Beranda Features Ferrari F40 Bekas Anak Saddam Hussein Ditemukan di Irak

Ferrari F40 Bekas Anak Saddam Hussein Ditemukan di Irak

ARBIL, Carvaganza.com — Scott Chivers dari kanal YouTube Ratarossa sukses mengobati rasa penasarannya terhadap sebuah Ferrari F40. Bukan F40 biasa, dengan bantuan netizen ia berhasil menemukan keberadaan unit bekas kepunyaan Uday Hussein – anak dari Saddam Hussein. Sempat berniat membeli, namun ternyata dalam kondisi tidak sehat F40 masih dibanderol di luar nalar.

Teka-teki keberadaan F40 ini diawali dengan sekumpulan gambar. Tampak menyedihkan, si Kuda Jingkrak diselimuti debu tebal karena berdiam diri di area gurun pasir. Konon Ferrari ini berhasil kabur dari amarah Saddam Hussein yang berujung membakar koleksi mobil anaknya– akibat tragedi penembakan saat pesta makan malam pada pertengahan 1990 an.

Beruntung penonton dapat mengidentifikasi keberadaan saat si F40 ditinggal membusuk di Timur Tengah. SPBU Yasimin di Arbil, Ibu Kota Kurdistan Irak, menjadi petunjuk utama. Namun setelah menggali lebih dalam, ternyata mobil ini telah berpindah tempat. Bahkan lebih dirawat sehingga tidak lagi terlihat mengenaskan. Jauh sebelum Ratarossa, kolektor lain pun sudah berusaha menyelamatkan supercar era 80an ini.

Chris “Big Chris” Smith dari Gas Monkey Garage menjadi salah satu saksi. Pada 2016 ia ditugaskan untuk mencari tunggangan eksotis bekas Uday Hussein ini. Sama seperti Ratarossa, pencarian mengerucut ke Arbil namun ia kemudian menyambangi agar dapat melaksanakan evaluasi secara langsung. Seperti dugaan, F40 ini diselimuti debu tebal bahkan terlihat sangat mengenaskan saat diteliti lebih lanjut. Selain pasir masuk ke ruang mesin, banyak komponen hilang.

Baca juga: SPYSHOT: Ferrari Siapkan Hypercar SF90 Versi Atap Lipat

Kendala Pengiriman

Dijelaskan Chris, dalam wawancara video dengan Ratarossa, bahwa ia harus pulang dengan tangan kosong. Pasalnya, mengirim supercar dari Irak ke Britania Raya sangat menyulitkan. Bukan hanya berisiko terbelit masalah dokumen, bisa jadi kontainer dibredel timah panas dalam perjalanan. Pun membutuhkan banyak dana untuk merestorasi walau memiliki kilometer rendah. Namun Ia mencatatkan kondisi jeroan mesin dalam keadaan baik dan tidak macet. Kendati begitu, tidak akan memberikan keuntungan bagi Gas Monkey yang sebelumnya pernah menyulap F40 berkelir hitam.

Lanjut cerita, F40 bekas Uday Hussein ini kemudian mendapatkan penyegaran oleh spesialis dari Belgia. Mobil dibersihkan secara menyeluruh sampai mesin diturunkan. Sektor kelistrikan ‘diurut’ ulang karena termakan panasnya cuaca gurun. Bahkan ECU diganti dan diprogram ulang. Ajaib bisa hidup kembali padahal komponen seperti itu boleh dibilang sangat sulit ditemukan. Ferrari sendiri belum tentu memiliki stok di Maranello. Akhirnya F40 ini dapat kembali mengaspal meski jauh dari kata sempurna.

Baca juga: Ferrari Simpan 2 Model Baru untuk Meluncur Tahun Ini

Masalah Mesin

Tak salah bila disebut jauh dari kata sempurna. Walau secara tampilan berbentuk utuh dan cantik, mesin terdengar bermasalah. Dentuman mesin terdengar janggal akibat misfire, menunjukkan masih banyak masalah harus dituntaskan agar benar-benar kembali normal. Tangki bensin disebutkan dapat menjadi biang kerok karena harus diganti setiap 10 tahun sekali dengan biaya 25 ribu USD atau sekitar Rp 379 juta. Dalam kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin F40 meregang nyawa akibat dilahap api.

Akhirnya terkuak sudah misteri Ferrari bekas anak sang diktator. Berhasil dilarikan dari amukan Saddam Hussein, ia kini menempati sebuah garasi di Arbil. Niatan awal Ratarossa harus ditunda karena diluar bujet. Uang 1,15 juta USD (Rp 17 miliar lebih) menjadi angka tebusan fantastis untuk sebuah mobil yang tidak dalam kondisi fit. Minimal Scott Chivers dan penonton berhasil memecahkan misteri itu.

Sumber: thedrive

AHMAD KARIM | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto