Alpine Dan Lotus Teken Kerjasama Siapkan Sportscar Elektrik

PARIS, Carvaganza – Alpine Renault telah menandatangani kerjasama dengan Lotus untuk membangun sportscar elektrik. Keduaya sepakat mengembagkan sportscar bertenaga listrik yang menguntunkan kedua belah pihak. Penekenan agreement itu dilakukan pada 14 Januari kemarin di Paris, Prancis.

Saat ini keduanya tengah melakukan studi kelayakan mencakup desain, rekayasa dan pengembangan mobil sport EV. Namun belum diumumkan model apa yang akan diproduksi setelah pendantangan kerja sama tersebut.

Sebelum penandatanganan ini, Lotus baru saja menyelesaikan Evija, hypercar listrik yang bakal dirilis akhir tahun ini. Sedangkan Alpine sendiri sukses memproduksi A110 dengan unit terbatas. Digadang-gadang model inilah yang memiliki potensi besar untuk diproduksi bersama, mengingat A11bermesin konvesional meraih kesuksesan. Kini dilanjutkan dengan mesin listrik untuk meningkatkan angka jualan.

Alpine A110

Alpine A110 sendiri merupakan kendaraan sport dengan konfigurasi dua pintu. Alpine A110 dibekali dengan mesin 4-silinder 1.8-liter turbocharge, yang menghasilkan tenaga 249 hp dan torsi 320Nm. Kendaraan tersebut dijual dengan produksi terbatas.

“Karena kami memiliki kesamaan, itu yang mendorong kami kami membuat mobil listrik bersama dan tentu saja yang sangat menarik, tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga bagi penggemar dan pelanggan kami di seluruh dunia,” kata CEO Lotus Cars, Phil Popham.

Bahkan saat ini Renault, selalu terjun dalam gelaran motorsport mulai dari Formula1, Formula-E hingga balapan enduro bergengsi lainnya. Dari hasil di motorsport tersebut, Renault dapat menerapkan hasil studi dalam hal rekayasa desain hingga performa mobil Formula ke dalam sportscarnya mendatang.

Saat ini perusahaan otomotif Prancis tersebut sedang berstrategi memperkuat brand image. Rencananya akan hadir sepuluh kendaraan listrik terbaru hingga 2025 mendatang. Salah satunya adalah Renault5, Twizy dan kendaraan lain di sektor komersial.

Lotus Evija

CEO Renault Luca de Meo mengatakan, “Saat ini perusahaan tengah fokus pada strategi Profound Transformation yang mengutamakan pada elektrisiti, value, dan profit dibandingkan volume. Sehingga kendaraan yang akan menjadi fokus utama pada Renault adalah bermesin bensin-hybrid, listrik, hydrogen dan diesel untuk kendaraan komersial.”

Alpine Automobile merupakan pabrikan sportcar di bawah naungan Renault. Pabrikan tersebut telah eksis sejak 1955 dan bergabung dalam divisi sport Renault pada 1976. Sedangkan Lotus merupakan pabrikan Inggris yang dikenal sibuk dalam beberapa kompetisi balap seperti Formula1. Saat ini Lotus fokus pada produksi Lotus Elise, Exige dan Evora. Ketiganya merupakan sportscar dengan DNA balap sejati namun tetap aman untuk ditunggangi di jalan raya.

Sumber: thedrive.com

ALVANDO NOYA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda