Beranda Drives Menyiksa Land Rover All New Discovery di Coral Pink Sand Dunes

Menyiksa Land Rover All New Discovery di Coral Pink Sand Dunes

UTAH, 28 Februari 2017 – Badan yang lumayan letih setelah menjajal Land Rover All New Discovery di hari pertama terbayarkan dengan istirahat di hotel eksotik Amangiri Resort, Canyon Point, Utah. Di hotel yang berada di tengah-tengah gurun, dan bertarif paling murah, ehem…. US$ 1600 atau sekitar Rp 21 juta per malam ini, kami bermalam sebelum dijadwalkan menempuh rute sekitar 300 km di hari kedua.

Perjalanan kami di hari kedua dimulai tepat pukul 8 pagi. Kali ini saya mendapat kesempatan menjajal Land Rover All New Discovery HSE 3.0L Si6 bermesin bensin. Kami berangkat menuju tempat makan siang di Pink Coral Sands Dune State Park yang terkenal itu.

Pada 10 kilometer pertama kami melewati jalanan tanah untuk menguji kemampuan 4×4 mobil ini. Untuk memastikan mobil dapat melalui semua jenis permukaan jalanan, Land Rover memasang fitur “Terrain Response 2”. Fitur ini terbilang cukup canggih. Fitur ini secara otomatis akan memantau kondisi jalanan yang dilalui. Pilihannya mulai general driving (aspal), grass, gravel and Snow, Mud and Ruts, Sand, hingga Rock Crawling.

Kami juga sempat mencoba kemampuan fitur “All Terrain Progress Control (ATPC)”, yang memungkinkan pengemudi melewati kondisi jalanan ekstrem bahkan tanpa harus menginjak pedal gas dan rem. Dengan fitur ini, pengemudi cukup mengatur kecepatan mobil melalui tombol cruise control agar dapat fokus hanya pada lingkar kemudi.

Baca juga: Menjajal Land Rover All New Discovery di Gurun Mojave Utah

Saya benar-benar dimanjakan mobil berkemampuan wah ini. Mobil bisa “memanjat” jalanan yang dihiasi batu-batu sangat besar tanpa harus menginjak gas dan rem. Cukup mengatur crawl speed mobil melalui tombol cruise control.

Sama dengan versi diesel, suspensi udara full independent yang terpasang di All New Discovery ini juga mampu membuat artikulasi pergerakan roda hingga 50 cm. Ini yang membuat All New Discovery dapat menaklukkan tantangan rock crawling tanpa membuat bodi mobil terbentur batu, atau melewati genangan air sedalam 90 cm tanpa masalah.

Di atas aspal, mesin bensin memang lebih responsif sekaligus lebih senyap dibandingkan versi diesel. Tapi, bagi saya, rasanya versi diesel lebih menyenangkan untuk digunakan di trek off-road yang ekstrem. Mungkin karena lonjakan torsi dan tenaganya lebih linear dibandingkan mesin bensin.

Di trek off-road, baik tanah kering (gravel), lumpur, es dan pasir, tenaga dan torsi yang membuncah terkadang malah menyulitkan karena membuat roda mobil cenderung spin hingga malah membuat roda makin membenam.

Kesaktian teknologi Terrain Response 2 kembali terbukti ampuh saat kami melintasi gunung pasir Coral Pink Sands Dune. Setelah mengempeskan ban hingga sekitar 10 psi agar telapak ban melebar, kami dipandu oleh para off-roader profesional dari Land Rover untuk melintasi bukit-bukit pasir halus yang sangat lunak. Jangankan mobil, kaki kita pun bisa amblas hingga ke mata kaki jika salah melangkah.

Distribusi bobot yang seimbang, 50:50, ditambah aneka fitur penunjang sistem 4×4 seperti low gear ratio, membuat mobil ini dapat menuruni bukit pasir dengan kecuraman 45 derajat. Awalnya cukup mengerikan bagi saya, karena begitu mobil turun perlahan, pemandangan yang terlihat dari kaca depan hanyalah pasir semata. Jika tidak menggunakan seat belt, mungkin tubuh kami akan terlempar menembis kaca depan ke kap mesin.

Tapi setelah menuruni dan mendaki beberapa bukit pasir dengan kecuraman ekstrem tersebut, Land Rover All New Doscovery malah melahirkan rasa percaya diri yang besar bagi siapapun yang mengemudikannya, termasuk mereka yang baru pertama kali melakukan aksi off-road.

Usai makan siang kami keluar dari perbukitan pasir yang beken di kalangan penggila off-road di Amerika itu dan kembali ke lapangan terbang Saint George. Kali ini, kami mengambil jalan berputar melewati jalanan gravel di sebagian negara bagian Arizona. Di atas gravel, Land Rover All New Discovery mampu melaju stabil dalam kecepatan tinggi, layaknya mobil rally.

Hari itu, kami benar-benar menikmati “menyiksa” Land Rover All New Discovery. Dari mengajaknya memanjat bebatuan lembah Navajo, menari di perbukitan pasir Coral Pink, hingga melaju hingga 110 mil per jam di jalanan aspal yang sangat lurus yang menghubungkan kota Fredonia di Arizona dan kota Kanab di Utah.

Tiba di lapangan terbang St. George, pesawat VIP carteran Boeing 737-300 sudah menanti untuk menerbangkan kami kembali ke Los Angeles.

Sekian dulu ya. Nantikan laporan lebih detail test drive Land Rover All New Discovery di Utah, Amerika Serikat, di majalah Carvaganza.

MUNAWAR CHALIL (UTAH)

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Generasi Baru Mazda2 akan Pinjam Basis Yaris Hybrid

HIROSHIMA, Carvaganza.com – Bila ingat beberapa tahun lalu, Mazda dan Toyota menjalin kemitraan yang salah satunya diwujudkan lewat rebranding Mazda2. Saat itu, Mazda2 digunakan...

Kisah Nyata Di Balik Mercedes-Benz 600 Pullman John Lennon

JAKARTA, carvaganza.com – Tak ada nama yang lebih tenar selain dari John Lennon dalam hal perdamaian dunia. Bebeda dari John F. Kennedy atau tokoh...

Nissan Terra Dapat Facelift, Adopsi Nama SUV Klasik

YOKOHAMA, Carvaganza.com – Setelah cukup lama beredar, Nissan Terra akhirnya resmi mengalami penyegaran alias facelift tahun ini. Untuk versi improvement ini, Nissan mengadopsi nama...

MODIFIKASI: Mitsubishi Bravo, Yang Masih Sedarah Dengan Suzuki Every Dan Wuling

NEW YORK, carvaganza -  Ada yang pernah dengar Mitsubish Bravo? Mungkin tak pernah karena nama itu tak familiar dan memang nama mobil tersebut tak...

Tertarik Balapan Lain, Audi akan Tinggalkan Formula E

INGOLSTADT, Carvaganza.com – Audi memberikan kejutan di akhir tahun 2020 ini, dengan mengumumkan akan menyudahi partisipasinya di Formula E. Strategi baru Audi di motorsport...