VIDEO: Mobil Listrik Jangan Pakai Velg Besar, Begini Efeknya

JAKARTA, Carvaganza – Memang ban dengan profil tipis dan velg besar bisa membikin penampilan mobil menjadi lebih outstanding dan sporty. Makanya demi memperindah penampilan, banyak orang melepas ban standar, diganti dengan velg baru after market dengan diameter lebih besar dan profil ban lebih tipis.

Ternyata kalau Anda melakukan hal itu pada mobil listrik akan berpengaruh pada jarak tempuh electric vehicle (EV). Mobil listrik malah menjadi lebih boros energi. Justru yang lebih ramah lingkungan adalah ban dengan profil tebal. Demikian jelas host Jason Fenske dalam video Engineering Explained di channel Youtube.

Menurutnya penggunaan velg dengan diameter lebih besar akan sangat berpengaruh besar pada kinerja EV. Mobil listrik, katanya, lebih sensitif pada perubahan-perubahan seperti itu dibandingkan dengan mobil internal combustion (ICE) karena energi yang dibawa  lebih sedikit. Terjadi sedikit saja perubahan dalam hal efisiensi akan sangat mempengaruhi kemampuan EV dalam menempuh jarak yang seharusnya bisa ia jangkau. Dan perubahan itu bisa dramatis.

Misalnya, jika dalam satu kali pengecasan full battery mobil listrik mampu menempuh jarak 300 km, dengan pemakaian ban berprofil tipis bakal jauh berkurang. Mungkin 250 km atau 270 km.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Mobil Listrik Masih Perlu Perawatan Berkala

Foto: ban Lexus UX 300e


Untuk memperkuat hasil kalkulasinya, Fenske menggunakan data pengujian efisiensi dari pabrikan Tesla yang diserahkan pabrikan mobil kepada United States Environmental Protection Agency atau disingkat EPA. Alias badan lingkungan hidup Amerika Serikat.

Semua pabrikan mobil di AS wajib menyerahkan data itu kepada EPA agar Lembaga tersebut bisa merating efisiensi model mobil yang dirilis pabrikan. Nah dalam data yang diserahkan Tesla angkanya berbeda-beda sesuai dengan diameter velg mobil sehingga komparasinya bisa langsung dihitung.

Misalnya, menurut Fenske jarak yang ditempuh oleh Tesla Model 3 Performance dengan kecepatan konsisten 120,7 km/jam (75  km/jam) adalah 64,3 km (40 mil) dengan velg berdiameter 20 inci, bukan 18 inci. Hasil yang sama juga diperoleh dari Tesla Model S Performance dan Model X, meskipun perbedaannya lebih tipis antara memakai velg besar dengan velg kecil alias standar.

Ternyata mobil yang memakai velg lebih besar lebih boros konsumsi energi listriknya dibandingkan dengan ukuran velg lebih kecil. Jadi kalau kita ingin lebih hemat energi, mobil listrik yang kita pakai mesti memakai ban dengan profil yang lebih tebal. Jangan lupa ban dengan sidewall lebih tebal harganya lebih murah dibandingkan dengan ban profil tipis, selain itu lebih hemat energi.

Baca juga: Toyota Produksi Mobil Listrik Di Indonesia Mulai 2022

Foto: foto velg dan ban Ferrari 488 Pista

Efek lebar tapak ban


Di dalam video itu, Fenske juga menjelaskan secara detail bagaimana lebar tapak dan kompon ban juga mempengaruhi jarak tempuh EV. Ban dengan tapak yang lebih lebar memiliki grip (daya cengkeram) yang lebih kuat karena kontak ban ke permukaan jalan lebih besar. Namun frontal area mobil menjadi lebih besar sehingga menambah drag aerodinamika pada mobil.

Frontal area adalah di mana mobil ‘menabrak’ udara secara langsung. Total resistensi dari hantaman mobil dan angin tersebut adalah hasil perkalian antara frontal area dengan koefisien drag kendaraan. Tekanan yang diberikan oleh angin pada setiap benda yang berjalan melewatinya disebut drag aerodinamika (aerodynamic drag).

Tapi kalau ban yang kita pakai tadinya bertapak 205 mm diganti dengan tapak 305 mm, kemampuan tempuhnya hanya berkurang 2,7 km dari kemampuan menempuh jarak 321 km. Cuma berkurang sedikit.

Biasanya mobil listrik menggunakan ban low-rolling resistance karena grip ban menjadi lebih efisien. Ban yang memiliki grip lebih kuat membuat handling EV menjadi lebih baik, tapi lebih boros energi. Menurut hasil kalkulasi Fenske, kemampuan mobil menempuh jarak akan berkurang 85,2 km dari 400 km jarak yang bisa ditempuh mobil.

Mau tahu info lebih lanjut, tonton saja videonya.

Sumber: motorauthority.com

EKA ZULKARNAIN

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda