Virus Corona Sampai di Italia, Ferrari Tutup Pabrik dan Museum

MARANELLO, Carvaganza.com – Virus Corona semakin luas menyebar ke penjuru dunia, termasuk ke Italia di benua Eropa. Dengan jumlah yang cukup mengawatirkan, Ferrari bahkan memilih untuk menutup museumnya dari kunjungan para turis. Langkah ini demi membatasi akses para turis yang berpotensi menularkan virus, ke para pegawai Ferrari di pabrik dan museum. Italia menjadi salah satu negara di Eropa yang terdampak cukup serius dari virus Corona ini belakangan. Ferrari mengambil langkah ini demi menjaga situasi internal tetap terkendali di tengah wabah yang telah terjadi sejak akhir 2019 ini. Jadi, kegiatan non bisnis atau yang dianggap tidak penting akan dilarang untuk mengakses pabrik dan museum Ferrari. Ferrari bahkan untuk saat ini menutup aktivitas di kedua museumnya yang berlokasi di kota Maranello dan Modena.

Pencegahan

“Ferrari telah menetapkan tindakan pencegahan untuk mengelola peringatan virus Corona saat ini,” tulis pernyataan resmi pabrikan berlogo Kuda Jingkrak itu. “Seperti yang diminta otoritas local, baik Museum Ferrari di Maranello dan di Modena telah ditutup dan perusahaan telah membatasi akses bagi karyawan yang tinggal atau telah mengunjungi kota yang terkena dampak. “Perusahaan juga telah menangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut semua kunjungan eksternal – termasuk tur pabrik – serta semua perjalanan bisnis yang tidak penting. Situasi sedan dipantau dengan cermat. Langkah-langkah baru akan segera diimplementasikan dan dikomunikasikan jika perlu.” Sejauh ini aktivitas tim Formula 1 mereka yang sedang jalani tes pra musim di Barcelona, Spanyol, tidak terkena dampak. Seluruh personil tim bepergian ke Spanyol menggunakan pesawat carteran, namun akan ditinjau ulang ketika mereka kembali.

Pembatalan

Sementara untuk jadwal balapan, sejauh ini seri China telah dibatalkan untuk digelar. Bahrain, yang juga menggelar balapan di awal musim, telah menangguhkan sementara semua penerbangan dari salah satu bandar udara utama di Dubai. Vietnam yang akan debut menggelar F1 tahun ini, juga telah menjadwalkan ulang beberapa ajang internasional seperti badminton. Namun untuk gelaran F1 di Hanoi, belum ada keterangan akan tetap berlangsung atau ditunda, bahkan dibatalkan. F1 dan FIA terus memonitor situasi di Vietnam dan negara-negara lain, dengan menyatakan siap mengambil keputusan yang diperlukan menyangkut situasi setempat. “FIA akan mengevaluasi kalender balapan yang akan datang dan, jika perlu, mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk membantu melindungi komunitas olahraga bermotor global dan msayarakat luas,” kata FIA melalui pernyataan resmi. WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda