25 Tahun V-Kool Di Indonesia, Terus Berinovasi Sebagai 'Penolak Panas'

JAKARTA, Carvaganza - Enggak terasa V-Kool sudah hadir di Indonesia selama 25 tahun. Ia sudah menemani ragam mobil di negeri ini. Dan kini, para pemain kaca film semakin menjamur sekaligus memperketat kompetisi di pasar. Meski terbilang mahal untuk ukuran harga kaca film, V-Kool tetap memiliki nilai lebih yang ditawarkan.

V-Kool menyadari hal itu sehingga tak sedikit konsumen mengalihkan pembelian kepada produk dengan harga yang lebih terjangkau isi kantung. Tentu ada nilai plus dan minus dari harga kaca film yang lebih murah, mungkin tak punya spesifikasi sekompleks V-Kool. Sebagai contoh saat kehadirannya pertama kali, 1995 silam. Sementara jemana lain menawarkan kaca film gelap, V-Kool justru datang dengan kaca film bening. Meski begitu, performanya luar biasa - bening tapi tahan panas. Hal inilah yang diapresiasi konsumen , hingga jargon "kaca film ajaib" beredar luas.

Sebagai contoh pada V-Kool VK Series. Kaca film ini memiliki tujuh lapisan disebut multi layered of dielectric-rare metals yang diperkuat kandungan emas - ditujukan untuk mengoptimalkan penolakan terhadap panas. Berbanding terbalik dengan produk infra red absorbtion yang malah menyerap panas. Secara kasat mata memang tidak dapat dilihat, tetapi dirasakan.

Unsur penolak panas itu sejatinya teraplikasi di seluruh jajaran produk V-Kool. Sama halnya pada V-Kool Limited Edition yang belum lama ini meluncur. Dikatakan PT V-Kool Indo Lestari, inilah lini termahalnya lantaran memiliki penolakan panas paling tinggi. Tak cuma itu, Total Solar Energy Heat Rejection (TSER) bahkan mencapai 74%. Ketersediaannya sendiri terbatas, hanya 999 paket saja. Konsumen jua mendapatkan kartu garansi spesial “limited edition privilege card” bernomor seri sesuai dengan produk yang dikeluarkan. Serta crystal emblem stiker “I'm V-KOOL” dalam exclusive box. Untuk harga, kaca film tersebut dipatok Rp 12 juta. Berlaku satu harga di semua wilayah.

Baca juga: Luaskan Jaringan, V-KOOL Resmikan Dealer Paint Protection Film di Cempaka Putih



Walau begitu, V-Kool sadar bahwa momentum usia ke-25 tahunnya kali ini berlangsung cukup berat. Pandemi COVID-19 yang terjadi selama 11 bulan, membuat penjualan mobil anjlok hingga 50 persen dibanding sebelumnya. Selama periode itu pula disebutkan penjualan kendaraan roda empat hanya 474.908 unit. Sementara sebelumnya sampai 942.462 unit (2019).

"V-Kool sendiri untuk penjualan retail sampai Oktober 2020 mengalami penurunan sebesar 12 persen. Tapi, kami menyiasati pandemi ini dengan penjualan online dan layanan home service. Kami telah membangun official store sejak tiga tahun lalu. Sehingga, ketika intensitas konsumen datang secara off-line berkurang, kami telah siap dengan penjualan online dan home service," kata Linda Widjaja, Vice President Director PT V-KooL Indo Lestari. Khusus jualan via daring, Linda bahkan mengklaim V-Kool tercatat menjadi kaca film terlaris di beberapa platform e-commerce.

Inovasi dalam hal penjualan tersebut pun ke depan bakal diikuti pula dengan kehadiran lini-lini anyar dari V-Kool. Seperti disampaikan oleh Darma Eddi Salim, President Director PT V-Kool Indo Lestari. Katanya, tahun depan (2021) bakal ada produk V-Kool dengan banderol lebih terjangkau. Termasuk pula melanjutkan kerjasama dengan pihak APM yang sudah dijalankannya selama belasan tahun terakhir.

Baca juga: Dealer Baru V-KOOL Pekalongan, Bisa Service 2 Unit Mobil Sekaligus


Kontribusi V-Kool di Masa Pandemi


Di masa pandemi ini, V-Kool turut berkontribusi dengan menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis di beberapa rumah sakit membutuhkan. Seperti di RSCM (Jakarta), RSU Purbowangi Kebumen Jawa Tengah, RSUD Lagita, Bengkulu dan RSUD Balige, Sumatera Utara. "Bantuan ini bukan hanya bukti bahwa V-KooL terus memberikan bhakti dan kontribusi bagi masyarakat banyak sekecil apapun itu. Namun juga wujud harapan dan optimisme. Bersama kita semua bisa melewati kondisi ini," ungkap Linda.

Dikatakannya lagi, kehadiran vaksin sangat dinantikan semua pihak dengan harapan bakal mendorong pemulihan kesehatan seperti sediakala. Sehingga, pemulihan ekonomi pun bakal sejalan beriringan. Mudah-mudahan industri otomotif nasional bisa berangsur-angsur pulih tahun depan.

ARY DWINOVIANSYAH

Artikel yang direkomendasikan untuk anda