Beranda Updates Mitsubishi: MPV Sejati Itu Gerak Roda Depan

Mitsubishi: MPV Sejati Itu Gerak Roda Depan

LOMBOK, Carvaganza.com – Sampai saat ini terus terjadi perdebatan soal drivetrain ideal untuk sebuah MPV, antara front wheel drive atau rear wheel drive, penggerak roda depan atau belakang. Oleh pihak Mitsubishi, dikatakan bahwa sejatinya MPV menggunakan penggerak roda depan (FWD).

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), melalui brand ambassador Rifat Sungkar dan Ilham Iranda Syahputra selaku Head of Sales & Dealer Management Region 3 Department menegaskan hal tersebut.

Penggerak roda depan disebut paling ideal untuk MPV karena mendukung kebutuhan dan filosofinya sebagai kendaraan penumpang. Karena itulah Mitsubishi menggunakan opsi drivetrain tersebut untuk MPV andalannya saat ini, Xpander.

Isu tentang dua jenis penggerak ini terus berkembang di kalangan konsumen, yang secara tidak langsung berpengaruh pada kultur dan preferensi konsumen membeli kendaraan.

“Sebenarnya filosofi produknya sih. Begini, small MPV itu berangkatnya mobil keluarga yang dipakai di perkotaan bisa dipakai jalan-jalan ke luar, oke,” jelas Rifat di sela acara media di Lombok, Nusa Tanggara Barat.

“City car manapun punya filosofi adalah manfaatkan semua ruang kecil untuk bisa mendapatkan space besar, itu filosofinya. Lo cari semua city car, cari yang rear wheel, ada nggak? Lagi-lagi konsepnya adalah memanfaatkan semua ruang compact, untuk itu, jadi semuanya serba compact,” kata dia.

Selain itu, Rifat juga mengatakan bahwa untuk mobil berpenggerak roda belakang membutuhkan lebih banyak komponen untuk pengoperasiannya. Hal tersebut kemudian dikaitkan pada perawatan atau maintenance mobil, yang berpengaruh pada biaya juga.

Ilham kemudian menambahkan, bahwa dengan penggerak roda belakang, kenyamanan penumpang di dalam kabin ikut terpengaruh. Selain karena adanya ‘terowongan’ penghubung mesin ke gardan, bagian tersebut juga menghasilkan suara saat mobil melaju.

“Kita semua pernah ngalamin, naik MPV pesaing kita itu, masuk gigi atret (mundur), berdengung, itu pasti berdengung. Depan, tengah, belakang, ada suara saat pindah gigi, ini cerita sama sales di lapangan,” kata Ilham.

Di segmen sekelas Xpander saat ini, produk Low MPV yang menggunakan penggerak roda belakang yaitu Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Wuling Confero. Sementara mayoritas Low MPV yang ada di pasar berpenggerak roda depan.

Kiblat ke MPV Premium

Selain faktor kenyamanan dan kepraktisan, Mitsubishi juga berkaca pada produk MPV premium yang seluruhnya berpenggerak roda depan. Hal tersebut menjadi alasan lain Mitsubishi membuat Xpander dengan pilihan drivertrain tersebut.

Toyota Alphard dan Vellfire saja pakai penggerak roda depan. Gerak roda belakang itu lebih cocoknya untuk mobil kerja (pengangkut),” tambah Ilham.

Kecuali Mercedes-Benz V-Class dan Volkswagen Caravelle, mayoritas MPV mewah saat ini memang berpenggerak roda depan. Sebut saja Nissan Elgrand, Honda Odyssey, dan bahkan Mitsubishi Delica sendiri juga berpenggerak roda depan.

Pilihan tersebut karena kenyamanan menjadi prioritas dalam pengembangan MPV, bukannya performa. Di Indonesia sendiri, masih sering beredar anggapan bahwa mobil berpenggerak roda depan kurang bisa diandalkan untuk melalui tanjakan.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Nissan Magnite World Premiere di India, Ini Fitur-Fitur Menariknya

NEW DELHI, carvaganza.com – Pabrikan Nissan pada hari ini Rabu (21/10) melakukan premiere global Magnite di India. Sekaligus membuka tabir rumor yang berseliweran dalam...

MG Motor Indonesia Tunjuk Donald Rachmat Sebagai General Director Baru

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai pemain paling baru di kancah otomotif nasional, MG Motor Indonesia terus membuat strategi memperkuat posisinya. Yang terbaru adalah dengan mengangkat...

Hyundai i20 N 2021 mendebut, Versi Kencang Hanya Tersedia Girboks Manual

SEOUL, carvaganza.com – Memang mobil-mobil kecil dengan tenaga besar agak mengalami kemunduran. Cupra Ibiza, Audi S1 dan Renault Clio R.S sudah out, tapi masih...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta ( Bagian 3)

Klaus-Günter Jacobi berhasil membawa sahabatnya, Manfred Koster keluar dari Jerman Timur menggunakan BMW Isetta yang telah dimodifikasi. Rencananya ini dibantu dua orang pelajar yang...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Bagian 2)

Menyembunyikan orang di dalam mobil yang lebarnya tak lebih dari 127 cm dan panjang 228 cm itu jenius sekaligus gila. Jenius karena orang lain...