Beranda Updates TIPS: Perhatikan Hal-Hal Ini Kalau Membeli Mobil Bekas

TIPS: Perhatikan Hal-Hal Ini Kalau Membeli Mobil Bekas

JAKARTA, Carvaganza — Anda yang membutuhkan kendaraan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan membeli baru, menyewa, atau bisa juga dengan membeli mobil bekas. Cara ini bisa menguntungkan, tapi bisa juga merugikan. Anda harus berhati-hati dalam mencari produk dan butuh kewaspadaan dalam membeli.

Bengkel Provis Auto Sport Bintaro menyebutkan rata-rata depresiasi nilai tidak begitu menyusut bila dijual kembali, kalau dibanding kendaraan anyar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Misalnya soal pemeriksaan cat mobil. Ini adalah mutlak. Cara paling baik, pada saat masih ada sinar matahari. Bila mobil berada di bawah atap, minta agar bisa dipindahkan ke area yang terkena sinar matahari namun tidak terlalu silau. Saat kondisi terang, bisa memudahkan pemeriksaan cat mobil belang atau tidak, pernah dicat ulang atau tidak dan melihat mulusnya permukaan bodi. Pengecekan sulit dilakukan jika mobil di dalam gedung dan hanya disinari lampu.

Untuk lebih detailnya, perhatikan permukaan cat apakah “kulit jeruk” yang ada wajar atau tidak, sama rata atau tidak, terutama di daerah dekat list bodi dan list kaca. Perhatikan cat mobil dari sudut yang berbeda. Jangan tertipu, soalnya bisa terlihat seolah mulus dari sudut arah depan. Namun dari sudut arah belakang ternyata belang.

Amati juga list kaca dan list bodi. Kadang masih ada bekas kena cat, saat pengecatan yang belum dibersihkan. Cat sering terlihat kilap, namun kilap yang ada ternyata hanya dari vernisnya saja. Sedangkan cat dan thinner menggunakan material yang berkualitas kurang bagus, hal ini bisa mengakibatkan kilap cat tidak bertahan lama. Perlu diketahui bahwa mobil yang pernah dicat ulang, terutama seluruh bodi, mempunyai kecenderungan harga yang lebih murah.

Kabin Mobil

Kenyamanan kabin jelas bagian penting. Interior mobil yang bagus dan bersih bisa menambah kenyamanan Anda berkendara. Jadi pastikan interior mobil masih dalam keadaan asli. Lihat kondisi dasbor, pastikan tidak ada yang pecah atau retak. Selain itu, lihat kondisi setir, plafon serta jok mobil juga harus dalam kondisi utuh dan bersih.

Kemudian lihat plafon apakah dalam kondisi baik atau tidak, kotor atau bersih, kalau ada bekas-bekas tertekan mungkin mobil pernah dipergunakan untuk bawa-bawa barang. Pemeriksaan lanjut ke pengecekan karpet mobil. Hal ini untuk memastikan, apakah mobil pernah terendam banjir atau tidak. Mobil yang pernah terendam banjir dipastikan berkarat dan terdapat kotoran di celah-celah lipatan. Karat itu susah hilang meski mobil telah dibawa ke salon.

Mobil bekas kebanjiran biasanya tercium bau apek. Parahnya lagi, biasanya ECU sudah dalam rekondisi (repair). Kalaupun tak rusak, ada potensi ECU lembab dan suatu saat rusak. Jadi dalam mengecek interior, memang harus berhati-hati dan teliti. Hindari mobil bekas kebanjiran.

Saat Anda hendak membeli mokas, sebaiknya jangan terburu nafsu. Kenapa? Pedagang mobil bekas biasanya mempunyai naluri, untuk bisa mengetahui hal ini. Sehingga harga yang ditawarkan bisa terlalu tinggi dibanding harga pasar. Jadi, mulailah dengan perbincangan santai. Kemudian tidak disarankan mendatangi showroom saat hari sudah petang apalagi malam hari. Ini menunjukkan, Anda ingin segera memiliki mobil.

Bagian Mesin

Nah, paling mudah buka kap mesin. Lihat di sekeliling ruang mesin. Apakah ruang mesin terdapat lapisan cat yang relatif baru. Jika ada, ini mengindikasikan adanya turun mesin. Banyak penyebabnya, mulai dari kebanjiran, tabrakan dan kerusakan lain.

Langkah selanjutnya lihat apakah ada kebocoran mesin. Pada bagian bawah dan juga periksa selang yang terhubung dengan mesin. Biasanya pedagang berupaya menutupinya dengan cara mencuci mesin mobil supaya tidak terlihat kalau ada oli yang rembes. Cek, apakah ujung baut mesin ada yang lecet atau cacat karena sering buka-tutup. Sebab cara ini juga menentukan apakah mesin sering dibuka atau tidak.

“Perhatikan suara mesin saat kali pertama dihidupkan. Dengarkan apakah ada suara atau getaran yang tak wajar atau tak seirama. Lihat pula warna asap knalpot. Jika warnanya hitam, mengindikasian pembakaran yang tak sempurna. Kalau warna asap putih, ada indikasi campuran oli dalam ruang pembakaran. Jika Anda ragu, sebaiknya ajak mekanik atau orang yang ahli seputar mobil. Dan jangan lupa untuk test drive langsung, setelah melihat dokumen BPKB, STNK serta faktur harus asli,” ucap Yasin, punggawa Provis Auto Sport Bintaro.

ANJAR LEKSANA

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

MODIFIKASI: Mitsubishi Bravo, Yang Masih Sedarah Dengan Suzuki Every Dan Wuling

NEW YORK, carvaganza -  Ada yang pernah dengar Mitsubish Bravo? Mungkin tak pernah karena nama itu tak familiar dan memang nama mobil tersebut tak...

Tertarik Balapan Lain, Audi akan Tinggalkan Formula E

INGOLSTADT, Carvaganza.com – Audi memberikan kejutan di akhir tahun 2020 ini, dengan mengumumkan akan menyudahi partisipasinya di Formula E. Strategi baru Audi di motorsport...

Grosjean Diistirahatkan, Tim Haas Tunjuk Fittipaldi jadi Pengganti

SAKHIR, Carvaganza.com – Grand Prix Bahrain 2020 diwarnai oleh salah satu kecelakaan paling besar yang terjadi di Formula 1 dalam beberapa tahun terakhir. Romain...

Lamborghini Urus Punya Beberapa Fakta Menarik Ini!

JAKARTA, Carvaganza.com - Lamborghini Urus salah satu mobil terunik Lamborghini. Bukan hanya karena ia berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) yang belum lazim diproduksi produsen...

DAS Indonesia Take Over Jeep, Siapkan Jaringan Diler

JAKARTA, carvaganza.com - Sebuah kejutan di akhir tahun. Tiba-tiba tiga hari lalu masuk undangan ke meja redaksi yang mengatasnamakan Jeep. Yang bikin menarik adalah...