Shell Eco-Marathon 2022 Digelar Perdana di Mandalika, Adu Irit Mahasiswa Indonesia Lawan 13 Negara

Shell Eco-Marathon

JAKARTA, Carvaganza – Penyelenggaraan Shell Eco-Marathon tahun ini akan digelar pertama kali di Indonesia. Tepatnya di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok mulai 11-15 Oktober 2022. Shell Eco Marathon akan kembali menantang para pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berinovasi merancang dan membangun kendaraan yang paling hemat energi.

Terdapat 78 tim yang berasal dari 13 negara di Asia Pasifik termasuk salah satunya Indonesia. Beberapa universitas di Tanah Air yang tercatat akan berkompetisi pada tahun ini di antaranya Universitas Indonesia, BINUS, ITS, ITB dan UGM.

“Penyelenggaraan kompetisi Shell Eco-Marathon merupakan wujud nyata dari komitmen Powering Progress yang dicanangkan Shell secara global. Shell Eco-marathon menjadi ajang yang mendorong generasi muda di seluruh dunia untuk berinovasi dan berpartisipasi dalam mencari solusi atas tantangan energi di masa depan, serta mengakselerasi tercapainya agenda transisi energi di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah, tentunya kami berharap ajang ini dapat mendorong keterlibatan lebih banyak pihak untuk turut ambil bagian dalam pencapaian komitmen Net-Zero Emission (NZE) Indonesia di 2060,” kata Ingrid Siburian, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia.

Shell Eco-Marathon

Beberapa peserta yang akan tampil pada Shell Eco-Marathon juga menyatakan kesiapannya baik dari kendaraan maupun persiapan fisik. Bahkan beberapa di antara mereka telah menargetkan pada kompetisi tahun ini untuk mencapai ribuan kilometer dengan modal satu liter bahan bakar. Salah satunya ialah tim SMV-UI yang menyatakan akan mencapai 2.000 km dengan 1 liter bahan bakar. Sementara itu, para tim peserta juga menyatakan bahwa Mandalika memiliki medan yang akan cocok untuk pengujian ini pasalnya memiliki kualitas jalan yang sudah sesuai dengan standar FIA.

Baca Juga: Gabungkan Tenaga Listrik dan Jet, Ariel Hipercar Bisa Muntahkan 1.200 Hp

Pada kesempatan yang sama hadir pula Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria yang menyatakan apresiasinya pada Shell Indonesia atas pemilihan Mandalika sebagai venue dari Shell Eco-Marathon tahun ini.

“Sejak awal pembukaannya di tahun 2021, Pertamina Mandalika International Street Circuit telah menjadi tuan rumah bagi berbagai ajang kompetisi kelas dunia. Kami bangga dapat turut menjadi bagian dalam perjalanan inovasi mobilitas masa depan oleh generasi muda di Indonesia, serta di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Kehadiran Shell Eco-Marathon tentu akan menjadi bagian dari catatan penting untuk sejarah perjalanan sirkuit ini, dan kami bersiap untuk menyuguhkan pengalaman yang memukau bagi semua peserta yang berasal dari berbagai belahan dunia,” kata Priandhi Satria.

Sirkuit Mandalika

Kompetisi Shell Eco-Marathon pertama kali digelar pada tahun 1985 di Perancis dan hadir di kawasan Asia untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Sepanjang sejarah penyelenggaraan Shell Eco-Marathon di Asia, tim Indonesia telah berhasil mencatatkan banyak pencapaian besar di ajang ini. Salah satu tim yang konsisten mendapatkan banyak penghargaan dari tahun ke tahun ialah tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Pada Shell Eco-Marathon tahun ini para peserta akan berkompetisi dalam dua kategori rancangan kendaraan yakni Urban Concept dan Prototype. Tim-tim mahasiswa akan menciptakan kendaraan khusus yang dapat menempuh jarak terjauh dengan konsumsi sumber energi yang paling sedikit.

“Kami sangat bersemangat untuk kembali bertanding dalam kompetisi Shell Eco-Marathon. Kami bangga ketika mengetahui Indonesia akan menjadi tuan rumah kompetisi ini dan tentu saja tim kami akan mempersiapkannya dengan baik. Kompetisi Shell Eco-Marathon menuntut kami untuk berinovasi dan menembus batas-batas kreativitas untuk menciptakan kendaraan yang lebih efisien. Kami merasa antusias dan berharap rancangan mobil kami bisa menjadi referensi untuk konsep kendaraan di masa depan,” kata Nanda Dwi Rendragraha, General Team Manager D’BASE Team dari BINUS University, BINUS ASO School of Engineering.

Adapun sumber energi atau bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan juga bervariasi yakni baterai listrik, hydrogen fuel-cell, bensin, etanol dan atau diesel.
(ALVANDO NOYA / WH)

Baca Juga: Andalkan Teknologi Euro4, Mitsubishi Fuso Catat 6.000 Unit SPK

Featured Articles

Read All

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature