Beranda Drives McLaren 720S 2018, Tech and Faith

McLaren 720S 2018, Tech and Faith

Supercar ini tak hanya mengandalkan mesin di atas 700 hp, tapi juga teknologi sebagai otaknya.

Foto-foto: Deni Mochtar

CAR ENTHUSIAST bilang driving is believing. Driving bisa meyakinkan orang tentang karakter sebuah mobil dan mengubah sensasi menjadi keinginan. Seperti ketika saya mengemudikan McLaren 720S 2018 di Bridgestone Proving Ground.

Sebelum mengemudikan supercar bertenaga 720 PS (710 hp) ini, ragam literatur dan hasil obrolan beberapa kali dengan Irmawan Poedjoadi, CEO McLaren Jakarta, menyingkap karakter McLaren yang lain dengan supercar lainnya. Pabrikan ini memang menyuguhkan supercar yang sarat dengan teknologi terkini dengan ruh motorsport F1. Latar belakangnya memang mirip dengan Ferrari berawal dari motorsport F1. Kendaraan ini heavy dengan teknologi otomotif, terutama teknologi yang dipakai oleh F1 modern.

Nah, mobil yang dicoba oleh Carvaganza di Sirkuit Bridgestone, Karawang ini termasuk ke dalam kategori Super Series di dalam line-up McLaren di mana posisinya menggantikan McLaren 650S. Carvaganza juga pernah mencoba McLaren 570S yang masuk dalam kategori Sport Series. Sedangkan kategori tertinggi dalam line-up supercar Inggris ini adalah Ultimate yang diisi oleh McLaren P1 dan McLaren Senna.

Pabrikan mengklaim McLaren 720S merupakan supercar generasi kedua yang pertama dilahirkan oleh McLaren dan 91 persen komponen yang terdapat di dalam mobil ini totally new, meskipun mesin tengah V8 twin-turbo 4.0 liternya adalah pengembangan dari mesin 3.8 liter yang dipakai oleh MP4-12C.

Seluruh desain bodinya memiliki makna aerodinamika. Irisan-irisan dan lekuknya menghasilkan nilai aerodinamika yang sangat efisien sehingga menurunkan drag kendaraan. Kendaraan ini sangat aerodinamis dan enteng. Salah satu poin utama dari desain bodinya adalah hilangnya radiator intakes di samping kendaraan yang bentuknya mirip lubang. Fungsinya digantikan oleh ‘double skin aerodynamic’ dalam bentuk pintu dihedral yang mengalirkan angin ke radiator untuk mendinginkan mesin. Begitu juga lubang-lubang di bagian depan maupun diffuser di belakang yang berfungsi memaksimalkan aerodinamika.

Konsep dasar mobil ini juga sama dengan 650S. Dilengkapi dengan sistem suspensi aktif diatur oleh komputer dan filosofi desainnya pun sama namun hardwarenya berbeda dengan geometri depan dan belakang juga berbeda. Sistem yang baru ini membuat bobot 720S lebih enteng 16kg. Sistem ini juga dilengkapi dengan accelerometer dan sensor tekanan di bagian atas dan bawah damper suspensi yang mengirimkan data ke otak komputer mobil.

Nah yang harus diketahui juga, core dari kendaraan ini adalah monokoknya terbuat dari serat karbon utuhan (one-piece) yang terintegrasi dengan atap mobil dan konsep ini sama dengan struktur Monocage pada McLaren P1. Monokok yang disebut Monocage II ini membuat bobot mobil lebih enteng 18 kg dibandingkan dengan monokok + atap 650S sehingga memudahkan engineer membuat dihedral door dengan bolongan pintu yang lebih besar untuk mempermudah keluar masuk mobil.

Ketika Anda memasuki kabin, layout sangat simpel namun mewah dan dibuat memang fokus untuk pengemudi  (driver-oriented) dengan aura balap yang kental teknologi. Nah, otak dari teknologi itu terdapat pada layar sentuh sebesar dua kali smartphone di mana dari situ Anda bisa memilih ragam pengaturan mobil.

McLaren 720S termasuk dalam kategori mobil sport dengan pandangan luas ke ragam penjuru sehingga enak di mata. Jok balap cukup nyaman dan bisa diatur secara elektrik. Posisi duduk low slung tinggal diatur dengan ketinggian setir. Lantas tekan tombol start stop dan luncurkan kendaraan dengan mode pengendaraan Comfort, Sport dan Track.

Mesin V8 twin-turbo 4000 cc terus meraung-raung dikala Anda membejek McLaren di trek lurus 850 m Bridgestone Proving Ground searah jarum jam yang langsung disambut oleh tikungan pelan 60 km/jam pada gigi 2 lantas ketika mencapai apex tekan gas lagi untuk menyambut tikungan medium ke kiri dan lantas trek lurus sekitar 300 meter.

Tenaga maksimal 720 PS akan tersentak keluar dan bisa menghempaskan kepala Anda ke belakang ketika mobil keluar dari Tikungan 2 untuk mencapai kecepatan maksimal di trek lurus 820 m. Mobil terasa enteng namun stabil mencengkeram aspal ketika saya melibas Tikungan 1 medium salah satunya berkat fitur traction control dan electronic stability control yang disematkan pabrikan. Tak perlu banyak mengoreksi setir, tinggal disesuaikan saja dengan kurva membelok.

Pada bagian belakang terdapat sayap yang akan aktif dengan sudut 30 derajat untuk memberikan tambahan downforce dan akan menjentik sampai 80 derajat untuk membantu pengereman dan membantu menstabilkan mobil jika melakukan heavy braking.

Kendaraan ini adalah supercar yang mudah dijinakkan dan Anda akan mudah beradaptasi. Pabrikan mengklaim supercar ini dapat sprint dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 2,8 detik atau setengah detik lebih cepat dibandingkan Ferrari 488. Kalau Anda menginginkan pengendaraan yang sensasional, tinggal pindahkan saja mode pengendaraan mau ke Comfort, Sport atau Track. Nikmati kekerasan suspensi  Double Wishbone, Adaptive Dampers, Proactive Chassis Control II yang berbeda-beda dan raungan mesin yang semakin menggelegar.

Nah, panel instrument digital atau cluster meter di belakang kemudi dapat diubah. Jika kita memakai mode Track, cluster meter akan melipat ke dalam tinggal layar tipis digital yang berisikan informasi gigi transmisi, rpm mesin dan kecepatan. Jika ingin menambah sensasi mengemudi, pakai tuas paddle shift 9-kecepatan setelah Anda memilih toggel Drive. Untuk memosisikan mobil pada kondisi Netral atau Mundur, juga pencet toggel.

Setelah sedikit bosan melahap sirkuit sampai lebih dari 16 lap, saya menikmati sistem audio Bower & Wilkins dengan mode pengendaraan Comfort dan setelah itu istirahat. Membiarkan fotografer dan videografer mengambil gambar.

McLaren 720 S 2018

Layout kendaraan: Supercar, mesin tengah-belakang, 2 pintu, 2 penumpang, RWD
Mesin: V8 twin-turbo 4.0L/ 710 hp @7250 rpm/770 Nm @ 5500 rpm
Transmisi: A/T 7-kecepatan
PxLxT: 4543 x 2161 x 1196 mm
0 – 100 km/jam: 2,8 detik
Top speed: 341 km/jam

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Last Updates

Renault Siap Bawa MPV 7 Seater ke Indonesia

JAKARTA, 21 Januari 2019 – Setelah mengambil-alih hak penjualan Renault di Indonesia dari tangan Indomobil, PT Maxindo Renault Indonesia menyiapkan...

Wah, Ada T-Rex Ikut Unjuk Rasa di Detroit Motor Show

DETROIT, 21 Januari 2019 – Sebuah hal unik terjadi di sela berlangsungnya Detroit Motor Show 2019, dengan adanya unjuk rasa...

Schumacher Resmi Bergabung Kembali ke Ferrari

MARANELLO, 21 Januari 2019 – Nama besar Schumacher resmi bergabung kembali ke keluarga Ferrari menyusul kesuksesan yang pernah diraih keduanya...

Tinggalkan Indomobil, Renault Kini Dipegang Nusantara Group

JAKARTA, 21 Januari 2019 – Lepas dari Indomobil Group, Renault akan semakin galak dalam melakukan penetrasi di pasar Indonesia. Renault...

Millennial Road Safety Festival 2019 Digelar di 34 Provinsi

JAKARTA, 21 Januari 2019 – Guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara bagi anak muda millennial, Korps Lalu Lintas Polri bekerjasama dengan...