Beranda Drives Mercedes-AMG C43 Coupe, Comfortably Powerful

Mercedes-AMG C43 Coupe, Comfortably Powerful

Kolaborasi Mercedes dan AMG berhasil menciptakan sebuah coupe dengan performa tajam tapi tetap nyaman.

Foto-Foto: Valdo Prahara/Carvaganza

UNTUK merayakan ulang tahun AMG ke-50, Mercedes-Benz meluncurkan line-up model baru dengan satu persamaan, semua menggunakan mesin V6 twin turbo 2996cc bertenaga 367 hingga 401 hp berkat sentuhan jenius AMG. Setiap model menggunakan kode 43. Rangkaian ini tersedia dalam varian sport SUV, sedan, convertible dan tentunya sport coupe: Mercedes-AMG C43 Coupe.

Saya menyukai siluet Mercedes-AMG C43 Coupe karena mirip supercar AMG GT. Sport Coupe ini terlihat agresif dengan bemper depan dan air intake sporty yang dilengkapi splitter krom di bawah. Bagian belakang juga tak kalah sporty dengan diffuser matte iridium silver yang diapit knalpot besar berlapis krom.

Begitu masuk ke interior, kabin terasa lapang berkat panoramic roof. Pandangan saya langsung fokus pada center console berlapis serat karbon yang mengalir turun dari Central Media Display 7 inci. Aksen metal dan wood trim membuatnya terlihat mewah. Apalagi dengan speaker cover dari Burmester surround sound system.

Saat duduk di belakang kemudi, saya mudah mendapatkan posisi ideal karena jok AMG Performance yang ergonomis. Biasanya coupe tak menyediakan ruang yang lapang untuk penumpang belakang. Tapi kursi belakang C43 memiliki kemiringan yang tepat dan leg room yang nyaman untuk saya dengan tinggi 174 cm. Bentuk dan bantalan jok belakang yang keras membuat penumpang tetap nyaman untuk waktu lama.

Mobil-mobil AMG terkenal dengan geraman knalpotnya yang sangar, begitu pula dengan C43. Meski suaranya tak seberat C63 yang bermesin V8, C43 tetap menghasilkan raungan galak saat berakselerasi sehingga layak menyandang nama besar AMG. Mobil ini memiliki lima mode pengemudian: Eco, Comfort (default), Sport, Sport+ dan Individual. Saya merasa dua mode pertama terlalu “umum”, tak sesuai dengan karakter C43 Coupe yang sporty. Seharusnya mode default ada di Sport karena respon mesin, transmisi, setelan peredam kejut dari suspensi sport AMG Ride Control, dan bobot kemudi semuanya sangat cocok dengan karakternya tapi tidak hardcore.

Dari yang saya rasakan, C43 Coupe sangat pas untuk dikemudikan dengan intensitas sekitar 80-90%. Saat melibas Tol Jagorawi, mobil ini dengan mudah melahap 0-100 km/jam dalam 4,7 detik, bahkan di tanjakan sekali pun. Dengan transmisi 9-kecepatan 9G-TRONIC, tenaga sebesar 362 hp sudah lebih dari cukup untuk menarik coupe seberat sekitar 1.800 kg plus penumpangnya sampai top speed 250 km/jam.

Saat jalanan mulai meliuk di Cipanas, Puncak, suspensinya menjadi bintang. Selain peredam kejut yang kekakuannya dapat diatur secara elektronik, sport coupe ini juga memiliki steering knuckle dan sudut kemiringan roda khusus. Tak terasa adanya understeer. Bahkan ketika hard braking sambil menikung, roda depan tetap mencengkeram. Mengingat torsi mesin AMG V6 yang mencapai 520 Nm, mobil ini cukup berisiko overslide saat keluar dari tikungan. Tapi dengan all-wheel drive AMG Performance 4MATIC yang bekerja di belakang layar, semua roda 19 inci C43 menghasilkan akselerasi maksimal. Fitur canggih ini mendistribusikan torsi hingga 31% (roda depan) dan 69% (roda belakang).

Saya pindah ke mode Sport+ dengan transmisi otomatis. Tapi pola perpindahan giginya terlalu agresif karena komputer C43 Coupe akan menggunakan gigi serendah mungkin sehingga rpm di putaran tertinggi. Memang kondisi ini memberikan respon akselerasi terbaik. Namun kalau terlalu sering, saya menjadi tak nyaman. Maka saya mengambil alih dengan paddle shift di setir ketika akan menyalip. Dalam kondisi berbeda, kerja transmisi otomatisnya sangat memuaskan. Apalagi saat mendengar fitur double-declutching beraksi saat turun gigi.

Tidak banyak keluhan pada C43 Coupe kecuali suara klaksonnya. Jika ditekan, suaranya halus sebelum akhirnya lantang. Karakter ini cocok untuk negara asalnya, Jerman. Tapi di Jakarta, kita butuh klakson yang langsung lantang karena banyaknya pengguna jalan raya yang tak disiplin.

C43 Coupe bisa jadi salah satu pilihan terbaik bagi penggemar performance car yang nyaman, baik untuk pengemudi maupun penumpang. Biasanya tenaga dan performa besar mengintimidasi pengemudi. Tapi tidak dengan mobil ini. Tenaganya masih terjaga berkat fitur all-wheel drive canggih sehingga tak menakutkan. Dan sesuatu yang tak menakutkan lebih mudah untuk dinikmati.

Spesifikasi Mercedes-AMG C43 Coupe
Layout Kendaraan: Coupe, 2 pintu, 4 penumpang, mesin-depan, AWD
Mesin: V6 3,0 L Twin-Turbocharger/  367 hp @ 5500-6000 rpm / 520 Nm @ 2000-4200 rpm
Transmisi: A/T 9-kecepatan 9G-TRONIC
P x L x T: 4686 x 1810 x 1405 mm
Wheelbase: 2840 mm
Bobot kosong: 1735 kg
0-100 km/jam: 4,7 detik
Top Speed: 250 km/jam
Kapasitas Tangki: 66 L
Rekomendasi BBM: RON98

RENALDI HUTASOIT

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Last Updates

OLX Gandeng OtoSpector Sediakan Layanan Inspeksi Mobil Bekas

JAKARTA, 22 Januari 2019 – Platfom jual beli otomotif, OLX, bekerja sama dengan OtoSpector menghadirkan layanan inspeksi mobil bekas. Layanan...

Lexus LX 570 SPORT Hadir di Indonesia Harga Rp 3,255 Miliar

JAKARTA, 22 Januari 2019 – Cukup lama tak terdengar, Lexus Indonesia mengawali tahun 2019 dengan menghadirkan High Luxury SUV, yaitu...
video

VIDEO: Merasakan Kenikmatan BMW Seri 6 GT di Indonesia

JAKARTA, 22 Januari 2019 - BMW Indonesia telah menghadirkan BMW Seri 630i GT (Gran Turismo) di Indonesia. Mobil ini merupakan SUV hasil perpaduan...

MINI Cooper S 3-Door Edisi 60 Tahun Hanya Dijual 500 Unit

COWLEY, 22 Januari 2019 – Merek MINI tahun ini akan memasuki usia ke-60 tahun, sejak pertama kali hadir sebagai BMC...

Carlos Ghosn Dipecat, Mobil Kolaborasi Renault-Nissan-Mitsubishi Tetap Dibuat

YOKOHAMA, 22 Januari 2019 – Penyelidikan terkait skandal yang dilakukan oleh Carlos Ghosn masih berlangsung, terkait kasus penggelapan laporan pendapatan....