Beranda Updates 10 Tips Mengemudi Eco Driving yang Hemat BBM a la Suzuki

10 Tips Mengemudi Eco Driving yang Hemat BBM a la Suzuki

JAKARTA, 29 Agustus 2019 – Berkendara dengan metode Eco Driving dapat dilakukan untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Metode ini bisa juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Aris Indratmodjo dari Public Relation Departement PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan beberapa hal untuk mengefisiensikan bahan bakar. “Pengendara perlu melakukan beberapa hal seperti menjaga kecepatan agar tetap konstan dan mengurangi akselerasi dan deselerasi, menggunakan Air Conditioner (AC) secara tepat, memerhatikan tekanan udara pada ban,” kata dia sebelum perjalanan All New Ertiga Tripventure dari Cikarang menuju Cirebon, Selasa (27/8) kemarin.

“Selain itu memanaskan mesin dengan tepat, tidak membiarkan mesin menyala pada kondisi diam (idle) dengan waktu yang lama, serta tidak membawa beban yang melebihi daya angkut kendaraan,” tambah Aris.

Menurut Aris, edukasi eco driving ini penting dilakukan untuk konsumen agar mampu mengemudi dengan cara yang hemat bahan bakar. Carvaganza berada dua jurnalis lain menerapkan tips tersebut dalam perjalanan yang menempuh jarak sekitar 184 km ini. Perjalanan dilakukan “senormal” mungkin dimana pendingin udara alias AC tetap dihidupkan dan menjaga kecepatan.

Hasilnya, Carvaganza dan dua rekan lainnya menghabiskan 8,25 liter atau rata-rata sekitar 22,30 km/liter. Artinya kami butuh biaya Rp 81.253 untuk menempuh Cikarang hingga Cirebon.

Berikut 10 tips eco driving a la Suzuki:

1. Akselerasi Perlahan

Dalam akselerasi yang sedikit lebih perlahan, jangan langsung gas pol atau kick down pedal gas. Lakukan akselerasi secara perlahan atau 20 kilometer per jam selama 5 detik, lalu tekan pedal gas hingga jarum jam di odometer bergerak naik. Cara ini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar sekitar 11%.

2. Mengemudi dengan Sedikit Akselerasi dan Deselerasi

Mengemudi dengan kecepatan yang tetap (konstan) dengan jarak cukup dan kecepatan aman berdasarkan pada keadaan lalu lintas antar mobil. Jangan terlalu sering menekan gas atau menginjak rem yang tidak perlu.

3. Melepas/Tidak Menekan Pedal Akselerator

Pengemudi dapat menggunakan engine brake secara positif. Dengan menggunakan engine brake, mesin akan mengehentikan supply bahan bakar. Dengan cara ini penggunaan bahan bakar menurun sekitar 2%.

Baca juga: Tempuh 184 KM ke Cirebon, Suzuki Ertiga Hanya Butuh BBM Rp 51 Ribu
Baca juga: Ertiga Diterima Konsumen, Suzuki Targetkan 11 Persen Pasar di Cirebon

4. Kurangi Penggunaan AC

Untuk mencegah suhu terlalu dingin dalam ruang kabin jika kita menggunakan AC dengan suhu 25 derajat Celsius, maka kita bisa meningkatkan penggunaan bahan bahan sekitar 12%.

5. Stop Idling

Jangan membiarkan mesin menyala dengan kondisi idle dalam waktu lama. Mobil menggunakan sekitar 130cc bahan bakar ketika mesin idling selama 10 menit, saat kondisi netral dengan AC dalam keadaan mati.

6. Memanaskan Mesin dengan Tepat

Bergerak segera setelah mesin dihidupkan. Memanaskan mesin terlalu lama akan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan mesin kurang lebih sekitar 3 menit atau ketika jarum penunjuk suhu mesin sudah mulai bergerak. “Mobil menggunakan bahan bakar sekitar 160cc saat mesin dipanaskan,” kata Aris.

Baca juga: Suzuki Ertiga Crossover Bakal Meluncur Awal Tahun Depan?
Baca juga: Suzuki Pastikan Ertiga Bakal Dapat Penyegaran Setiap Tahun

7. Pantau Informasi Lalu Lintas

Ketika berkendara dalam perjalanan yang ditempuh selama 1 jam, dan kita kehilangan waktu mengemudi (missing drive) selama 10 menit karena macet, maka konsumsi bahan bakar akan meningkat sekitar 14%.

8. Cek Tekanan Udara Ban

Jika tekanan udara ban berkurang 50kPa (0,5 kg/cm2) dari tekanan normal, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 2% hingga 4%.

9. Hindari Membawa Barang yang Tidak Diperlukan

Ketika berkendara dengan membawa barang yang beratnya sekitar 100 kg, akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 3%.

10. Perhatikan Area Parkir

Hindari parkir ilegal untuk mencegah kemacetan. Parkir tidak pada tempatnya dapat menggangu kelancaran berkendara dan menyebabkan kecepatan lalu lintas berkurang. Jika kecepatan berubah dari 40 kilometer per jam, menjadi 20 kilometer per jam, akan menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat sekitar 31%.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

GALERI FOTO: Mahindra Scorpio Pikup, Mobil 4×4 Termurah

BOGOR, 17 Oktober 2019 - Menyusul Tata Motors, Mahindra kini resmi hadir di Indonesia sebagai pabrikan asal India untuk meramaikan segmen pasar kendaraan niaga....

10 Program Unggulan Siap Ramaikan IIMS Surabaya 2019

SURABAYA, 17 Oktober 2019 – Pameran otomotif di penghujung tahun akan digelar yaitu Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2019 pada...

Jadi 4×4 Paling Murah, Harga Mahindra Scorpio Geser Jimny

BOGOR, 17 Oktober 2019 – Mahindra menandakan kebangkitannya kembali di pasar Indonesia dengan meluncurkan Scorpio Pikup, sebagai mobil 4x4 dengan harga paling terjangkau di...

Toyota Yaris Terbaru Sudah Meluncur di Jepang, Ini Penampakannya

TOYOTA CITY, 17 Oktober 2019 – Pabrikan Toyota Motor Corporation (TMC) telah meluncurkan Yaris model terbaru pada hari Rabu kemarin...

Gandeng RMA, Merek India Mahindra Bangkit Lagi di Indonesia

BOGOR, 17 Oktober 2019 – Pabrikan asal India kini bertambah di pasar otomotif Indonesia, dengan resmi datangnya merek Mahindra. Kehadiran...