Motorsports Hall of Fame #1: Ayrton Senna, Racing Is In My Blood!

Ayrton Senna

JAKARTA, Carvaganza – Pagi hari, 1 Mei 1994, Ayrton Senna bangun dari tidurnya dan membuka Kitab Injil. Kepada adiknya, Viviene, satu kalimat ia bacakan hari itu, “aku akan menerima pemberian Tuhan yang terbaik, Yakni Tuhan itu sendiri”. Sebaris firman mengantarkan Ayrton Senna kembali ke Rumah Tuhan tepat di hari itu.

Senna memang seorang Katolik yang taat. Ia pernah berkata, “Hanya karena saya percaya adanya Tuhan, hanya karena saya beriman kepada Tuhan, bukan berarti saya tidak bisa mati.” Bahkan di waktu senggangnya di pesawat, sering kali ia isi dengan membaca Kitab Injil.

Ayrton Senna Funeral

Tapi hari itu Senna tak lagi bisa membuka Alkitab di pesawat dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Sao Paolo, Brazil. Ia terbaring damai di dalam peti yang dibawa pesawat McDonnell-Douglas MD-11 milik maskapai Varig Brasil.

Pesawat jet dari Angkatan Udara Italia mengawal jasad Ayrton Senna hingga tiba di Bandara Internasional Sao Paolo-Guarulhos. Jasadnya kemudian dibawa oleh iring-iringan armada Polisi Militer Brazil dengan pengawalan 17 voorijder sejauh 32,2 km ke gedung legislatif Brazil di Ibirapuera Park. Lebih dari 2.500 petugas polisi berbaris menjaga tiga juta orang yang turun ke jalan demi memberi penghormatan terakhir kepadanya.

Ayrton Senna Tomb

Tujuh pesawat jet dari Angkatan Udara Brazil terbang dalam formasi. Letupan senapan 21-gun salute Brigade artileri mengiring kepergian Senna untuk selama-lamanya. Satu baris kalimat terpahat di makamnya, “Nada pode me separar do amor de Deus”. Artinya, “Tak ada satupun yang dapat memisahkan diriku dari kasih Tuhan,” diambil dari Alkitab, Romans 8:38-39. Dunia pun menangis.

Frank Williams, pemilik tim Williams F1, tim Ayrton Senna membalap ketika itu, menjadi salah satu dari dua ratus ribu orang yang datang ke makamnya hari itu. Ucapannya ketika itu, menggambarkan siapa Ayrton Senna sebenarnya. “Ayrton bukan orang biasa. Tak hanya di atas lintasan. Disamping sosoknya sebagai pembalap, ia sangat berarti bagi banyak orang,’ ucap Frank Williams.

Pribadi dermawan yang sangat dihormati

Ayrton Senna Young

Ayrton Senna dilahirkan di keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Milton da Silva, seorang tuan tanah sekaligus pemilik pabrik yang terpandang. Fakta yang membentuk pribadinya menjadi sosok protagonis. Uang bukanlah alasan baginya untuk membalap.

Kepeduliannya terhadap sesama tak perlu diragukan lagi. Paska kematiannya, diketahui bahwa semasa hidupnya, Senna telah menyumbangkan lebih dari US$ 400 juta atau sekitar lebih dari Rp 5 trilyun untuk anak-anak miskin di Brazil.

Ayrton Senna

Ia ingin hidupnya berarti bagi banyak orang. Ia tak ingin hidupnya menjadi beban bagi orang lain. Bahkan sebelum kematiannya, Ayrton pernah berkata, “Aku tak mau hidup setengah-setengah. Aku tak mau menderita karena penyakit atau cidera akibat kecelakaan saat balap. Kalau sampai aku mengalami kecelakaan fatal, aku berharap kejadian itu terjadi dengan cepat dan langsung merenggut nyawaku.”

Paska kematian Senna, Viviane sang adik, mendirikan Instituto Ayrton Senna, Yayasan amal untuk meneruskan misi luhur mendiang Ayrton Senna. Yayasan ini telah membuat banyak program sosial yang membantu anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang cemerlang. Yayasan ini dibentuk atas saran dari Bernie Ecclestone, mantan bos F1.

Ayrton Senna Young

Karakter kartun bernama Senninha (Senna kecil) lahir pada 1993. Senna menjadi tokoh idola banyak anak kecil di Brazil. Kartun ini semakin menegaskan statusnya yang layak dijadikan sebagai role model atau tokoh panutan bagi masa depan Brazil.

Nama jalan tol yang menghubungkan kota Sao Paolo dengan Bandara Internasional diubah untuk mengabadikan namanya. Salah satu nama jalan tol di Rio de Jainero juga diganti menjadi Avenida Ayrton Senna. Tikungan di Sirkuit Interlagos, Brazil, juga salah satunya diubah namanya menjadi Senna Esse Chicane. Senna Chicane juga dipakai jadi nama satu tikungan di Sirkuit Formula 1 Adelaide, Australia. Sirkuit ini salah satu sirkuit kesukaan Senna semasa hidupnya.

Beberapa sirkuit internasional lain juga ada yang mengabadikan namanya. Seperti Circuito de Jerez di Spanyol, Hockenheimring di Jerman dan Circuit Gilles Villeneuve di Kanada. Sirkuit Imola, Autodromo Enzo e Dino Ferrari, di San Marino, membangun patung peringatan Ayrton Senna di dekat tikungan Tamburello, tempat Ayrton Senna menghembuskan nafas terakhirnya.

Cinta balap sejak dini

Ayrton Senna Young

Kecintaan Senna terhadap dunia motorsport sudah ditumbuhkan sejak kecil. Ayahnya memberi go-kart mini saat ulang tahunnya yang keempat. Sejak saat itu tangannya selalu gemetar dan jantungnya berdebar menonton pembalap Formula 1 pahlawannya membalap di televisi.

Menginjak usia tujuh tahun, Senna sudah bisa mengendarai mobil Jeep di sekitar ladang keluarganya. Go-kart pertamanya diberikan ayahnya saat Senna berusia 13 tahun. Penuh semangat, Senna membawa go-kart bermesin pemotong rumput buatan ayahnya itu ikut kejuaran balap kart.

Balapan pertama, ia start di posisi terdepan dan memimpin hampir sepanjang balapan yang hampir sebagian pesertanya berusia jauh lebih tua dari dirinya. Sayang hari itu ia harus keluar lintasan lantaran bertabrakan dengan pembalap lain. Melihat talenta ini, sang ayah mendukung dan mengembangkan minat balapnya.

Ayrton Senna Formula Ford

Senna mengikuti South American Kart Championship tahun 1977. Senna kemudian berlaga di Karting World Championship sejak tahun 1978 hingga 1982. Lanjut, Senna pindah ke Eaton, Norwich, Inggris pada 1981 untuk memulai karier balapan single-seater dan langsung memenangi RAC dan Townsend-Thoreson Formula Ford 1600 Championship saat membalap untuk tim Van Diemen.

Meski berprestasi, tapi Senna justru dipanggil pulang ayahnya ke Brazil. Ia diminta untuk meneruskan usaha ayahnya di sana. Senna menurut. Ia pensiun dari dunia balap dan kembali ke Brazil. Tetapi kemudian Senna berubah pikiran setelah ditawari membalap di Formula Ford 2000 Championship.

British Formula Three Championship menjadi tujuan berikutnya. Ia membalap untuk West Surrey Racing Team tahun 1983 dan menjadi juara setelah mengalahkan Martin Brundle yang membalap untuk tim Eddie Jordan Racing.

Napak tilas karier Formula 1 Ayrton Senna

Ayrton Senna Toleman

Pada 1983, Senna sudah mencoba beberapa mobil Formula 1, Williams, McLaren, Brabham dan Toleman. Tahun berikutnya, Lotus, McLaren dan Brabham menawari Senna uji coba. Senna duduk di kursi mobil balap Williams dan menggeber mobil itu sebanyak 40 putaran. Catatan waktunya saat itu yang terbaik diantara pembalap lain, bahkan lebih baik dari catatan waktu juara bertahan Keke Rosberg.

Sayangnya waktu itu kursi tim Williams sudah penuh. Begitupun dengan McLaren yang juga kepincut mengambilnya. Giliran Lotus yang menawarinya kontrak. Tapi sayang sponsor utama tim Lotus saat itu, Imperial Tobacco (John Player & Sons) ingin Lotus menggunakan pembalap Inggris.

Ayrton Senna Lotus

Kejadian ini sama persis ketika Brabham tertarik merekrutnya sebagai pembalap kedua. Sponsor utama Brabham asal Italia, Parmalat, bersih keras ingin pembalap Italia yang mengisi kursi pembalap kedua. Jadilah Toleman, tim yang relatif baru yang sukses mendapatkan Senna untuk membalap di Formula 1 1984.

Meski membalap untuk tim yang boleh dibilang gurem, di bawah guyuran hujan lebat Senna berhasil mencuri perhatian lewat posisi kedua di Grand Prix Monaco. Sampai akhir musim ia sukses menapaki podium dua kali lagi, yakni di GP Inggris dan Portugis sebelum pindah ke tim Lotus untuk musim berikutnya.

Ayrton Senna McLaren

Selama tiga musim Senna membalap untuk Lotus dan menghasikan 6 kemenangan dan 16 kali pole position. Tapi torehan ini belum cukup untuk Senna. Pada 1988, Senna pindah ke McLaren. Keputusan ini terbukti tepat. Karena tahun pertamanya membalap untuk McLaren, untuk pertama kalinya Senna sukses menjadi juara dunia pembalap dengan mengalahkan rekan setimnya, Alain prost.

Keberhasilan Ayrton Senna bukan tanpa perjuangan. Ia bersaing ketat dengan Prost. Total 16 balapan yang digelar tahun itu, McLaren memenangi 15 diantaranya. Senna memenangkan 8 balapan dan prost juara di 7 seri.

Perseteruan keduanya berlanjut ke tahun berikutnya. Kali ini Senna harus mengakui keunggulan prost. Alain Prost menjuarai F1 musim 1989 dengan mendahului Senna di tikungan terakhir GP Jepang di Sirkuit Suzuka.

Ayrton Senna Williams

Tahun berikutnya, pertarungan Ayrton Senna vs Alain Prost berlanjut meski Prost sudah berganti bendera menjadi pembalap Ferrari. Kali ini Ayrton Senna yang berhasil menjadi juara dunia. Berikutnya, musim balap 1991 Prost pensiun, Senna mendominasi balap dan mencetak rekor sebagai pembalap termuda dengan tiga gelar juara dunia Formula 1.

Sayangnya performa mobil McLaren menurun di tahun berikutnya. Tahun 1992 F1 dimenangkan oleh Nigel Mansel dan tahun berikutnya gelar juara direbut Alain Prost yang kembali dari pensiunnya. Mansel dan Prost mempersembahkan gelar juara dunia untuk tim Williams-Renault yang mereka bela.

Itu sebabnya tahun 1994 Senna memutuskan pindah untuk mengemudikan mobil tim Williams-Renault demi kembali tampil kompetitif merebut gelar juara dunia. Inilah mobil balap terakhir yang pernah dikemudikan Senna.

Kematian Senna

 

Ayrton Senna Michael Schumacher

Hari Jumat, seperti biasa, Formula 1 menggelar sesi latihan. Hari itu pembalap Jordan, Rubens Barrichello yang juga dari Brazil mengalami insiden fatal saat melesat dengan kecepatan di atas 225 km/jam di Bassa Chicane. Senna yang melihat kejadian tersebut menepikan mobil Williams yang ia kemudikan dan loncat turun untuk memeriksa kondisi Barrichello.

Tak sadarkan diri, lidah Barrichello rupanya menurup saluran udara ke paru-parunya. Untungnya dokter FIA, Sid Watkins langsung tiba di lokasi kejadian dan menyelamatkan nyawa Barrichello. Ia sadar dan bersyukur Senna ada di sana untuk menolongnya. Melihat Barrichello sudah sadar, Senna naik kembali ke mobil F1 miliknya dan melanjutkan sesi latihan.

Sabtu Pagi, Senna mendapat kabar dari Barrichello. Rekan senegaranya itu memutuskan untuk tidak melanjutkan balap dan kembali ke rumahnya di Inggris dan berencana menyaksikan balapan esok harinya dari televisi saja. Mendengar kabar tersebut, Senna berhasil mencatat waktu tercepat dengan 1 menit 22,03 detik di sesi kualifikasi pertama.

Delapan belas menit sesi kualifikasi kedua dimulai, pembalap Simtek, Roland Ratzenberger menabrak tembok pembatas di tikungan Villeneuve curve pada kecepatan 314 km/jam akibat kegagalan fungsi sayap depan. Setelah menabrak tembok beton, mobilnya memantul dan berhenti tepat di tengah lintasan.

Roland Ratzenberger

Melihat kejadian tersebut, Senna bergegas kembali ke pit dan masuk ke salah satu mobil panitia dan mengemudikannya ke lokasi kejadian. Sampai di sana Ratzenberger telah dimasukkan ke dalam ambulans. Ia menyempatkan melihat mobil Simtek yang teronggok rusak.

Senna memang pembalap yang dikenal mengerti teknis pengembangan mobil. Tak hanya piawai di depan kemudi, ia juga pandai menganalisa masalah di mobil yang dikemudikan dan menyampaikannya ke mekanik untuk membuat mobilnya menjadi lebih cepat. Lantaran itu ia selalu cerewet bila ada perubahan regulasi mengenai kendaraan yang menurutnya dapat membahayakan pembalap.

Termasuk di awal musim 1994. FIA melarang penggunaan active suspension, traction control, launch control, rem ABS (Anti-lock Brake System) dan fitur bantuan berkendara elektronik lainnya. Saat sesi latihan awal musim, Senna langsung bereaksi setelah mencoba mobil dengan regulasi baru itu. “Tanpa semua peranti tersebut, saya punya perasaan tidak enak mengenai mobil ini. Karakter berkendara mobil berubah total dari sebelumnya dan saya kurang percaya diri sebetulnya. Tahun ini akan terjadi banyak insiden dan kami akan sangat beruntung kalau tidak ada kejadian serius yang terjadi,” kritik Senna saat itu.

Kekhawatiran Senna benar-benar terwujud. Senna mendatangi pusat kesehatan untuk mengetahui kondisi Ratzenberger. Kepala dokter, Sid Watkins memberitahunya kalau nyawa Ratzenberger tak dapat ditolong lagi. Senna menangis berurai air mata.

Ayrton Senna Accident

Melihat kondisi mental Senna sedang tidak baik, Sid Watkins menghiburnya dan mengatakan kalau demi keselamatan sebaiknya Senna pensiun saja dari dunia balap dan mengajaknya memancing untuk bersenang-senang menghabiskan waktu. Kebetulan keduanya hobi memancing. Namun ketika itu Senna menjawab kalau ia tak bisa berhenti membalap.

Kembali dari pusat kesehatan, Senna langsung pulang ke motor home dan terduduk menangis. Frank Williams, pemilik tim, sampai memerintahkan seorang juru bicara Williams untuk menemui dan menghibur Senna. Sore itu, Senna tidak ikut konfrensi pers paska sesi kualifikasi.

Esok paginya sebelum balapan dimulai, Senna terlibat pembicaraan serius dengan mantan rekan setim sekaligus rivalnya dulu di tim McLaren, Alain Prost yang sudah pensiun. Mereka berdua sepakat kalau seharusnya Grand Prix Drivers’ Association (GPDA) dibentuk kembali. Asosiasi ini adalah organisasi khusus pembalap Formula 1 yang bertujuan untuk meningkatkan faktor keselamatan di F1.

GPDA dibubarkan oleh FOCA (Formula One Constructors Association) pada 1982. Tidak hanya kepada Prost, Senna juga sempat mendiskusikan rencana ini bersama beberapa pembalap F1 lainnya. Kalau terwujud, rencananya nanti Senna yang cukup vokal berbicara tentang keselamatan pembalap, bersedia duduk menjadi ketuanya.

Ayrton Senna Accident

San Marino Grand Prix dimulai, Senna start terdepan. Belum lama balapan bergulir, terjadi insiden serius antara pembalap Pedro Lamy dan JJ Lehto. Pecahan dari kedua mobil mereka berterbangan dan hingga mengakibatkan beberapa penonton di sekitar lokasi kejadian terluka.

Safety car masuk untuk memperlambat laju peserta lainnya demi memberikan waktu kepada para petugas membersihkan lintasan dari debris. Waktu itu Opel Vectra dipilih menjadi safety car Formula 1. Masalahnya Opel Vectra hanyalah sedan keluarga, jelas kemampuannya tidak mumpuni untuk memimpin jalannya lomba.

Opel Vectra memimpin jalannya lomba dengan sangat lambat. Ayrton Senna sampai mendekati safety car dan memberi gestur untuk melaju lebih kencang lagi. Pasalnya kalau berjalan terlalu lambat, mobil F1 akan kehilangan tekanan dan traksi ban secara signifikan. Tetapi mau bagaimana lagi, rem Opel Vectra (safety car) kepanasan sehingga mobil harus dikemudikan secara perlahan.

Senna mendapat kabar dari pit lewat radio kalau safety car kembali ke pit. Lap ke-6, balapan dimulai lagi. Senna paling depan, Michael Schumacher membuntuti dekat di belakangnya. Ketika melewati tikungan Tamburello, Schumacher melihat kalau Senna mengambil jalur balap yang beresiko hingga mengakibatkan mobilnya melompat-lompat di atas kerb (semacam polisi tidur di sisi luar tikungan yang berfungsi untuk membantu mobil tidak keluar jalur dan tetap di lintasan).

Lap selanjutnya, di tikungan yang sama, Senna gagal menikung dan meluncur lurus menabrak tembok beton tepat di depannya. Dari telemetri mobilnya diketahui Senna masuk tikungan dengan kecepatan 309 km/jam lalu menginjak rem dalam-dalam. Senna sempat menurunkan gigi dua kali sebelum akhirnya menghantam tembok dengan kecepatan 211 km/jam.

Senna menabrak tembok dengan sudut dangkal yang mengakibatkan ban depan sebelah kanan mental menghajar kepala Senna sebelum terbang ke angkasa. Ban memukul kepala Senna dengan keras dan membenturkan kepalanya ke sandaran kepala. Perlu diingat, saat menabrak dengan kuat, kepala Senna sedang menjulur ke depan tertarik gravitasi.

 

Ayrton Senna Accident

Ditambah lagi, kepingan dari komponen suspensi depan yang terhubung dengan roda menusuk menembus helm Bell M3 yang dipakai Senna. Sebongkah potongan suspensi depan juga lolos masuk menusuk visor helmnya tepat di atas mata kanan Senna.

Petugas kebakaran tiba di lokasi dan tidak berani memberikan pertolongan pertama sampai petugas medis datang. Beberapa saat kemudian personel medis datang dan dalam beberapa menit Senna berhasil diangkat keluar dari kokpit.

Seorang fotografer bernama Angelo Orsi yang juga teman dekat Senna kebetulan berada dekat lokasi. Ia berhasil mengambil sejumlah foto saat helm Senna berhasil dilepas sampai akhirnya pandangannya terhalang petugas. Meski mendapat banyak tawaran mahal, namun Orsi tidak mepublikasikan foto wajah Senna dan hanya menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Ayrton Senna Car

Paska diangkat keluar dari kokpit, dari gambar televisi yang diambil oleh helikopter, terlihat banyak ceceran darah di lintasan dan di mobil Senna. Kemungkinan darah ini mengalir dari luka di kepalanya. Paramedis kemudian melakukan tindakan tracheotomy darurat di pinggir lintasan untuk memberikan udara masuk ke paru-parunya.

Dokter F1 yang juga ahli bedah saraf, Sid Watkins yang melakukan tindakan ini melancarkan saluran pernafasan, aliran darah, melakukan transfusi darah dan menutup aliran darah ke area luka untuk mencegah pendarahan lebih parah. Ia juga menitip pesan kepada petugas medis di helikopter untuk memberikan analisanya kepada intensive care anaesthetists, Giovani Gordini, sebelum Senna diterbangkan helikopter menuju rumah sakit Maggiore.

“Ia terlihat damai. Saya membuka matanya dan jelas dari pupilnya terlihat kalau ia mengalami trauma di bagian kepala yang cukup parah. Kami mengangkatnya keluar dari kokpit dan menaruhnya di atas aspal. Ketika terbaring di sana, saya melihat ia menghembuskan nafas panjang. Saya memang bukan orang yang religius, tapi saya merasakan kalau saat itulah rohnya pergi,” ujar Sid Watkins.

Ayrton Senna Statue

Pukul 3 sore helikopter mendarat di Maggiore Hospital. Dokter melarikan Senna langsung ke ruang perawatan intensif. Jam tiga lewat sepuluh menit, jantung Senna berhenti berdetak. Dokter berhasil membuatnya berdetak kembali dan memasangkan alat bantu pacu jantung. Adik Senna datang membawa pendeta untuk membacakan ritus terakhir. Jantung Senna kembali berhenti berdetak pukul 6.37 tapi kali ini keluarga memutuskan untuk merelakan kepergian Senna untuk selama-lamanya.

Seorang petugas medis mengatakan kalau mereka menemukan bendera Austria di dalam mobil yang dikemudikan Senna saat kecelakaan. Senna berniat untuk mengibarkan bendera tersebut di akhir balap sebagai penghormatan kepada Ratzenberger yang meninggal sehari sebelumnya. Sampai akhir hayatnya sekalipun, Senna masih mendedikasikan dirinya untuk orang lain. Salut!

Grand Prix Monaco tahun itu, GPDA (Grand Prix Driver Association) resmi didirikan oleh Niki Lauda, Chritian Fitipaldi, Michael Schumacer dan Gerhard Berger sebagai wadah pembalap menyampaikan aspirasinya tentang faktor keselamatan kendaraan.

Layout tikungan Tamburello diubah menjadi chicane dan tikungan lambat. Regulasi banyak diubah menyangkut faktor keselamatan pembalap di lintasan. Salah satunya desain tembok pengaman dengan ban penahan dan gravel. Masih banyak lagi warisan lainnya yang diilhami kejadian fatal Senna hari itu.

Investigasi kerusakan mobil

 

 

Ayrton Senna Helmet

Pada 13 April 2007, pengadilan tinggi Italia memutuskan bahwa kecelakaan terjadi akibat kerusakan kolom setir yang berakibat Senna gagal berbelok hingga menabrak tembok pembatas dan merenggut nyawanya. Kerusakan kolom setir menjadi tanggung jawab Patrick Head, direktur teknis dan Adrien Newey, kepala desainer tim Williams F1.

Sebelum balap dimulai, Senna sempat komplain kepada Patrick Head dan Adrian Newey tentang posisi kolom setir yang sedikit menganggu. Senna meminta agar posisi kolom setir diubah untuk memberikan sedikit ruang lebih baginya di dalam kokpit.

Head dan Newey memuaskan permintaan Senna dengan memotong kolom setir yang ada dan menyambungnya dengan pipa yang berukuran lebih kecil. Metode las seperti ini dilakukan secara darurat karena tim tak punya cukup waktu untuk membuat kolom setir baru yang berukuran lebih kecil.

Ayrton Senna

Meski keputusan pengadilan telah ditetapkan, tetapi Patrick Head tidak dipenjara. Hukuman maksimal untuk kasus pembunuhan di pengadilan Italia saat itu 7 tahun 6 bulan. Sedangkan kasus ini diputuskan 13 tahun paska insiden.

Pengadilan sudah menyampaikan keputusannya, meski demikian peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Ayrton Senna tetap menjadi misteri. Adrian Newey sempat menyampaikan analisanya. Menurutnya kerusakan akibat retak yang terlihat di kolom setir bisa saja terjadi paska benturan.

Meski telah tiada, nama Ayrton Senna akan terukir abadi dalam sejarah Formula 1. Pribadi bersahaja yang tak takut akan kematian. Seorang katolik taat yang peduli terhadap sesama. Pembalap hebat pemegang sejumlah rekor yang masih bertahan hingga kini. Rest in peace my hero, Ayrton Senna!
RIZKI SATRIA

Baca juga: 10 Pembalap Formula 1 Asal Amerika Serikat

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

  • Incar Generasi Muda, Kia Gandeng Hearts2Hearts Jadi Brand Ambassador di Indonesia
    Incar Generasi Muda, Kia Gandeng Hearts2Hearts Jadi Brand Ambassador di Indonesia
    Anindiyo Pradhono Hari ini
  • Hyundai  SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
    Hyundai SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • Raih Pangsa Pasar 17,1 Persen, Astra Daihatsu Motor Tutup Semester Pertama 2026 dengan Catatan Positif
    Raih Pangsa Pasar 17,1 Persen, Astra Daihatsu Motor Tutup Semester Pertama 2026 dengan Catatan Positif
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • ACC dan TAF Tawarkan Bunga Spesial 2,99% Hingga Cashback Trade-In Rp15 Juta di GIIAS 2026
    ACC dan TAF Tawarkan Bunga Spesial 2,99% Hingga Cashback Trade-In Rp15 Juta di GIIAS 2026
    Anindiyo Pradhono 23 Jul, 2026
  • Changan Deepal S05 Meluncur, Harga Promo Mulai dari Rp509 Juta
    Changan Deepal S05 Meluncur, Harga Promo Mulai dari Rp509 Juta
    Anindiyo Pradhono 22 Jul, 2026
Artikel lainnya

New cars

  • Changan Deepal S05 Meluncur, Harga Promo Mulai dari Rp509 Juta
    Changan Deepal S05 Meluncur, Harga Promo Mulai dari Rp509 Juta
    Anindiyo Pradhono 22 Jul, 2026
  • All New Kia Seltos 2026 Menanggalkan Mesin Turbo dan DCT, Ini Alasannya
    All New Kia Seltos 2026 Menanggalkan Mesin Turbo dan DCT, Ini Alasannya
    Anjar Leksana 21 Jul, 2026
  • Tegaskan SUV Berkarakter Sporty, Begini Spesifikasi Geely Coolray
    Tegaskan SUV Berkarakter Sporty, Begini Spesifikasi Geely Coolray
    Anindiyo Pradhono 21 Jul, 2026
  • Lebih Sangar Berkat Mesin V6, Ford RMA Indonesia Rilis Everest Platinum dan Tiga Varian Baru Ranger
    Lebih Sangar Berkat Mesin V6, Ford RMA Indonesia Rilis Everest Platinum dan Tiga Varian Baru Ranger
    Anindiyo Pradhono 16 Jul, 2026
  • Ferrari 849 Testarossa Mengaspal di Indonesia, Monster PHEV Sang Penerus Takhta SF90 Stradale
    Ferrari 849 Testarossa Mengaspal di Indonesia, Monster PHEV Sang Penerus Takhta SF90 Stradale
    Anindiyo Pradhono 16 Jul, 2026
Artikel lainnya

Drives

  • Ferrari Amalfi: Penerus Roma yang Lahir untuk Dikendarai Harian
    Ferrari Amalfi: Penerus Roma yang Lahir untuk Dikendarai Harian
    Dandy Abitama 13 Jul, 2026
  • TEST DRIVE: Kabin VinFast VF MPV 7 Lapang Dan Senyap (2)
    TEST DRIVE: Kabin VinFast VF MPV 7 Lapang Dan Senyap (2)
    Eka Zulkarnain H 03 Jul, 2026
  • TEST DRIVE: Seharian Bersama Mobil Keluarga Modern VinFast VF MPV 7 (1)
    TEST DRIVE: Seharian Bersama Mobil Keluarga Modern VinFast VF MPV 7 (1)
    Eka Zulkarnain H 02 Jul, 2026
  • Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Eka Zulkarnain H 01 Mei, 2026
  • Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Anindiyo Pradhono 30 Apr, 2026
Artikel lainnya

Review

  • Ini Yang Perlu Diketahui dari Xpeng  X9 Facelift dan G6 AWD
    Ini Yang Perlu Diketahui dari Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD
    Anindiyo Pradhono 30 Jun, 2026
  • Toyota Hilux, Yang Dulunya Mobil Kuda Beban Sampai Jadi Lifestyle
    Toyota Hilux, Yang Dulunya Mobil Kuda Beban Sampai Jadi Lifestyle
    Eka Zulkarnain H 29 Jun, 2026
  • Toyota Indonesia Resmi Rilis New Hilux, Harga Mulai Rp400 Jutaan
    Toyota Indonesia Resmi Rilis New Hilux, Harga Mulai Rp400 Jutaan
    Anjar Leksana 29 Jun, 2026
  • Suzuki Fronx Tipe GL AT Yang Sangat Bersahabat di Kantong
    Suzuki Fronx Tipe GL AT Yang Sangat Bersahabat di Kantong
    Anindiyo Pradhono 23 Jun, 2026
  • Ini Alasan Toyota Hilux Rangga Diminati Kalangan Pengusaha Indonesia
    Ini Alasan Toyota Hilux Rangga Diminati Kalangan Pengusaha Indonesia
    Eka Zulkarnain H 19 Jun, 2026
Artikel lainnya

Video

  • VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    Muhammad Hafid 08 Jan, 2025
  • VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    Alvando Noya 22 Apr, 2024
  • VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    Muhammad Hafid 06 Jan, 2024
  • VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    Muhammad Hafid 04 Jul, 2023
  • VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    Bangkit Jaya 11 Mei, 2023
Artikel lainnya

Hot Topics

  • Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Eka Zulkarnain H 01 Jun, 2021
  •  Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Rizki Satria 05 Feb, 2021
  • Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Rizki Satria 03 Jan, 2021
Artikel lainnya

Interview

  • Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Wahyu Hariantono 17 Mar, 2026
  • Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Muhammad Hafid 11 Mar, 2026
  • Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Muhammad Hafid 06 Mar, 2026
  • Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Wahyu Hariantono 27 Feb, 2026
  • Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Wahyu Hariantono 25 Feb, 2026
Artikel lainnya

Modification

  • Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Anjar Leksana 17 Mei, 2026
  • iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    Eka Zulkarnain H 08 Mei, 2026
  • Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Zenuar Yoga 20 Apr, 2026
  • IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    Zenuar Yoga 14 Feb, 2026
  • Kick-Off IMX 2026: Sambut Generasi Penerus dan IMX Hub
    Kick-Off IMX 2026: Sambut Generasi Penerus dan IMX Hub
    Setyo Adi 26 Jan, 2026
Artikel lainnya

Features

  • Bedah Lengkap Changan Deepal S05 Versi BEV dan REEV
    Bedah Lengkap Changan Deepal S05 Versi BEV dan REEV
    Anjar Leksana Hari ini
  • Hyundai  SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
    Hyundai SmartSense Jadi Kelebihan Stargazer, Ini Serangkaian Manfaatnya
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • Toyota New Veloz HEV Terbukti Andal Tempuh Ekspedisi 6.500 Km Nonstop
    Toyota New Veloz HEV Terbukti Andal Tempuh Ekspedisi 6.500 Km Nonstop
    Anindiyo Pradhono 20 Jul, 2026
  • Sebelum Membeli, Kenali Lagi Fitur Pintar Dan Kelebihan Hyundai Stargazer
    Sebelum Membeli, Kenali Lagi Fitur Pintar Dan Kelebihan Hyundai Stargazer
    Eka Zulkarnain H 17 Jul, 2026
  • Ini 11 Hal Penting Yang Wajib diketahui dari Honda Super-ONE
    Ini 11 Hal Penting Yang Wajib diketahui dari Honda Super-ONE
    Eka Zulkarnain H 14 Jul, 2026
Artikel lainnya

Community

  • Klub ID42NER Gelar Jamnas, Dihadiri Pembalap Toyota Gazoo Racing
    Klub ID42NER Gelar Jamnas, Dihadiri Pembalap Toyota Gazoo Racing
    Anjar Leksana 08 Jun, 2026
  • Club Leader Meet Up 2026 Perkuat Hubungan Daihatsu Dengan Komunitas
    Club Leader Meet Up 2026 Perkuat Hubungan Daihatsu Dengan Komunitas
    Eka Zulkarnain H 01 Jun, 2026
  • Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Anindiyo Pradhono 17 Feb, 2026
  • Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Bangkit Jaya 27 Jan, 2026
  • Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Anjar Leksana 26 Jan, 2026
Artikel lainnya

Gear Up

  • Pecahkan Rekor Dunia! Replika Lego Technic Koenigsegg Sadair's Spear Ukuran Asli Sukses Melesat 111 Km/Jam
    Pecahkan Rekor Dunia! Replika Lego Technic Koenigsegg Sadair's Spear Ukuran Asli Sukses Melesat 111 Km/Jam
    Anjar Leksana 10 Jul, 2026
  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Wahyu Hariantono 01 Des, 2025
  • Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Muhammad Hafid 11 Jul, 2025
  • Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Muhammad Hafid 03 Jun, 2025
Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • Harga DFSK E5 Plus Rp500-550 Juta, Sudah Terpesan 1.100 Unit!
    Harga DFSK E5 Plus Rp500-550 Juta, Sudah Terpesan 1.100 Unit!
    Dandy Abitama Hari ini
  • iCAR V27 REEV Siap Meluncur di GIIAS 2026, Berapa Harga yang Pantas?
    iCAR V27 REEV Siap Meluncur di GIIAS 2026, Berapa Harga yang Pantas?
    Anjar Leksana Hari ini
  • Suzuki Pajang Grand Vitara di AEON Mall Tanjung Barat, Sapa Konsumen Jakarta Selatan
    Suzuki Pajang Grand Vitara di AEON Mall Tanjung Barat, Sapa Konsumen Jakarta Selatan
    OTO 23 Jul, 2026
  • Hyundai Stargazer Andalkan SmartSense, Bawa Perlindungan Menyeluruh untuk Keluarga 
    Hyundai Stargazer Andalkan SmartSense, Bawa Perlindungan Menyeluruh untuk Keluarga 
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • Bedah Detail Kelengkapan Changan Deepal S05, SUV Listrik Pertama dengan Pilihan BEV dan REEV
    Bedah Detail Kelengkapan Changan Deepal S05, SUV Listrik Pertama dengan Pilihan BEV dan REEV
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • Menakar Alasan Mitsubishi Destinator Layak Jadi Pilihan Mobil Keluarga
    Menakar Alasan Mitsubishi Destinator Layak Jadi Pilihan Mobil Keluarga
    Anindiyo Pradhono 28 Jun, 2026
  • Mitsubishi New Pajero Sport Masih Jadi Andalan Road Trip, Simak Deret Alasannya
    Mitsubishi New Pajero Sport Masih Jadi Andalan Road Trip, Simak Deret Alasannya
    Anjar Leksana 27 Jun, 2026
  • Impresi Perdana Lepas E4 EV, Debut Global di Indonesia Siap Mengusik Pasar EV Lokal
    Impresi Perdana Lepas E4 EV, Debut Global di Indonesia Siap Mengusik Pasar EV Lokal
    Anindiyo Pradhono 25 Jun, 2026
  • Suzuki Fronx Tipe GL: Varian Termurah yang Justru Sangat Logis Dijadikan Pilihan 
    Suzuki Fronx Tipe GL: Varian Termurah yang Justru Sangat Logis Dijadikan Pilihan 
    Anindiyo Pradhono 23 Jun, 2026
  • Transisi ke Era Mobil Listrik, Akankah 'Roh' Klasik Mercedes-Benz Pudar?
    Transisi ke Era Mobil Listrik, Akankah 'Roh' Klasik Mercedes-Benz Pudar?
    Anindiyo Pradhono 18 Jun, 2026
  • Cara Optimalisasi Audio Dynamic Sound Yamaha Premium di Mitsubishi Xforce
    Cara Optimalisasi Audio Dynamic Sound Yamaha Premium di Mitsubishi Xforce
    Anjar Leksana 06 Jul, 2026
  • Persiapan Road Trip Liburan Sekolah: Cek Empat Sektor Ban Mobil Demi Keselamatan
    Persiapan Road Trip Liburan Sekolah: Cek Empat Sektor Ban Mobil Demi Keselamatan
    Anindiyo Pradhono 12 Jun, 2026
  • Jangan Anggap Sepele Rotasi Ban Mobil, Ini Waktu yang Tepat untuk Dilakukan
    Jangan Anggap Sepele Rotasi Ban Mobil, Ini Waktu yang Tepat untuk Dilakukan
    Anjar Leksana 26 Mei, 2026
  • Musim Kemarau Tiba, Ini Alasan Filter AC Mobil Wajib Dicek Secara Berkala
    Musim Kemarau Tiba, Ini Alasan Filter AC Mobil Wajib Dicek Secara Berkala
    Zenuar Yoga 29 Apr, 2026
  • Pereli Rifat Sungkar Kasih Tahu Cara Nyetir Mobil yang Bisa Irit Bahan Bakar
    Pereli Rifat Sungkar Kasih Tahu Cara Nyetir Mobil yang Bisa Irit Bahan Bakar
    Anjar Leksana 08 Apr, 2026
  • Test Drive Geely Coolray: Compact SUV yang Tampil Sporty dengan Sedikit Cita Rasa EV
    Test Drive Geely Coolray: Compact SUV yang Tampil Sporty dengan Sedikit Cita Rasa EV
    Anindiyo Pradhono Hari ini
  • Test Drive New Mitsubishi XForce HEV: Peningkatan Signifikan!
    Test Drive New Mitsubishi XForce HEV: Peningkatan Signifikan!
    Herry Mulyamin 23 Jul, 2026
  • Test Drive VinFast VF MPV 7: Handlingnya Stabil dan Kabin Lapang
    Test Drive VinFast VF MPV 7: Handlingnya Stabil dan Kabin Lapang
    Eka Zulkarnain 20 Jul, 2026
  • Test Drive Changan Deepal S05: Jajal BEV dan REEV, Serupa Tapi Tak Sama
    Test Drive Changan Deepal S05: Jajal BEV dan REEV, Serupa Tapi Tak Sama
    Anindiyo Pradhono 10 Jul, 2026
  • Road Test Suzuki Fronx GL AT: Rasionalitas Varian Termurah 
    Road Test Suzuki Fronx GL AT: Rasionalitas Varian Termurah 
    Anindiyo Pradhono 02 Jul, 2026

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • Desain Baru Sangat Atraktif, All-New Kia Seltos Siap Meluncur di GIIAS 2026
    Desain Baru Sangat Atraktif, All-New Kia Seltos Siap Meluncur di GIIAS 2026
    Anjar Leksana 23 Jul, 2026
  • Penantang Baru di Kelas SUV Kompak: Geely Coolray Meluncur Bawa Mesin Turbo 174 PS
    Penantang Baru di Kelas SUV Kompak: Geely Coolray Meluncur Bawa Mesin Turbo 174 PS
    Anindiyo Pradhono 22 Jul, 2026
  • Mitsubishi Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta dan Garansi Baterai 10 Tahun
    Mitsubishi Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta dan Garansi Baterai 10 Tahun
    Anjar Leksana 21 Jul, 2026
  • Wuling BingoS Siap Jadi Penantang Baru SUV Listrik Kompak, Jarak Tempuh 525 Km
    Wuling BingoS Siap Jadi Penantang Baru SUV Listrik Kompak, Jarak Tempuh 525 Km
    Anjar Leksana 08 Jul, 2026
  • TOP dan Pesonna Optima Jasa Tambah 250 Armada Ride-Hailing, Perkuat Ekosistem EV
    TOP dan Pesonna Optima Jasa Tambah 250 Armada Ride-Hailing, Perkuat Ekosistem EV
    Anjar Leksana 03 Jul, 2026
  • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Anjar Leksana 10 Mar, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi 20 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi 04 Agu, 2025