FEATURE: Karena Corona, Otomotif Cina Amblas Lebih 90 Persen

FEATURE: Karena Corona, Otomotif Cina Amblas Lebih 90 Persen
JAKARTA, Carvaganza.com - Sampai hari ini, industri otomotif di China masih belum bangkit dari keterpurukan. Virus Corona membuat industri otomotif di negeri itu berantakan. Dari Januari sampai awal Maret 2020 diperkirakan anjlok hingga 92 persen. Angka penjualan mobil pada Januari dan Februari 2020 bahkan terjun bebas sampai 83 persen. Banyak dealer di seluruh Cina yang masih tutup. Bengkel-bengkel tidak beroperasi untuk melayani konsumen. Selain tidak ada konsumen yang datang, bengkel juga tidak mau buka karena meliburkan karyawannya. Kematian akibat COVID-19 di Cina sendiri tercatat sudah di atas 3000 orang dan lebih dari 23.000 kasus Corona terjadi. Sampai saat ini, industri otomotif Cina masih tiarap. Produksi mobil nasionalnya mandek. Padahal Cina merupakan pasar mobil terbesar di dunia, dengan angka penjualan mobil tahun 2019 lalu hampir menyentuh 25 juta unit. Wuhan sendiri, sebagai kota pertama berjangkitnya Corona, dikenal dengan sebutan ‘motor city’ karena di kota ini berlokasi pabrik General Motors, Honda, Nissan, Peugeot Group dan Renault. Baca juga: Takut Virus Corona, Kantor APM Wajibkan Tamu Ukur Suhu Tubuh Pabrik Dong Feng Honda di Wuhan. Sebanyak 50 persen dari total produksi Honda di Cina dihasilkan dari kota ini. Pada tahun 2019, Propinsi Hubei tempat Wuhan berlokasi merupakan produsen mobil terbesar keempat di Cina dengan kapasitas produksi 10 persen dari kapasitas nasional atau menghasilkan 2,24 juta unit kendaraan. Asosiasi Passenger Car Cina (CPCA) meramalkan penjualan mobil di Cina pada enam bulan pertama 2020 bakal merosot 10 persen. Sedangkan selama setahun penuh diramalkan merosot 5 persen. Kalau pabrik-pabrik mobil di Tirai Bambu masih ditutup sampai pertengahan Maret, produksi mobil di Cina bakal berkurang 1,7 juta unit.

Diskon Gede tak Mempan

Toyota Cina melaporkan, penjualan mobil Toyota di Cina  sepanjang Februari anjlok 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Toyota menjadi pabrikan asing pertama di negara beribukota Beijing yang melaporkan penurunan penjualan di tengah-tengah berjangkitnya COVID-19. Tapi industri otomotif Cina tidak mau tinggal diam gara-gara Corona. Sejumlah pemerintah daerah menawarkan diskon mobil gede-gedean. Pemda Foshan mulai Maret memberikan diskon sampai 3.000 yuan (US$ 430) kepada pembeli mobil. Pemda Guangzhou memberikan diskon sampai 10.000 yuan, sedangkan Pemda Xiangtan, Propinsi Hunan, menawarkan diskon dari mulai US$ 1.437 kepada konsumen yang membeli Geely. Baca juga:  Makin Serius, Toyota Produksi Mobil Elektrik Hybrid di Indonesia Tahun 2022 Sumber foto: thedetroitbureau.com Diskon-diskon dari Pemda itu belum termasuk diskon dari dealer, yang besarannya tergantung masing-masing. Tapi langkah ini tak efektif. Penduduk Cina lebih suka memilih tinggal di rumah, menghindari tempat-tempat umum.  Meski punya duit, konsumen enggan mendatangi dealer-dealer mobil karena ancaman virus Corona lebih mengerikan bagi mereka. Beijing Auto Show 2020 yang rencananya bakal digelar 21 April ditunda sampai batas waktu tidak ditentukan. Otomotif Cina betul-betul sedang terpuruk. Sekaligus yang terburuk sejak tahun 2000. Perlu diketahui, penjualan mobil di Cina melonjak sangat dahsyat dari yang hanya 1 juta unit pada 2001, menjadi hampir 25 juta pada tahun lalu.

Efek Domino

Virus Corona yang menyerang Cina juga berefek pada industri otomotif di seluruh dunia. Pabrikan-pabrikan mancanegara kekurangan pasokan komponen dari Beijing. Misalnya, Hyundai dan Kia terpaksa menghentikan lini produksi di Korea. Nissan sudah mengumumkan akan menunda produksi mobilnya di Jepang. GM sudah lebih dulu mengakui kekurangan pasokan dan mungkin akan mengurangi jam produksi pabriknya di Michigan dan Texas. Baca juga: GIICOMVEC 2020 Siap Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif Jaguar Land Rover sudah menyalakan alarm bagi pabriknya di Inggris. CEO Fiat Chrysler Automobile Mike Manley telah mengumumkan menghentikan aktivitas produksi pabriknya pada awal Maret. Industri mobil Jepang juga kena efek. Bukan karena pasokan dari Cina mandek, tapi juga menjadi negara di Asia dengan kasus Corona terbanyak ketiga setelah Cina dan Korea Selatan. Segala kegiatan peluncuran mobil dan event-event otomotif dibatalkan. Subaru membatalkan aktivitas ice drive di Jepang Utara untuk media. Toyota juga membatalkan sejumlah media test drive, termasuk test drive All-New Yaris. Pun Tokyo Motor Cycle Show dan Osaka Motorcycle Show 2020 dibatalkan. Yang parahnya lagi, gelaran akbar Geneva Motor Show 2020 dibatalkan. Pabrikan Honda sudah meminta karyawannya bekerja dari rumah. Pabrikan meliburkan segala kegiatan kerja di kantor. Pabrikan mobil lainnya juga begitu. Kantor-kantor pemerintah sudah lebih dulu libur sampai 15 Maret. Karyawan dianjurkan bekerja dari rumah. Jika hal ini terus berjalan, tak dibayangkan berapa kemerosotan industri otomotif di Jepang sendiri. Otomotif menjadi penyumbang 20 persen GDP Negeri Matahari Terbit. EKA ZULKARNAIN

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya