Beranda EDITOR'S PICKS Ini Hasil Tes Ekstrem Ban Michelin Energy XM2+ di Sepang

Ini Hasil Tes Ekstrem Ban Michelin Energy XM2+ di Sepang

SEPANG, 22 Juni 2019 – Michelin Energy XM2+ resmi diluncurkan untuk pasar wilayah Asia Tenggara di Sirkuit Sepang, Malaysia, hari Kamis (20/6/2019) kemarin, yang hadir menawarkan performa pengereman terbaik di kelasnya. Hal tersebut langsung Carvaganza coba buktikan setelah acara peluncuran.

Carvaganza menjadi salah satu dari beberapa media dari Indonesia yang diundang eksklusif menghadiri peluncuran tersebut. Bersamaan dengan peluncuran, Michelin juga mengajak kami untuk mencoba langsung performa dari XM2+ di Sepang.

“Your Stopping Superpower” menjadi tagline XM2+ yang dikembangkan dengan fokus pada peningkatan performa pengereman ekstrem. Serangkaian area tes dirancang oleh Michelin di area Sirkuit Sepang, untuk menunjukkan daya cengkeram prima XM2+ dalam kondisi lintasan basah.

Untuk pengujian ini, Michelin menggunakan mobil Honda City terbaru yang telah dipasang XM2+ baru dan lama kondisi tread hanya 15%, serta dua ban dari merek kompetitornya juga dalam kondisi baru dan aus. Kami memantau dua ban kompetitor adalah Bridgestone Ecopia EP150 dan Continental Comfort Contact 6.

Pengereman

Untuk sesi tes pengereman kami diminta untuk melakukan akselerasi di lintasan lurus, yang kemudian diakhiri dengan mengerem sekeras-kerasnya di atas permukaan jalan yang basah. Tes ini menjadi simulasi pengereman darurat di jalanan yang licin.

Tes ini diawali start dengan kondisi lintasan kering, lalu berakselerasi penuh hingga kecepatan mobil melebihi 80 km/jam jelang titik pengereman. Di sini, titik berhenti mobil diukur baik dengan papan penanda jarak maupun dengan perangkat Race Logic yang terhubung satelit GPS.

Perbandingan hasil pengereman XM2+ yang kami uji dalam kondisi baru dengan dua ban kompetitornya dari merek Bridgestone dan Continental, menunjukkan hasil terpendek XM2+ adalah berhenti dalam 28,8 meter. Sedangkan dua ban rivalnya berhenti setelah 33,8 meter untuk Bridgestone dan 31 meter untuk Continental.

Baca juga: Ini Keunggulan Ban Michelin XM2+ dari Kompetitor
Baca juga: Michelin Kenalkan Ban untuk Mobil Murah

Pengujian kemudian berlanjut dengan tes pengereman, dengan ban yang masing-masing kondisi ketebalan tapak tinggal 15%. Di sini, terlihat jelas keunggulan dari XM2+.

Dalam kondisi sudah di ujung masa pakainya, XM2+ yang kami coba mampu berhenti dalam jarak terpendek yaitu 30,8 meter. Sementara ban dari Bridgestone mencapai 35,4 meter, disusul milik Continental dengan 36,8 meter.

Pengereman XM2+ terbukti lebih baik dari para rival di kelasnya, untuk pengereman ekstrem di permukaan lintasan basah.

Gymkhana/Slalom

Kualitas handling XM2+ di lintasan basah diuji pada sesi tes ini, yang juga membandingkannya dalam kondisi baru dan 15%, serta dengan kedua kompetitornya. Sebaik apa masing-masing ban bisa memberikan kepercayaan diri pengemudi bermanuver dibuktikan di sini.

Lintasan yang dirancang terbilang pendek, dengan rintangan dua tikungan radius lebar dan dua chicane cepat. Tes ini dilakukan dengan lintasan yang sepenuhnya basah.

Unit tes dengan ban Bridgestone dan Continental masing-masing dalam kondisi baru, sementara XM2+ dalam kondisi baru dan 15%. Selain kualitas handling, perbandingan masing-masing ban juga menggunakan variabel catatan waktu.

Trek berbentuk angka 8 yang tidak diungkap berapa total jaraknya itu memberikan hasil yang cukup mengejutkan untuk ban keluaran Michelin. Hamper tidak terasa perbedaan antara handling ban dalam kondisi baru dan aus.

Rangkaian tikungan di lintasan berhasil dilalui dengan XM2+ nyaris tanpa gejala understeer, khususnya di tikungan radius besar yang lebih kencang. Sementara saat melintasi chicane, XM2+ dapat dengan mudah menerima input setir cepat.

Catatan waktu terbaik yang kami raih untuk XM2+ adalah 29,02 detik dengan kondisi baru, sementara untuk XM2+ dengan kondisi 15% hanya terpaut 0,5 detik.

Namun saat menguji kedua ban dari merek lain, catatan waktunya terpaut antara 1,5 sampai 2 detik lebih lambat dari hasil XM2+. Mungkin catatan waktu tidak begitu relevan untuk pengujian ban yang ditujukan untuk mobil kelas entry level sampai menengah ini.

Perbedaan waktu tersebut terjadi karena dengan ban lansiran Bridgestone dan Continental tadi, kami merasakan efek understeer yang lebih besar dalam pengujian. Understeer di tikungan kencang membuat mobil menjauh dari jalur yang diinginkan pengemudi, sehingga sulit untuk menikung lebih dalam.

Kesimpulan

Pengembangan Michelin pada Energy XM2+ telah memberikan performa ban dengan daya cengkeram terbaik, yang nyaris tidak terasa perbedaannya baik dalam kondisi baru maupun dengan ketebalan tapak hanya 15%.

XM2+ bahkan berhasil membuktikan kualitasnya sebagai ban dengan performa premium, dibandingkan dengan dua merek lain yang sudah lebih lama ada di segmen tersebut. Harga yang ditawarkan Michelin untuk XM2+ pun cukup kompetitif, dengan range mulai 200 Ringgit atau setara Rp 683 ribuan.

Dengan menyasar mobil jenis hatchback, sedan dan MPV entry level, Michelin menyediakan XM2+ dalam 32 pilihan ukuran dengan diameter 14-16 inci.

WAHYU HARIANTONO (SEPANG, MALAYSIA)

Video Terbaru Youtube Carvaganza