10 Pembalap Formula 1 Asal Amerika Serikat

Michael Andretti F1

JAKARTA, Carvaganza – Balapan Formula 1 di Amerika Serikat (AS) memang tidak sepopuler NASCAR ataupun IndyCar. Maklum, balapan Formula 1 lebih banyak diselenggarakan di Eropa.

Tetapi sebetulnya, Formula 1 United States Grand Prix punya sejarah yang sangat panjang. Grand Prix pertama di AS terjadi pada 1908. Hingga tahun 2019, total ada enam sirkuit modern AS yang pernah menggelar F1, Riverside, Sebring Watkins Glen, Phoenix, Indianapolis dan Austin.

Sejak Formula 1 pertama kali digelar pada 1959, banyak pembalap legendaris yang sudah mencicipi trofi kemenangan GP AS. Sebut saja Graham Hill, Jim Clark, Jackie Stewart, Niki Lauda, James Hunt, Gilles Villeneuve, Ayrton Senna, Michael Schumacher, Mika Hakkinen, Sebastian Vetel, Lewis Hamilton dan Kimi Raikkonen adalah sedikit dari masih banyak lagi lainnya. Menariknya, tak satupun pembalap tuan rumah yang pernah juara di negerinya sendiri.

Tahun lalu Amerika Serikat juga tak menggelar F1. Tahun ini pun daftar pembalap F1 tak dihiasi pembalap asal AS. Padahal Hass adalah tim F1 asal Amerika Serikat. Apa memang tak ada pembalap asal AS yang punya potensi yang baik?

Jangan salah, Paman Sam bukannya tak punya pembalap hebat, ada juga loh juara dunia pembalap Formula 1 asal Amerika Serikat. Ada juga beberapa pembalap AS lainnya yang tak sempat merebut gelar juara dunia tapi cukup berprestasi. Siapa saja mereka dan bagaimana kisahnya?

1. Mario Andretti

Mario Andretti

Inilah pembalap Formula 1 asal Amerika Serikat yang paling sukses. Pria keturunan Italia ini berhasil memenangi 12 Grand Prix dan di bawah bendera Tim Lotus F1 arahah Colin Chapman, ia berhasil menjuarai Formula 1 tahun 1978.

Mario Andretti

Ia pertama kali membalap di Formula 1 tahun 1968 dan langsung berhasil mencuri pole position di GP AS di Watkins Glen. Selain dikenal kencang di lintasan, Mario Andretti juga punya reputasi sebagai salah seorang pembalap yang jago menyetel mobil untuk balapan.

2. Phil Hill

Phil Hill

Sebelum Mario Andretti menjuarai Formula 1 tahun 1978, ada satu pembalap Amerika Serikat yang lebih dulu berhasil jadi juara dunia pembalap. Phil Hill sukses menjadi juara dunia pembalap F1 tahun 1961 bersama tim Ferrari.

Phil Hill

Kalau Anda penggemar F1, mungkin nama Graham Hill atau Damon Hill sudah tak asing lagi. Menariknya, kalau Graham Hill dan Damon Hill berkebangsaan Inggris, Phil lahir di AS dan tidak berhubungan dengan Graham ataupun Damon Hill meskipun memiliki nama belakang yang sama. Ia mengendarai Ferrari 156 dan sukses memenangi 3 Grand Prix dari total 49 balapan yang ia ikuti. Tak cuma di F1, ia berhasil memenangi balap ketahanan 24-jam Le Mans pada tahun 1958, 1961 dan 1962 juga di atas mobil balap Ferrari.

3. Dan Gurney

Dan Gurney

Duduk di depan kemudi Ford GT40 Mk. IV untuk tim Shelby-American Inc. Dan Gurney berhasil menjuarai 24 Hours of Le Mans pada 1967. Usia menerima trofi, Dan Gurney menyemprotkan champagne sebagai ekspresi kebahagiaan dirinya. Sejak saat itulah tradisi menyemprot champagne selalu dilakukan di atas podium di hampir setiap ajang balap di dunia.

Dan Gurney

Ya, itulah peninggalan paling berharga Dan Gurney terhadap dunia motorsports hingga kini. Selain tentu saja, dirinya sukses memenangi 4 Grand Prix, 19 podium sepanjang partisipasinya di Formula 1 sejak tahun 1958 sampai 1970.

Tak hanya itu, Dan Gurney juga meninggalkan satu lagi warisan yang sangat berharga bagi dunia balap, yakni Gurney flap. Peranti ini merupakan komponen tambahan (kolom) di sayap yang bisa meningkatkan downforce (gaya tekan ke permukaan jalan) tanpa berkompromi terhadap aerodinamika kendaraan secara signifikan. Bukan Cuma dipalikasikan di dunia balap, temuan Dan Gurney ini dipatenkan dan digunakan untuk lintas disiplin. Contohnya untuk pesawat terbang dan helikopter di dunia aviasi.

4. Peter Revson

Peter Revson

Nama Revson terdengar familiar? Ya tak salah lagi, Peter Revson adalah penerus tahta dari Charles Revson, pendiri dari raksasa industri kosmetik, Revlon. Karier balap Revson tak bisa dibilang buruk, dari 30 start pada 1971 sampai 1974, Peter berhasil memenangi 2 Grand Prix.

Peter Revson

Sangat disayangkan karier balapnya di Formula 1 berakhir tragis. Kecelakaan fatal di Kyalami Grand Prix, Afrika Selatan tahun 1974 merenggut nyawanya. Sepanjang kariernya Revson pernah membalap untuk tim Parnell, McLaren dan Shadow di era paling berbahaya Formula 1. Yakni tahun 1970-an. Namanya diabadikan dalam Hall of Fame Amerika untuk kategori olah raga pada 1996.

5. Eddie Cheever

Eddie Cheever

Eddie Chever, pembalap Formula 1 asal AS yang paling panjang kariernya. Ia berpartisipasi di 143 balapan dalam kurun waktu 1978 sampai 1989. Ia berhasil 9 kali naik podium dan membalap untuk tim-tim hebat seperti Ala Romeo, Renault dan Hesketh.

Eddie Cheever

Tak hanya membalap untuk Formula 1, Cheever juga sempat mengenyam aspal CART, IndyCar, Indy Racing League hingga Grand Prix Masters sepanjang 30 tahun kariernya di dunia balap. Grand Prix Masters adalah balapan yang seluruh kontestannya ketika itu ialah mantan pembalap Formula 1.

6. Mark Donohue

Mark Donohue

Kalau pembalap yang satu ini beda lagi. Jauh sebelum membala di Formula 1, Mark Donohue sudah lebih dahulu dikenal sebagai pembalap legendaris. Ia salah satu pembalap SCCA (Sports Car Club of America) tersukses dan pernah berpartisipasi di 24 Hours of Le Mans mengendarai Ford GT40 untuk tiim Shelby American.

Mark Donohue

Ia juga pernah memenangi Indy 500 dan menjuarai NASCAR untuk tim Penske Racing. Sama seperti Peter Revson, nasibnya berujung nahas di lintasan balap. Donohue gugur pada tahun 1975 setelah didiagnosa pendarahan otak akibat kecelakaannya di Austrian Grand Prix.

Baca juga: Porsche Gandeng Penske Jadi Partner untuk Kembali ke Le Mans

7. Michael Andretti

Michael Andretti

Michael Andretti memikul beban yang sangat berat di pundaknya ketika memulai karier balapnya di Formula 1. Pasalnya, sang ayah, Mario Andretti adalah juara dunia pembalap F1 tahun 1978. Nasibnya kurang beruntung, karena saat debutnya di F1 tahun 1993, ia harus berpasangan dengan legenda Ayrton Senna di tim McLaren.

Michael Andretti F1

Ketika itu ia belum memiliki banyak pengalaman membalap di sirkuit-sirkuit Eropa. Transisi dari mobil balap IndyCars ke mobil F1 yang jauh lebih rumit juga menjadi salah satu kendala kariernya. Awal musim, ia memang keteteran tetapi di penghujung musim ia berhasil mempersembahkan podium 3 Italian Grand Prix yang sekaligus menjadi balapan terakhirnya di F1.

8. Marco Andretti

Marco Andretti

Mengikuti jejak sang kakek dan ayahnya, Marco Andretti menjadi generasi ketiga keluarga Andretti yang berhasil duduk di depan kemudi mobil balap Formula 1. Tetapi berbeda dari Mario dan Michael Andretti, Marco tak pernah resmi membalap di Formula 1. Ia hanya sekali saja berpartisipasi di sesi pengujian tahun 2006. Ia membalap untuk tim Honda Racing F1 Team di sirkuit Jerez.

Marco Andretti

Hasil tesnya tidak buruk. Catatan waktu yang ia raih membuktikan dirinya memang pantas untuk membalap di Formula 1 Tetapi generasi ketiga keluarga Andretti ini memilih untuk fokus membalap di kampung halamannya, IndyCar.

9. Scott Speed

Scott Speed

Terpilih dalam program pengembangan pembalap Red Bull, Scott Speed berhasil mendapatkan kursi pembalap F1 pada 2006. Akhirnya lama setelah Michael Andretti membalap di F1 tahun 1993, starting grid F1 diisi kembali oleh pembalap asal AS. Scott Speed membalap untuk tim junior Red Bull, Torro Rosso mengendarai mobil balap STR1.

Scott Speed

Scott Speed hanya mendapat kesempatan turun balap di dua musim karena musim berikutnya ia diganti oleh pembalap muda Sebastian Vettel, seorang pembalap asal Jerman yang sukses menjadi juara dunia F1.

10. Alexander Rossi

Alexander Rossi

Alexander Rossi adalah pembalap asal AS terakhir di grid Formula 1. Ia membalap untuk tim Manor Marussia pada 2015. Ia turun di 5 balapan dengan finish di posisi ke-12 sebagai pencapian terbaiknya, yakni di United States Grand Prix, di sirkuit Texas. Tim ini memang bukan tim dengan dukungan dana yang hebat. Terbukti musim berikutnya Manor Marussia berganti nama menjadi Manor Racing yang menjadi tim bagi pembalap Indonesia, Rio Haryanto. Usai musim 2016 berakhir, Manor Racing gagal berpartisipasi di musim F1 tahun 2017 karena kekurangan dana.

Alexander Rossi

Saat ini Rossi membalap di kejuaraan IndyCar menggunakan mobil Honda untuk tim Andretti Autosport. Menariknya, walau kariernya di F1 terbilang pendek dan kurang berhasil, ia justru berhasil menjuarai Indiapolis 500 di IndyCar di tahun perdananya pada 2016 sebagai pembalap rookie.
RIZKI SATRIA

Baca juga: F1: Cetak Pole ke-100, Strategi Superior Hamilton Menangkan GP Spanyol 2021

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature