City Hatchback Disebut Cocok untuk Indonesia, HPM: Bagus Nggak?

JAKARTA, Carvaganza -- Satu pertanyaan yang kerap muncul dalam diskusi dengan Honda Prospect Motor (HPM) adalah apa model baru yang akan diboyong Honda ke Indonesia. Maklum, Honda termasuk salah satu APM yang anteng-anteng saja dengan urusan ini. Pertanyaan ini kembali muncul menyusul kehadiran Honda City Hatchback yang menjadi anggota pabrikan paling segar dalam line up secara global. Perdana meluncur di Thailand 24 November lalu. Melihat langkah debutnya di Negeri Gajah Putih, ada ekspektasi ia turut menyambangi Tanah Air mengingat terdapat kesamaan ‘genre’ produk negara berkembang. Bahkan konon bakal menggeser eksistensi Jazz.

Memang antara Thailand dan Indonesia – serta beberapa negara berkembang lain – terdapat kesamaan jenis produk. Sebut saja Brio dan City sebagai pemain khusus di samping line-up global seperti CR-V, Civic, Accord, dan lainnya. Wajar bila berakhir menilai City Hatchback bakal diboyong PT Honda Prospect Motor (HPM) masuk sini.

Dikuatkan pula pernyataan Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, Yusak Billy sebelum City Hatchback mengaspal. Paparannya berkaitan dengan image hatchback Honda di Tanah Air. “Yang penting DNA sport yang melekat untuk hatchback itu harus tetap ada, dan itu selalu kami perhatikan karena orang taunya Jazz itu sporty,” kata Yusak Billy.

Andai memang hatchback Honda di Tanah Air harus berkarakter sporty, sang anggota baru berbokong rata jelas punya itu. Terutama di fasad depan, mengikuti gaya City terbaru yang membawa guratan wajah Civic dan Accord eksis. Lampunya memicing lalu dihiasi terusan palang grille bak alis mata intimidatif. Rongga honeycomb dan desain bezel foglamp senada turut berperan menyuarakan nuansa atletis. Juga di buritan, spoiler atap berikut ornamen bumper menyerupai diffuser tambah kesibukkan gaya balap.

Baca juga: Andalkan Brio, Honda Pede Capai Target Penjualan Tahun 2020

Honda Fit di TMS 2019


Tentu lenggokan saja belum cukup untuk memastikan City Hatchback akan didatangkan HPM. Pun terkait menggeser posisi Jazz juga belum tentu. Mengacu market Thailand, setidaknya untuk saat ini keduanya masih mejeng berdampingan dalam katalog. Entah akhirnya bakal terus berlanjut atau Jazz berakhir dilengserkan masih menjadi tanda tanya.

Lebih besar lagi pertanyaannya di market kita. Baru-baru ini Yusak memaparkan bahwa belum dapat menjelaskan nasib Jazz dan City Hatchback saat konferensi pers digital (10/12). “Terus terang kami masih pelajari, belum diputuskan. Yang pasti – yang sudah saya sampaikan juga dulu – setiap produk yang kami kenalkan itu pasti sesuai dengan target pasar dan keinginan dari konsumen. Apakah itu nanti berdampingan, apakah itu mengganti itu kami pelajari dulu nanti kami akan umumkan,” jelasnya.

Ia bahkan balik bertaya pada wartawan. "Bagus nggak? Cocok nggak? Laku nggak kalau masuk Indonesia," kata dia. Masa depan Jazz memang jadi tanda tanya. Edisi terbaru di Jepang -- yang disebut Fit -- tampil jauh berbeda dengan Jazz yang dikenal di Indonesia saat. Justru City hatchback malah mendekati kriteria sang hatchback fenomenal tersebut.

Honda Jazz RS


Yusak Billy terang-terangan menyebutkan bahwa sang model teranyar cocok di pasaran. “Kalau kita lihat sendiri, City hatchback ini memiliki desain yang sangat sporty. Cocok banget dengan DNA Honda, sebetulnya memang cocok untuk konsumen di sini,” kata Yusak. Namun ia kemudian kembali menegaskan terkait apakah akan diluncurkan di sini atau tidak.

Cukup yakin City Hatchback bakal diboyong masuk. HPM sudah menyebutkan kecocokan di pasar, pun mereka optimis bahwa pasar hatchback masih menjanjikan. “Pasar hatchback itu masih bagus. Kontribusi Jazz kami juga di November itu bagus ya. Nomor 3 malah setelah Brio, HR-V, itu kontribusi hatchback. Masih menjanjikan apalagi desainnya sporty,” terangnya. Well, tinggal tunggu waktu saja mereka sampaikan kabar.

Jika terdapat kemungkinan untuk didatangkan, pertanyaan mungkin berlanjut kepada hal mendetail. Jangan jauh-jauh sampai perintilan terkecil di dalam mobil. Mesinnya saja dulu, cukup banyak opsi di atas platform City ini.

Baca juga: Honda Resmi Kenalkan City Hatchback, Bakal Gantikan Jazz?

Honda City Hatchback

Gunakan Mesin Apa?


Misal mengacu versi Thailand, dijebloskan unit tiga silinder 1,0 liter dengan dukungan pemadat udara alias turbo. Ekstraksinya dicatatkan sampai 122 PS dan torsi puncak sekuat 173 Nm. Diklaim ramah lingkungan sebab memenuhi standar Euro 5 dan tingkat emisi CO2 hanya 100 g/km. Output terlihat besar, tapi bisa saja terhadang paradigma payah dan kurang halus dari mesin seliter tiga silinder.

Pilihan lain diisi oleh opsi hybrid e:HEV. Hingga saat ini HPM enggan buka-bukaan soal pemain hybrid mereka. Sebatas menjelaskan banyak seleksi secara global dan sedang mempelajari segala kemungkinan. Mungkinkah City Hatchback menjadi pemainnya? Bisa jadi, bisa juga tidak karena belum ada kepastian. Yang pasti e:HEV Honda cukup canggih. Mengandalkan teknologi Sport Hybrid Intelligent Multi-Mode Drive (i-MMD) untuk seleksi berkendara full elektris, campuran, atau mengutamakan mesin bensin.

Opsi terakhir satu ini mungkin cukup realistis. Memanfaatkan mesin 1,5 liter i-VTEC serupa unit di Jazz sekarang. Siap menghadirkan tenaga 120 PS dan momen puntir 145 Nm. Empat silinder tentu akan lebih halus ketimbang tiga. Di samping itu, tampak ekonomis lantaran tak perlu impor bila akhirnya diproduksi lokal sehingga dapat menekan harga jual. Jadi, kita nantikan saja kabar baik untuk Honda City Hatchback di Indonesia. (Krm/Raju)

Baca juga: Honda Brio Raih Suara Terbanyak Sebagai City Car Pilihan Anak Muda Indonesia

Artikel yang direkomendasikan untuk anda