Beranda Updates Kendaraan Komersial Buktikan Tak Kalah dalam Teknologi Hijau

Kendaraan Komersial Buktikan Tak Kalah dalam Teknologi Hijau

JAKARTA, Carvaganza.com – Pemerintah kian ketat melaksanakan aturan soal emisi gas buang. Tak hanya kendaraan penumpang, mobil komersial juga diharuskan siap menghadapinya. Ujung-ujungnya adalah lingkungan yang lebih ramah. Di Indonesia, angan-angan untuk menghadirkan kendaraan hijau masih jauh. Berbagai aspek penunjang sejauh ini belum bisa dibilang rampung.

Toh bukan berarti para pabrikan tak memikirkannya. Beberapa bahkan sudah menghasilkan kendaraan yang ramah. Ajang GIICOMVEC 2020 yang berlangsung 5-8 Maret 2020 lalu menjadi bukt. Agen pemegang merek menampilkan produk-produk berteknologi tinggi. Kendaraan yang ditampilkan tak hanya hybrid, tapi juga menggunakan penggerak listrik.

Hal ini menunjukkan jika pabrikan sudah siap menghadirkan dan menjual kendaraan elektrifikasi atau bahkan full listrik.

Baca juga: GIICOMVEC 2020: DFSK Perkenalkan Minivan Bertenaga Listrik

DFSK Gelora E

Meski menjadi nama baru di Tanah Air, setidaknya sampai saat ini, DFSK Motors merupakan salah satu pabrikan yang berani. Mereka menjadi pionir dengan menghadirkan minibus niremisi. Diberi nama DFSK Gelora E. Minivan ini sanggup berjalan hingga 305 km dalam satu kali pengisian penuh. Jarak yang cukup jauh untuk mobil sekelas ini.

Kemampuan ini berkat rangkaian teknis di kolong dek. Tepat di tengah kabin, DFSK menempatkan baterai berkapasitas 41,4 kWh. Sementara di kolong jok pengendara ada modul serta inverter listrik. Semua tenaga diterjemahkan oleh motor elektrik di sumbu roda belakang. Hasilnya produksi daya mencapai 73 Hp dan torsi sebesar 191 Nm. Momen puntir bisa digapai cukup instan berkat aliran listrik tadi.

Proses pengisian daya disediakan dalam dua opsi. Pertama, standard charging, yang membutuhkan waktu hingga 8 jam dari keadaan kosong hingga penuh. Tak bisa dibilang cepat memang. Namun untungnya, disediakan lubang pengisian fast charging. Yang satu ini hanya membutuhkan waktu 80 menit untuk mengisi baterai dari 20 persen sampai 80 persen. Dan jika dari keadaan mati, cukup colok kabel selama 2,5 jam, lalu tinggal nikmati jarak 300 km berikutnya. Praktis.

Untuk ukuran mobil niaga, fiturnya juga lengkap. Distribusi tenaga ke roda belakang memakai transmisi otomatis, dengan pengoperasian melalui kenop putar. Unik. Lantas konsol tengah diisi juga oleh layar, yang bisa menunjukkan kamera parkir, serta menyajikan berbagai kebutuhan entertainment. Hal-hal seperti sensor parkir, ABS, plus EBD juga tersedia.

Baca juga: Mitsubishi eCanter Usung Teknologi Anyar, Belum Dijual di Indonesia

Mitsubishi Fuso eCanter

Nama lain yang juga tak kahal getol adalah Mitsubishi. Jika di segmen penumpang, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia menjual Outlander PHEV, PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) yang bermain di segmen komersial membawa eCanter. Ia menjadi satu-satunya Light Duty Truck tanpa emisi gas buang. Unit yang dipamerkan pun merupakan versi produksi.

Truk ini dibekali enam modul baterai high voltage, dengan daya baterai total 82,8 kWh. Sementara motor elektriknya bisa memberikan gaya dorong sebesar 390 Nm, serta tenaga 180 Hp. Tercatat jarak maksimal sejauh 100 km, jika baterai dalam keadaan penuh.

Untuk pengisian, disediakan dua metode: Standard dan Fast Charging. Agak lama memang jika mengandalkan arus listrik AC. Kurang lebih memakan waktu 9 jam. Tapi jika melalui arus DC, atau fast charging, cukup luangkan waktu 1,5 jam dan Canter pun bisa berkelana sampai 100 km.

Fitur keamanan pun menjadi poin penjualan “Fuso biru”. Penahan laju sudah disisipi Anti-Lock Braking System (ABS), berikut ditanamkan juga Elektronic Stability Program (ESP). Dan bagusnya, Lane Departure Warning yang lumrah tertera di mobil penumpang kelas atas turut tersaji di sini.

Selain dua merek tadi, truk dan bus lain cenderung konvensional. Namun setidaknya, semua produk kini mengklaim engine diesel mereka sudah sanggup menelan solar B30, yang dinilai lebih ramah lingkungan. Hal ini dilakukan guna merespons regulasi baru yang mewajibkan kendaraan komersial memakai bahan bakar nabati.

Baca juga: GIICOMVEC 2020: DFSK dan Fuso Pamer Teknologi Ramah Lingkungan

HELM ALFRIANDI | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Asuransi Astra Donasi Ribuan Masker Ramah Tuli dan Sembako di 24 Kota

JAKARTA, Carvaganza -- Asuransi Astra menyalurkan bantuan sebanyak 6.400 masker dan 1.100 paket sembako hasil kampanye sosial #MaskerTemanTuli. Masker-masker ramah Tuli tersebut dijahit langsung...

Lucid Air, Sedan Listrik yang Ingin Jegal Tesla Model S

NEWARK, Carvaganza.com – Sejak awal kehadirannya, Tesla Model S telah menjadi benchmark performa dan kecepatan di segmen mobil listrik. Berbagai pabrikan mencoba hadirkan pesaingnya,...

Versi Facelift 2020, Kia Picanto Punya Varian Crossover

SEOUL, Carvaganza.com – Kia Picanto generasi terbaru sudah beredar selama tiga tahun terakhir. Dari periode tersebut, kini sudah waktunya Picanto mengalami penyegaran. Kia Motors...

Banyak Permintaan Shipping, Bisnis Logisly Catat Pertumbuhan Selama Pandemi

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun 2020 telah berjalan menjadi periode yang sulit dari segi bisnis, khususnya karena pandemi COVID-19 yang terjadi. Banyak bisnis yang jatuh...

SPYSHOT: BMW Siapkan X8 Jadi Model SUV Termahal?

MUNICH, Carvaganza.com – BMW pernah menyatakan tidak berencana untuk membuat model SUV flagship, di atas X7 saat peluncurannya. Namun sepertinya rencana telah berubah, setelah...