Beranda Updates Kupas Tuntas Transmisi CVT 6-Speed Wuling Cortez

Kupas Tuntas Transmisi CVT 6-Speed Wuling Cortez

JAKARTA, Carvaganza.com – Wuling Motors punya andalan di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan menghadirkan Cortez. Setelah lebih dari 1.000 hari kehadirannya di Indonesia, Cortez cukup sukses bersaing dengan para penghuni lawas segmen ini. Salah satu varian Wuling Cortez CVT jadi alternatif lumayan menarik bagi penggemar kendaraan keluarga.

Tak hanya tampilan dan fiturnya tapi juga kelebihan jenis girboks yang digunakan. Selain penyaluran lebih halus, konsumsi bensin bisa ditekan lebih irit dari model matik konvensional. Unit ini dibanderol Rp 255,5 juta tipe Comfortable dan Rp 290 juta untuk memboyong Luxury+. Semua banderol berstatus on the road Jakarta.

Ketika pertama kali diperkenalkan, Wuling Cortez berbekal transmisi i-AMT. Ini merupakan transmisi manual yang dibikin matik dengan cengkeraman tradisional. Sistem dikendalikan secara komputerisasi, bukan kaki kiri di pedal kopling. Perbedaan visual antara i-AMT dan otomatis konvensional berupa posisi roda gigi. Girboks otomatis konvensional memiliki PRNDL/PRND2L/PRNDS (+/-). Sedang i-AMT punya konfigurasi RNDS (+/-) berbeda dalam posisi ‘P’ untuk Parking.

Peningkatan kemudian dilakukan dengan menghadirkan peranti CVT atau singkatan dari Continous Variable Transmission. Teknologinya lebih unggul dari jenis i-AMT. Girboks CVT punya perpindahan gigi lebih baik.

Bahkan bisa disimulasikan secara manual jadi enam percepatan. Cortez CVT 6-speed mengenakan penyaluran tenaga garapan perusahaan tersohor asal Jerman, Robert Bosch. Sehingga tidak perlu diragukan lagi durabilitas transmisinya.

Baca juga: 5 Capaian Penting Wuling Motor di 1.000 Hari Pertama

Cara Kerja CVT

Oke, bagaimana sistem distribusi tenaga ini bekerja? Transmisi CVT menggunakan sepasang puli yang dihubungkan oleh belt atau sabuk baja. Keduanya terhubung ke tali baja. Bisa membesar dan mengecil serta bergerak ke kiri atau ke kanan menuruti perintah. Sesuai putaran mesin dan laju mobil. Perubahan kedua puli ini membuat diameter sabuk ikut berubah. Besaran inilah yang menjadi rasio gigi pada CVT.

Adanya rasio gigi ini bekerja secara luas pada transmisi CVT untuk membuat perpindahan gigi bergerak secara berkelanjutan. Jadi tidak ada jeda serta entakan di setiap perpindahan gigi. Racikan itulah yang bikin perpindahan gear pada transmisi terasa halus atau nyaris tidak terasa. Bisa Anda bandingkan sendiri tatkala menunggangi mobil bertransmisi matik konvensional.

Keunggulan lain, transmisi CVT ini juga memiliki bobot lebih ringan nan kompak dibandingkan matik konvensional. Tentu korelasinya dengan konsumsi bahan bakar mobil. Ia kerap digadang sebagai penentu besaran asupan bahan bakar. Sebab bisa mengatur rasio gigi secara instan dan menjaga putaran mesin (rpm) lebih rendah. Mobil hybrid pun banyak yang menggunakan sistem ini agar makin hemat BBM.

Ia sudah diprogram agar bisa menjaga putaran enjin plus mendistribusi tenaga kian optimal. Dalam beberapa situasi, seperti sedang mendahului kendaraan lain, ini sangatlah berguna. Itulah sebabnya banyak produsen mobil di Indonesia memilih menggunakan transmisi CVT di lini produk.

Baca juga: Catatan 1.000 Hari Wuling Motors di Indonesia, Sukses Lewat Efek Kejut

Mesin

Pasangan transmisi CVT ini adalah opsi mekanikal pacu naturally aspirated serta turbo. Yang pertama 4-silinder 1,8-liter DOHC VVT-i. Tenaganya 130 PS pada 5.600 rpm dan torsi puncak 174 Nm di rentang 3.600 – 4.600 rpm. Wuling Cortez 1.5L turbo pakai enjin empat silinder inline DOHC. Daya terlontar 141 PS, torsi puncak mencapai 250 Nm. Namun khusus turbo berpadu CVT dalam mode berkendara Eco dan Sport. Ramuan inilah yang membuat nilai tambah pada mobil. Selayaknya menjadi diferensiasi dari rival lain.

Untuk perangkat penunjang keselamatan berkendara. Wuling melengkapi Cortez CT dengan front and side airbag, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Emergency Stop Signal (ESS), Hill Hold Control (HHC). Tersedia pula Tire Pressure Monitoring System (TPMS), ISOFIX, Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB). Lalu sebagai sistem deselerasi, unit diberi ABS, EBD, Brake Assist.

Baca juga OTO: Mengenal Lebih Dekat Wuling Cortez CVT 6-Speed, Ini Keunggulan Transmisinya

ANJAR LEKSANA | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Grup Astra Berpartisipasi Pada Pelepasan Eskpor Dipimpin Presiden Joko Widodo

JAKARTA, carvaganza -  Grup Astra pada hari ini, Jumat (4/12) ikut berpartisipasi pada acara Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke pasar global yang dipimpin Presiden...

Beli Peugeot Bulan Desember, Dapat Voucher Belanja Plus Cicilan Ringan

JAKARTA, Carvaganza -- Desember identik dengan musim liburan. Pengujung tahun 2020 juga menjadi waktu bagi para agen pemegang merek memberikan panawaran istimewa untuk konsumen,...

Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Kompetisi Balap Virtual Honda Brio

JAKARTA, Carvaganza -- Mobile game berbasis android bertajuk Brio Virtual Drift Challenge digelar PT Honda Prospect Motor (HPM) pada September 2020 lalu. Untuk menambah...

Shell Terbitkan Buku 10 Tahun Partisipasi Indonesia di Shell Eco-marathon

JAKARTA, Carvaganza -- Shell memberikan sarana bagi anak muda dalam berkreasi dan berinovasi. Salah satunya melalui Shell Eco-marathon (SEM) Asia dan juga Drivers’ World...

Ichan Chaniago Terpilih Jadi Ketua Umum Baru AXIC 2020-2020

JAKARTA, Carvaganza - Komunitas otomotif besar di Indonesia, AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC), memiliki ketua umum baru di ujung tahun ini. Melalui pemilihan ketua umum...