Beranda Drives FIRST DRIVE: Suzuki Ignis GX AGS, Suspensinya Jempolan (Part 2)

FIRST DRIVE: Suzuki Ignis GX AGS, Suspensinya Jempolan (Part 2)

JAKARTA, Carvaganza — Setelah membuka kulitnya, tentu sekarang waktunya mencicipi Suzuki Ignis GX AGS. New Ignis memang bukan berganti generasi, sehingga tidak ada ubahan mendasar yang dilakukan Suzuki. Ia tetaplah sebuah city car bergaya SUV. Itulah yang membuat pabrikan berlogo S itu menyematkan nama Urban SUV untuk Ignis.

Mobil ini cocok buat Anda yang menginginkan hatchback yang bersolek dengan gaya SUV. Lincah lantaran bodinya namun juga terlihat tangguh karena gayanya. Memang urusan desain adalah masalah selera masing-masing. Tak bisa dibantah.

Untuk memasuki kabin Ignis, Anda pun tak perlu repot menekan tombol. Remote model baru bakal memancar sensor dan pintu tak lagi mengunci. Bahasa kerennya keyless. Proses menyalakan mesinnya juga lewat push start stop button. Perangkat yang sudah ada sejak Ignis GX generasi awal, namun kini memakai desain remote baru, yang lebih simple.

Duduk di jok pengemudi sangat nyaman karena didesain pas dengan lekukan tubuh. Tinggal mengatur posisi tempat duduk, kemudian set kemudi dengan tilt steering. Memang hanya itu, tapi secara umum posisi mengemudi Ignis adalah salah satu yang terbaik di kelasnya.

Performa Mesin

Dapur pacu Ignis berkode K12M masih dipertahankan. Konfigurasi empat silinder 16 katup berkapasitas 1.197 cc multipoint injection. Mesin ini sanggup menghasilkan daya 81,8 hp @ 6.000 rpm dan torsi 113 Nm @4.200 rpm. Meski bukan yang terbesar di kelasnya, tapi performa mesin mobil ini saya pikir cukup instan, bahkan ketika diajak berakselerasi.

Ketika mencoba di jalan tol, Ignis tak kalah dibandingkan mobil lain berkapasitas mesin lebih besar. Tapi saya tak berminat mencoba seberapa maksimal mobil ini mampu diajak berlari. Jarum speedometer tak pernah menembus angka 120 km/jam, meski di penunjuk Suzuki menyiapkan sampai 200 km/jam.

Toh, kencang dengan kecepatan maksimal bukanlah tujuan mobil ini. Kalau mengingat omongan teman saya tentang memilih mobil seperti buah, maka menikmati buah adalah dengan mengunyahnya pelan-pelan, meresapinya, bukan menelannya langsung.

Saya lebih memilih untuk mengemudi seperti harian, sekitar 60-80 km/jam. Menempuh jalanan biasa untuk merasakan seperti apa Ignis menghadapi kemacetan. Tapi bukan berarti mobil ini tak bisa ajak kencang. Ketika dibutuhkan, cukup tekan pedal gas lebih dalam, maka akselersinya cukup mumpuni untuk mobil bermesin 1.2 liter.

Nah, ada catatan soal transmisi. Unit yang saya tes adalah Ignis GX bertransmisi Automatic Gear Shift (AGS). Bagi yang tidak biasa, barangkali akan berpikir kok transmisi otomatis begini sih? Itu lantaran perpindahan gigi pada mobil ini yang terasa kurang halus serta responsif. Ada sedikit jeda ketika gigi berpindah. Padahal hal itu normal. Inilah ciri transmisi AGS bila dibandingkan dengan transmisi otomatik konvensional.

Jika ingin merasakan kemampuan mesin dan transmisinya secara maksimal, maka tempatkan tuas transmisi di posisi manual. Geser tuas ke posisi kiri M (manual), tinggal mainkan seperti transmisi manual, naik ke bawah (+) dan turun ke atas (-).

Handling

Ignis yang mampu memuat 5 penumpang memiliki dimensi 3.700 x 1.690 x 1.595 mm (PxLxT). Pastilah kalah bongsor dibandingkan dengan MPV Suzuki All New Ertiga (panjang 4.395 mm), tapi Ignis sangatlah pas untuk jalanan perkotaan. Tubuhnya yang kompak membuat sangat mudah memasuki jalanan sempit. Apalagi ditunjang radius putar 4,7 meter.

Satu yang menarik, Ignis punya jarak terendah ke tanah yang sama dengan Ertiga yaitu 180 mm. Menarik. Ini cocok dengan karakternya sebagai SUV dengan kemampuan menempuh tipe jalanan yang tidak rata. Angka ini juga menjadikan Ignis sebagai city car dengan ground clearance tertinggi di kelasnya.

Sementara suspensinya, bertipe MacPherson strut dengan coil spring di depan, serta torsion beam juga dengan coil spring di belakang. Untuk bantingan suspensinya, Ignis bisa dikatakan tergolong sedikit keras. Namun jangan khawatir, karena kenyamanannya masih cukup terjaga saat mobil dijalankan. Saya bahkan terkesan dengan settingan yang dibuat Suzuki. Ketika melewati speed bump tidak ada bunyi gruduk-gruduk sama sekali.

Perengeman dan Keselamatan

Kemampuan mesinnya diimbangi dengan peranti penahan laju yang cukup. Memang belum seluruhnya cakram. Hanya bagian depan yang pakai disc brake, belakangnya masih model teromol. Dan karena itu, sensor ABS menjaga risiko terkunci di bagian depan saja.

Sensor parkir, electric retractable mirror, dual SRS Airbag serta ABS (Anti-Lock Breaking System) dan EBD (Electronic Brake-Force Distribution) sudah menjadi perangkat standar. Jadi cukup mumpuni.

Fitur Penunjang

Ada dua hal yang perlu saya tambahkan di sini. Seperti saya singgung sebelumnya, pancaran sinar lampu depan kini lebih terang sekaligus hemat daya. Lampu utamanya sudah LED proyektor. Lengkap dengan DRL mengalur di sisi dan bawah lampu. Menariknya, ketika berkendara malam hari, DRL yang terpasang sangat terang. Saya bahkan tak perlu sampai menghidupkan foglamp untuk membantu penerangan malam hari.

Kedua, cutting-edge meter cluster yang bereda di depan kemudi sangat nyaman di mata. Kombinasi warnanya tidak terlalu menyolok dan menyediakan berbagai informasi penting kendaraan. Kecepatan, konsumsi bahan bakar, konsumsi rata-rata, waktu, suhu, jarak tempuh, dan juga posisi transmisi.

Kesimpulan

Suzuki melego varian GX AGS, Rp 200 juta pas (OTR Jakarta). Varian lagi GX MT dijual Rp 190 juta, GL AGS Rp 181 juta dan GL MT Rp 171 juta. Suzuki Ignis facelift memang tidak membawa perubahan apapun dari impresi berkendara. Namun setidaknya pembaruan pada mobil ini cukup menyegarkan mata pengendaranya. Rasa berkendaranya cukup menyenangkan, suspensi saya beri nilai plus. Mungkin akan bertambah plusnya jika transmisi menggunakan otomatik konvensional atau CVT.

Spesifikasi Suzuki Ignis GX AGS

Layout Kendaraan: City car, mesin depan, 4 pintu, 5 penumpang, FWD
Mesin: K12M, 1.197 cc, 16 katup, 4 silinder, 83 PS @6.000 rpm, 113 Nm @4.200 rpm
Transmisi: AGS 5-speed
Dimensi (pxlxt): 3.700 x 1.690 x 1.595 mm
Jarak antar roda: 2.435 mm
Jarak terendah: 180 mm
Radius Putar Minimum: 4,7 m
Berat Kotor: 1.280 Kg
Ukuran Ban: 175/65R15
Tangki Bahan Bakar: 32 Liter

PENULIS: RAJU FEBRIAN, FOTO-FOTO: EDI WENTEE, SETIONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Ini Beberapa Modifikasi Digital Nissan Z Proto

JAKARTA, Carvaganza -- Nissan telah memperkenalkan roadster terbarunya yang bernama Nissan Z Proto. Perkenalan dilakukan lewat streaming langsung ke seluruh dunia. Penerus Fairlady Z...

10 Mobil Paling Aerodinamis yang Tersedia di Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com - Rancang desain mobil sekarang ini tak lagi terlahir dari sketsa di atas kertas. Tapi juga harus lulus ujian berat dalam melawan...

Tiga Alasan Kinto One Jadi Alternatif Menarik untuk Mendapatkan Mobil Baru di Tengah Pandemi

JAKARTA, Carvaganza -  Mobilitas dan finansial mungkin menjadi tantangan pandemi yang tengah Anda hadapi. Kedua faktor itu boleh jadi bergerak bersama bukan? Tanpa pergerakan...

Audi R8 Green Hell Edition, Tribute Tumpukan Prestasi di Nurburgring

INGOLSTADT, Carvaganza.com – Audi R8 adalah salah satu supercar yang masih beredar di pasar saat ini, yang juga banyak dipakai menjadi mobil balap. Kesuksesannya...

Beli Peugeot 3008 & 5008 Kini Bisa Tukar Tambah

JAKARTA, Carvaganza.com – Astra Peugeot terus berusaha memberikan solusi dan menawarkan program menarik untuk para konsumen di Indonesia. Terlebih untuk mendorong penjualan dua model...