Bosch Membuat Program Bantu Bengkel Konvensional Jadi Berbasis Digital

JAKARTA, carvaganza – Pandemi COVID-19 memberikan efek besar pada industri otomotif, termasuk jasa perawatan kendaraan. Menurut hasil survei di Amerika Serikat, sekitar 44 persen pemilik bengkel konvensional mengkhawatirkan kelanjutan usahanya. Lalu 34 persen khawatir ketersediaan komponen kendaraan secara on time, dan 29,2 persen cemaskan sulitnya menemukan supplier yang masih memiliki stok suku cadang. Terobosan teknologi dan digitalisasi operasional mutlak diperlukan untuk mempertahankan bisnis.

Bosch menawarkan solusi bagi para pemilik bengkel independen. Melalui program Bosch Module, mereka diharapkan bisa menjadi lokasi bengkel digital yang berbasis cloud. Proses kerjanya secara online, jadi pelayanan dan tindakan teknisi dapat terkontrol dengan baik. Selain itu, operasional berlangsung diklaim bakal lebih efektif dan efisien.

Dengan sistem manajemen terpadu, memastikan proses kerja bengkel terintegrasi secara online. Kendaraan pelanggan juga dipastikan mendapatkan suku cadang Bosch asli secara berkelanjutan. Bosch Module mencakup pula dukungan teknis yang meliputi pelatihan seputar produk serta pengetahuan otomotif, yang membantu para teknisi untuk bisa terus memutakhirkan keterampilannya.

Baca juga: Bosch Indonesia Kenalkan Aki, Filter dan Wiper Baru



Channel Manager Automotive Aftermarket Division Bosch di Indonesia, Dedy Ismanto mengatakan, bengkel independen memiliki kecakapan menangani kendaraan pelanggan, tanpa batasan merek atau model tertentu. Peningkatan performa bisnis harus mengedepankan kepuasan dan kenyamanan konsumen karena semakin krusial di era ‘new normal’. Terlebih bagi para pengusaha skala kecil dan menengah.

“Transformasi ke digital tak hanya mampu meningkatkan manajemen dan operasional, tetapi juga mendukung implementasi protokol kesehatan Covid-19. Proses administrasi dan pengerjaan kendaraan yang lebih efisien waktu tentunya mengondisikan para pelanggan untuk tidak perlu lagi berlama-lama saat mengunjungi tempat reparasi mobil,” kata Dedy dalam siaran pers.

Bosch Module mencakup platform Workshop Management System (WSMS) berbasis cloud (diakses melalui browser dan juga aplikasi dalam iPad). Dirancang untuk mengintegrasikan manajemen pengelolaan seluruh operasional. Kinerja bengkel secara keseluruhan juga mudah dipantau dan dievaluasi oleh pemilik melalui dasbor yang simpel. Kompatibel untuk segala kapasitas workshop, termasuk skala kecil dan menengah.

Baca juga: BOSCH Indonesia Kenalkan Klakson Keong Berbahan Anti Pecah

Cukup dengan sistem tunggal WSMS ini, proses pekerjaan dapat tersimpan dan terakses simpel secara online; mulai histori kendaraan yang ditangani, penjadwalan kunjungan pelanggan lebih teratur, kustomisasi tindakan perawatan berdasarkan tipe dan tahun produksi kendaraan, penyusunan jadwal tim teknisi lebih tertib, hingga transaksi keuangan yang terekam secara aman.

“WSMS juga memfasilitasi proses inventaris suku cadang kendaraan. Pemilik bengkel dan teknisi dapat memantau stok tanpa repot mengecek ke gudang. Bahkan, khusus untuk suku cadang Bosch, proses pemesanannya bisa dilakukan langsung dari WSMS. Kendala ketersediaan komponen tidak lagi perlu dikhawatirkan,” ucap Dedy.

ZANUAR ISTANTO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda