Beranda Drives TEST DRIVE: Menjajal DFSK Glory 580, Tempuh 403,8 KM Dalam 1 Hari

TEST DRIVE: Menjajal DFSK Glory 580, Tempuh 403,8 KM Dalam 1 Hari

Foto: Eka Zulkarnain/Carvaganza

BANTEN, 28 Februari 2019 — Persaingan segmen SUV diramaikan dengan kehadiran DFSK Glory 580 yang diluncurkan di Indonesia sejak Juli 2018 lalu tepatnya di arena Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS). Carvaganza sudah mereview dan mencoba kendaraan ini tak lama setelah Glory 580 diluncurkan, tetapi di dalam kota.

Banyak sekali masukan yang datang kepada kami mengenai mobil dari Tiongkok/Cina yang ada di sini. Pada umumnya mereka masih meragukan kemampuan mobil dari Negara Tirai Bambu itu. Demikian juga dengan DSFK. Makanya, saya tertarik untuk merasakan performa DFSK Glory 1.5L CVT.

Waktu hendak mencoba DFSK berpulas hitam metallic ini, saya sudah merencanakan perjalanan jauh dengan target jarak 400 km dalam waktu sehari dengan melewati ragam permukaan jalan. Makanya pada tulisan ini saya tak banyak bicara soal fitur karena sudah dijelaskan dulu saat diluncurkan.

Memang perjalanan ini tak akan bisa menjawab semua anggapan miring atau pun mengetahui secara menyeluruh kapabilitas DFSK Glory 580, apalagi mengetahui durabilitasnya secara utuh. Namun, paling tidak saya bisa mendapatkan gambaran tentang sebuah kendaraan SUV ketika diajak melakukan perjalanan jauh secara konsisten ke habitatnya layaknya sebuah SUV 4×2.

EKSTERIOR

DFSK adalah brand mobil yang baru bermain di pasar Indonesia, ia baru bermain kurang dari setahun. Sedangkan Jepang, Korea dan Eropa sudah puluhan tahun bermain di negeri ini. Makanya kami perlu membawa DFSK bermain di kolam yang sama yang sudah dijelajahi oleh brand-brand kompetitornya selama puluhan tahun.

Destinasi kami adalah ke Kasepuhan Cisungsang, sebuah desa adat yang terletak di Propinsi Banten. Desa ini merupakan bagian dari belasan desa adat yang terdapat di Banten dan Jawa Barat yang masih serumpun.

Medan jalan yang kami lewati beragam dari mulai jalanan di perkotaan, tol sampai jalanan di pedesaan yang berkelok dan memiliki permukaan tidak rata. Start dari Jakarta melewati Tol Jagorawi, Jalan Ciaw, Cibadak, Cikidang, Pelabuhan Ratu, Banten dan finish di Kasepuhan Cisungsang. Kami berangkat dari Jakarta pukul 4.30 WIB pagi hari Sabtu (23/2/2019).

INTERIOR

Mobil yang kami coba adalah DFSK Glory 580 1.5L Turbo CVT tipe Luxury tahun 2018. SUV penggerak roda depan berkapasitas tujuh penumpang ini sudah keyless entry dan untuk menyalakan mesin tinggal menekan tombol ‘On’ yang berasa di bagian belakang kiri setir. Dibandingkan dengan kompetitornya Honda CRV 1.5 liter turbo, mesinnya memang agak berisik jika Anda dengar dari luar, tak seperti mesin turbo seperti biasanya. Namun, tidak bergetar.

Kabin mobil seharga Rp 308 juta terasa lapang. Memiliki headroom dan legroom yang lega di depan untuk pengemudi dan penumpang berpostur 167 cm. Kelegaan itu juga dirasakan di jok baris kedua, namun jok baris ketiga bagi saya agak sempit. Pada awalnya, yang bakal jalan adalah empat orang, tapi dua orang membatalkan diri sehingga tinggal kami berdua saja. Padahal lumayan kan bisa dapat tambahan bobot 70 kg x 2. Bobot orang yang naik akhirnya total hanya 144 kg. Barang bawaan juga sedikit, hanya peralatan kamera dan foto serta dua buah ransel. Enteng.

Interior DFSK cukup menarik, menerapkan tiga tone warna yaitu beige pada ceiling, hitam dan coklat pada bagian jok kulitnya. Material yang dipakai juga cukup mengejutkan, tidak murahan malah memiliki kualitas yang baik. Desainnya juga menarik. Trim pintu pun memakai sentuhan kulit warna coklat dan material plastik yang bagus.

Setir juga dibalut oleh kulit dengan sejumlah tombol pengaturan seperti tombol untuk sistem audio, sistem infotainment dan layar MID yang terletak di belakang kemudi. Joknya dilapisi material kulit dengan pengaturan masih manual baik untuk bagian pengemudi maupun penumpang. Pada bagian dashboard terhadap layar sentuh yang besar, 10 inci bawaan pabrikan.

PERFORMANCE

Mesin 4 silinder segaris turbocharge 1500 cc menghasilkan tenaga 148 hp pada 5600 rpm dan torsi maksimal 220 Nm pada 1800 – 4000 rpm. Pada saat dipacu di jalan tol, memang tenaga di putaran bawah pada 2000 rpm terasa lamban, tapi terasa halus. Tenaga akan terasa lebih kuat pada putaran atas di atas 3000 rpm sehingga membantu akselerasi di jalan bebas hambatan dan tidak terasa ada turbo lag yang berarti. Perpindahan transmisi CVT-nya pun terasa halus, hal ini tentu saja membantu meningkatkan kenyamanan berkendara.

Pengendaraan mobil juga stabil ketika saya coba geber di atas 140 km. Karakter pengendaraan ini mengingatkan saya pada karakter Honda CR-V di mana bodinya terasa berat namun dorongan tenaga cukup besar sehingga mobil tetap enak bermanuver. DFSK memiliki total bobot kendaraan 2.035 kg, namun terasa pas dengan tenaga yang disemburkan sehingga mobil terasa solid dan pengemudian terasa mantap di dalam genggaman.

Kestabilan kendaraan ini dibantu oleh suspensi McPherson Independent pada bagian depan dan Torsion Beam pada bagian belakang serta pemakaian fitur Electronic Stability Control (ESP) sehingga membuat body-roll kendaraan menjadi minim meskipun DFSK memiliki ground clearance yang terbilang tinggi. Hal ini sangat membantu ketika melewati jalanan keriting berkelok di luar kota. Kerja suspensi yang solid juga membuat mobil tidak terasa limbung dan guncangan menjadi minim, penumpang depan maupun belakang tidak merasa pusing ketika melakukan perjalanan jauh. Oh iya, sound systemnya juga oke loh untuk menemani perjalanan jauh.

Meskipun mesinnya terdengar agak berisik dari luar jika dibandingkan kompetitornya, kabinnya terasa senyap. Suara berisik mesin tidak terdengar ke dalam interior. Pabrikan mengklaim bahwa agar level NVH-nya bagus, pihaknya melakukan penyempurnaan di lebih 200 titik desain NVH. Tapi pada saat melewati permukaan jalan tidak rata, terdengar suara yang agak berisik di bagian baris jok kedua, meski tidak terlalu mengganggu. Apakah ini mungkin karena beban mobil enteng serta disebabkan baris kedua tak ada penumpangnya.

Yang saya suka dari kendaraan ini adalah memiliki kualitas handling yang baik dengan kerja setir padat tanpa ruang kosong. Setir mampu mengomunikasikan permukaan secara akurat sehingga pengemudi bisa secara obyektif memberikan input yang presisi. Namun radius putar setir pendek hanya 1,5 kali putaran setir sehingga jika Anda berputar balik atau berbelok di ruang yang sempit, Anda harus ancang-ancang lebih jauh. Pengereman mobil bekerja dengan baik dan sudah dilengkapi dengan ABS dan EBD yang memberikan daya cengkeram yang akurat.

Satu hal lagi yang menarik adalah kemampuan DFSK Glory 580 di tanjakan. Jika Anda mengetahui jalanan Cikidang, Sukabumi dan jalanan Propinsi Banten menuju Kasepuhan Cisungsang, tanjakannya bisa dibilang ‘gila’. Selain terjal, juga panjang sehingga dibutuhkan nafas yang kuat. Dengan dua penumpang, mobil tak mengeluarkan effort yang spesial. Saya posisikan transmisi di D, DFSK melahap tanjakan dengan tenang. Memang ada satu kali saya mendapatkan effort agak berat ketika transmisi diposisikan pada mode manual dan saya sengaja berhenti di tengah-tengah tanjakan terjal yang patah ke kiri. Namun, saya pikir jika Anda gunakan momentum yang tepat ketika melahap tanjakan, mobil santai saja.

Kasepuhan Cisungsang, Propinsi Banten.

Dalam hal konsumsi BBM, DFSK Glory 580 tergolong lumayan efisien. Memang di layar MID tidak tertera info tentang pemakaian bahan bakar, tapi saya melakukan hitungan secara kasar. Begini, jarak total yang saya tempuh adalah 403,8 km PP, di mana sepanjang perjalanan saya menghabiskan biaya bensin Pertamina Pertamax 92 (RON 92) sebesar Rp 390.000 ribu atau setara dengan 39,59 liter bensin dengan harga Rp 9.850 per liter.

Pada waktu berangkat dari Jakarta, pada layar MID mobil tertera Driving Mileage mobil adalah 200 km dengan kondisi bahan bakar 4 bar. Setelah melakukan pengisian sebanyak 39,59 liter sebanyak dua kali di Ciawi dan Pelabuhan Ratu, sesampainya di Jakarta lagi pukul 22.20 di hari yang sama, Driving Mileage tinggal 176 km atau 3 bar bensin. Maka secara perkiraan kasar didapat angka konsumsi BBM kami estimasi pada kisaran 9,5 – 9,7 km per liter. Pengendaraan yang dilakukan pada umumnya normal dengan jalanan kombinasi tol, perkotaan dan luar kota dengan beragam permukaan jalan.

Setibanya saya di Jakarta setelah menempuh jarak 403 km, mobil tak memberikan keluhan apa-apa. Aman-aman saja. Hmmm…. boleh juga.

DFSK GLORY 580 Luxury CVT

Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 7 penumpang, 4 pintu, FWD
Mesin: I-4 16 katup turbo 1.5L/ 148 hp @5600 rpm/ 220 Nm @ 1800 – 4000 rpm.
Transmisi: CVT
PxLxT: 4680 x 1845 x 1715 mm
Wheelbase: 2780 mm
Curb weight: 1510 kg
Bobot total: 2035 kg
Konsumsi BBM: 9,5 – 9,7 km per liter (estimasi kombinasi)
Kapasitas tangki BBM: 58 liter
Rekomendasi BBM: Ron 92

EKA ZULKARNAIN



Last Updates

Aston Martin Bakal Luncurkan Supercar Baru di Indonesia Pekan Depan

JAKARTA, 22 Mei 2019 – Indonesia akan kembali kedatangan supercar baru dalam waktu dekat, kali ini dari pabrikan Inggris, Aston Martin, dengan akan meluncurkan...

Bidik Jawa Timur, DFSK Siapkan Tambah 9 Outlet Baru

JAKARTA, 22 Mei 2019 – Potensi pasar yang menggiurkan membuat DFSK memberikan perhatian khusus pada Surabaya dan Jawa Timur. Selain...

Pertamia Lubricants Gelar Promo Mudik 2019 dan THR Meditran

JAKARTA, 22 Mei 2019 -- Pertamina Lubricant tak hanya memperhatikan para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Selain Ketupat Enduro dan...

DFSK Jual Glory 560 di Surabaya Mulai Rp 199 Juta

SURABAYA, 22 Mei 2019 – Setelah diperkenalkan di ajang Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 Surabaya, DFSK mulai memperkenalkan...

Shell Rimula Periksa Kendaraan dan Kesehatan Gratis Pengemudi Truk

JAKARTA, 22 Mei 2019 -- Aktivitas logistik selalu mengalami peningkatan selama Ramadhan dan idul Fitri 1440 H. Untuk membantu para...