Seabiscuit, Truk Perkebunan Penjaga Proyek Senjata Pemusnah Massal

JAKARTA, Carvaganza – Nama Seabiscuit mungkin terdengar kurang familiar di telinga orang-orang, sekalipun ada yang tahu tapi istilah tersebut pasti mengacu pada seekor kuda pacu di Amerika. Ada fakta menarik tentang istilah Seabiscuit yang tidak diketahui oleh banyak orang. Seabiscuit adalah sebuah truk baja buatan Sekutu pada masa perang dunia kedua.

Menurut sejarawan Kanada, Seabiscuit adalah sebuah kendaraan keamanan yang dibangun pada 1940 oleh Consolidated Mining and Smelting (CM&S). Hal tersebut dilakukan karena, CM&S saat itu merahasiakan sebuah proyek senjata pemusnah masal pada Perang Dunia II. Pabrikan diklaim memproduksi deuterium oksida dan cairan berat. Cairan ini secara visual identik dengan air tetapi memiliki massa lebih berat 11 persen dan mengandung atom di dalamnya. Kemudian bahan-bahan tersebut digunakan untuk memperkaya zat radioaktif yang dibutuhkan untuk pengembangan nuklir.

Lantas kendaraan bertugas untuk melindungi pabrik CM&S agar tidak terendus oleh operasi intelejen Jerman. Seabiscuit awalnya adalah sebuah truk perkebunan di sebuah desa di Kanada, namun pabrikan mengubahnya menjadi kendaraan yang mampu membantu dalam produksi pembuatan zat radioaktif saat itu.

Seabiscuit, penambangan uranium

Selain itu, pabrikan juga mempersenjatai Seabiscuit dengan empat senapan mesin dan enam pistol, diklaim perlengkapannya tersebut melebihi sebuah pesawat tempur. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah serangan Jerman saat itu yang diketahui mulai menggunakan senjata nuklir untuk perang.

Namun keberadaan kendaraan ini terus dirahasiakan demi menjaga proyek yang dibuat oleh Sekutu. Diketahui bahwa, Sekutu menutupinya dengan mengklasifikasikannya di bawah Project 9 pabrik di Trail B.C, British Columbia, Kanada. Saat itu, mungkin ini adalah satu-satunya fasilitas di Amerika Utara yang mampu menghasilkan deuterium oksida atau cairan atom. Bahkan saking rahasianya, para buruh di pabrik tersebut tidak mengetahui bahwa CM&S juga menghasilkan sesuatu yang lebih dari pada pengolahan biji besi.

Hingga pada akhir perang dunia dua CM&S tercatat terus menghasilkan senjata pemusnah tersebut dibawah pengawasan Seabiscuit. Meskipun tidak terlihat sisa-sisa dari sosok truk baja pengangkut cairan atom tersebut, namun banyak sejarawan yang menduga bahwa Seabiscuit terjebak selama masa perang atau sengaja dihilangkan.

Meski demikian di akhir keputusan, cairan yang dihasilkan oleh CM&S di bawah pengawasan Seabiscuit tidak pernah digunakan selama masa perang. Karena The Manhattan Project saat itu memutuskan menggunakan material grafit sebagai medium untuk memperkaya zat atom Plutonium dan uranium. (ALVANDO NOYA/EZ)

Sumber: thedrive.com &trailties.ca

Artikel yang direkomendasikan untuk anda