uji untuk arsitektur baru ini. Kemungkinan besar dikenalkan dalam bentuk prototipe tahun depan.
Bila sesuai jadwal, pengganti EV6 akan menjadi salah satu model pertama yang menggunakan arsitektur 800V SDV ini. Begitu pula dengan EV9 generasi kedua yang dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade.
Kia juga akan memanfaatkan pengalaman dari lini van Purpose Built Vehicle (PBV) untuk pengembangan mobil penumpang masa depan. Van pertama Kia, PV5 akan disusul oleh PV7 pada 2027 dan PV9 pada 2029. Semua model ini dirancang dengan integrasi software-hardware yang canggih.
Opsi seperti hybrid, plug-in hybrid dan Extended-Range Electric Vehicles (EREV) memberikan fleksibilitas bagi konsumen dengan kondisinya yang beragam.
Kia PV5 ConceptFoto: Kia
Kemudian teknologi EREV akan sangat bermanfaat untuk kendaraan besar dan berat, yang masih menghadapi tantangan dalam efisiensi jika sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Model dengan penambah daya jelajah Kia dikabarkan perdana diluncurkan pada akhir dekade ini.
Sementara itu, mesin pembakaran internal masih tetap dikembangkan oleh Kia untuk pasar seperti Afrika Utara, yang belum memiliki infrastruktur kendaraan listrik yang memadai. Song menegaskan bahwa Kia tidak akan menetapkan tenggat waktu untuk menghentikan pengembangan ICE.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga:
Honda Bertahan di Posisi 3 Penjualan, Siap Pamer Mobil Hybrid dan Konsep di GIIAS 2025
Mobil Lubricants Ajak Konsumen dan Rekanan Nonton Film F1 Bareng Chicco Jerikho
MG 4 EV Siap Diperbarui Bulan Depan, Upgrade Signifikan Luar dan Dalam
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Kia Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature