Selain Isi Air, Perhatikan Komponen Radiator Ini Kalau Tak Ingin Mesin Overheat

JAKARTA, CARVAGANZA - Radiator salah satu komponen terpenting mobil. Radiator berfungsi untuk menampung cairan pendingin, mendinginkan cairan pendingin, dan mendistribusikan cairan pendingin ke seluruh jalur sirkulasi sistem pendingin. Pompa air akan mengirimkan cairan pendingin menuju blok mesin. Cairan tersebut mengalir di sekitar silinder dan kembali menuju radiator melalui Thermostat.

Sirkulasi cairan pendingin ini berlangsung selama mesin dalam kondisi hidup untuk mencegah temperatur mesin menjadi terlalu tinggi yang dapat mengakibatkan komponen penggerak melunak hingga melebur dan menyatu dengan komponen lain di ruang pembakaran mesin.

Penanganan yang salah pada komponen ini, bukannya menjaga agar mesin bekerja secara konstan pada suhu ideal di sekitar 93 ºC, namun justru dapat mengakibatkan kendaraan anda mogok karena overheating. Kalau sudah sampai kompenen mekanis di dalam ruang bakar melengkung, maka biaya perbaikannya sudah pasti menjadi sangat mahal.

Radiator

Oleh sebab itu agar semua sistem pendingin dapat bekerja dapat bekerja maksimal, selain melakukan perawatan berkala, maka jenis cairan pendingin yang digunakan untuk mengisi radiator tidak boleh sembarangan.

Cairan Radiator

Air apakah yang biasanya anda gunakan untuk mengisi radiator kendaraan anda? Air tanah, air minum mineral, atau air AC? Tahukan anda, ternyata beberapa jenis air tersebut memiliki efek samping negatif bagi radiator.

Air tanah berbahaya karena mengandung banyak mineral yang bisa menyebabkan kerak pada radiator anda. Selain itu, biasanya air tanah memiliki pH rendah (asam) yang berisiko menimbulkan karat. Air minum mineral, sesuai namanya, mengandung senyawa mineral. Senyawa ini dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak bagi radiator kendaraan anda. Efek kandungan mineral yang tinggi adalah resiko timbulnya kerak.

Selain itu, pada suhu 85ºC, air mineral yang dipanaskan mulai menghasilkan gelembung-gelembung udara kecil pertanda mulai mendidih. Gelembung udara kecil atau buih ini membuat sirkuliasi pendinginan menjadi kurang maksimal karena juga dapat menimbulkan korosi dan karat.

Radiator

Sementara itu banyak juga yang memakai Air tetesan pendingin ruangan (AC) sebagai pengisi radiator kendaraan bermotor. Namun air jenis ini adalah air murni atau air suling yang tidak mengandung mineral. Tetapi karena air murni, kedua jenis air ini hanya memiliki titik didih di kisaran 98ºC – 100ºC sehingga kemampuan penyerapan panasnya tidak akan optimal karena akan mudah menguap dan cepat habis.

Sekarang ini sudah banyak jenis cairan pendingin radiator yang dijual di pasaran. Biasanya setiap produk radiator coolant memiliki jenis dan cara penggunaannya yang berbeda-beda. Ada produk radiator coolant yang praktis karena berdasarkan petunjuk penggunaannya tidak perlu lagi diencerkan atau dicampur dengan air.

Ada yang wajib ditambahkan air terlebih dahulu dengan komposisi 50:50. Radiator coolant jenis ini, untuk mencegah terjadinya endapan kalsium sangat dianjurkan mencampurnya menggunakan air destilasi (suling) atau air khusus radiator (H2O) yang botolnya biasanya menggunakan tutup berwarna biru.

Radiator

Selain itu ada pula jenis radiator coolant yang menawarkan beberapa alternatif komposisi pencampuran yang disesuaikan dengan iklim. Sama seperti jenis cairan pengisi radiator, dianjurkan untuk menggunakan air destilasi sebagai cairan pencampurnya.

Setelah itu jangan lupa untuk melakukan perawatan dan menguras air radiator secara berkala. Jika radiator mobil Anda sudah cukup lama tidak dikuras atau jika Anda membeli mobil bekas tanpa mengetahui riwayat perawatan radiatornya, serahkan proses pengurasan pada bengkel radiator.

Sebab jika kotoran yang terdapat di dalam jalur sirkulasi pendingin mesin terlalu banyak, dikhawatirkan dapat menyumbat beberapa saluran yang sempit dan dapat mengakibatkan kegagalan pada sistem pendinginan.

Komponen lain di sistem pendingin yang perlu diperhatikan

Selang Radiator

Radiator

Selang radiator adalah penghubung antara Radiator dan mesin, serta jalur mengalirnya cairan pendingin. Tekanan dan suhu air yang tinggi membuat selang radiator semakin lama semakin mengembang, dan daya tahannya semakin menurun. Lakukan pergantian bila memang sudah saatnya diganti. Jangan sampai terlambat menggantinya karena dapat berakibat fatal seperti terhambatnya sirkulasi air atau bahkan sobeknya selang. Jika sobek, akibatnya seluruh cairan akan terkuras seketika dan temperatur mesin melonjak tinggi.

Tutup Radiator

Radiator

Perhatikan apakah karet penyekat dan pegas tutup radiator masih berfungsi dengan baik. Jika tidak maka dapat menyebabkan meningkatnya temperatur mesin. Perhatikan juga bahwa masing-masing mobil memiliki tutup radiator dengan spesifikasi tekanan yang berbeda-beda. Pastikan bila Anda mengganti tutup radiator, cari yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Pengikat Selang Radiator (Klem)

Radiator

Pengikat (klem) yang biasanya terbuat dari besi atau baja, memastikan selang tersambung dengan baik pada radiator. Pengikat atau clamp radiator hose menjaga agar jangan sampai selang terlepas atau bocor.

Kipas Pendingin

Radiator

Agar kipas pendingin tetap dapat bekerja dengan sempurna, periksalah kondisi motor kipas pendingin dan tali kipas. Pastikan keduanya selalu dalam kondisi baik. Bila kipas pendingin tidak berfungsi, temperatur air yang bersirkulasi di dalam radiator akan meningkat. Pendinginan tidak maksimal dan mengakibatkan temperatur suhu mesin pun ikutan naik hingga dapat mengakibatkan overheat yang berakibat fatal. RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda