Beranda Updates Laba Anjlok 80%, Toyota: COVID-19 Lebih Buruk dari Krisis Ekonomi 2008

Laba Anjlok 80%, Toyota: COVID-19 Lebih Buruk dari Krisis Ekonomi 2008

Foto: theglobeandmail.com

TOKYO, Carvaganza.com – Pandemi virus corona di seluruh dunia, lockdown di berbagai negara, penghentian pabrik, penutupan lokasi bisnis, kegiatan ekonomi, PHK, menurunnya daya beli. Rentetan ini akhirnya berdampak pada pabrikan otomotif. Imbas kerugian dari virus corona dirasa oleh pabrikan otomotif dunia, bahkan raksasanya pun terdampak cukup mengkhawatirkan. Melansir dari Reuters, Selasa (12/5/2020) kemarin, Toyota memprediksi penurunan laba operasional sebesar 80 persen. Ini merupakan kondisi terburuk dan terendah dalam sembilan tahun ke terakhir.

Toyota sudah mulai membuka kembali secara bertahap beberapa pabrik mereka setelah sempat tutup sementara. Namun faktanya, permintaan kendaraan menurun karena banyak PHK dan ekonomi yang melambat di banyak negara.

“Wabah coronavirus memberikan dalam yang lebih besar dibandingkan krisis ekonomi 2008,” kata Toyota President Akio Toyoda dalam media live steraming global, Selasa (12/5) kemarin. “Kami memperkirakan akan mengalami penurunan penjualan yang sangat besar, tapi kami berharap tetap bertahan di zona hitam (profit). Kami berharap dapat menjadi pemimpin pemulihan ekonomi negara ini.”

Untuk tahun fiskal berjalan yang berakhir di Mei 2021, Toyota memperkirakan laba sekitar 500 miliar (US$ 4,66 miliar). Angka ini turun 80% dari 2,44 miilar Yen yang mereka dapatkan tahun final 2020. Dengan kata lain hitung-hitungan itu adalah yang terendah sejak fiskal 2011-2012.

Dari angka penjualan, raksasa Jepang itu meramalkan hanya akan menjual 8,9 juta mobil saja. Ini merupakan yang terendah dalam 9 tahun. Turun dari 10,46 juta dari periode sebelum.

Baca juga: Di Masa Pandemi, Bagaimana Nasib Model baru Toyota?

Dampak Global

Gambaran Toyota ini dapat menjadi bayangan betapa beratnya perjuangan pabrikan otomotif agar bisa pulih. Bagaimana tidak, mereka adalah salah satu raksasa otomotif paling profitable. Selain Toyota, kondisi yang sama juga menghantam Honda Motor dan General Motors. Meski begitu, satu per satu jenama besar memulai kembali operasional pabrik. Dieksekusi perlahan seiring pelonggaran regulasi yang membatasi gerak para pekerja. Pun belum bisa sepenuhnya pulih lantaran pandemi belum benar-benar usai.

Di masa pascacorona, output dari industri sendiri akan terbatas. Pasalnya, rantai pasokan terganggu, belum lagi penerapan standar operasional baru guna mencegah penyebaran virus. Jumlah giliran kerja dan jumlah pekerja mungkin dibatasi. Tak hanya itu, perusahaan tentu akan menyesuaikan kapasitas dengan jumlah permintaan.

Saat banyak orang kehilangan pekerjaan, dan perhatian soal krisis ekonomi, pertimbangan membeli barang seperti mobil juga akan menjadi nomor kesekian. Tidak mungkin untuk melakukan produksi sebanyak mungkin. Sebuah sumber Reuters menyebutkan, Toyota akan memangkas produksi mereka di Amerika Utara hingga sepertiga.

Baca juga: Toyota Indonesia Recall Alphard dan Vellfire, Ada Masalah di Seat Belt

Pulih Tahun Depan

Beberapa analis dunia menilai akan terjadi pemangkasan jumlah penjualan global tahunan sampai sepertiga bagian. Jauh lebih besar daripada saat krisis keuangan global yang mencatatkan penurunan 11 persen. Toyota berekspektasi penjualan tetap lemah sampai Desember, sebelum kembali ke tingkatan 2019 di tahun berikut.

Walau profit melemah dan marjin penjualan terpotong, dikabarkan upaya pengembangan tetap di taraf normal. Total lebih dari 1 triliun Yen dianggarkan untuk belanja modal dan investasi litbang, tidak berbeda jauh dari periode sebelum. “Kami tidak dapat berhenti berinvestasi untuk masa depan,” jelas Operating Officer, Koji Kobayashi, kepada Reuters.

Kondisi yag sama dialami Honda. Disebutkan mereka mencatat penurunan laba terendah dalam 4 tahun. Hal ini akibat anjloknya penjualan 28% senilai 52 miliar Yen. Ini merupakan catatan terburuk sejak 2016.

Sumber dan Foto: Reuters; CNA

AHMAD KARIM | RAJU FEBRIAN

 

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Kampanye Michelin Safe Mobility 2020, Berbagi Tips Aman Berkendara

JAKARTA, Carvaganza -- Michelin kembali mengadakan webinar dari rangkaian kampanye keselamatan dalam mobilitas atau Michelin Safe Mobility 2020 #AmanBersamaMichelin #Bergerak Aman. Kampanye yang didukung oleh...

TEST DRIVE: MG HS, Fitur Oke dan Punya Cita Rasa Sport (Bagian 1)

JAKARTA, carvaganza - Kehadiran Morris Garage (MG) ke kancah pasar nasional memang sempat dipandang sebelah mata. Pasalnya, ada embel-embel sebagai mobil Tiongkok dan stigma...

F1: Diwarnai Kebakaran Mobil Grosjean, Hamilton Menang di GP Bahrain 2020

SAKHIR, Carvaganza.com – Balapan penuh drama dan insiden terjadi pada seri Formula 1 Grand Prix Bahrain 2020, hari Minggu (29/11/2020). Mulai dari kecelakaan hebat,...

Mobil Konsep Peugeot Gambaran Masa Depan Mobilitas

JAKARTA, Carvaganza -- Peugeot menghebohkan gelaran Geneva Motor Show 2017. Mereka melansir mobil konsep unik yang diberi nama Instinct. Mobil ini langsung menarik perhatian karena...

Elon Musk Jadi Orang Terkaya Kedua Di Dunia, Tesla Semakin Bersinar

JAKARTA, carvaganza – Ragam terobosan yang dilakukan oleh Elon Musk telah menempatkan dirinya sebagai orang terkaya di dunia kedua. Kekayaannya sekarang mengalahkan Bill Gates,...