Beranda Features Menimbang Toyota Rush TRD Vs Xpander Cross Vs Suzuki XL7, Pilih Mana?

Menimbang Toyota Rush TRD Vs Xpander Cross Vs Suzuki XL7, Pilih Mana?

JAKARTA, carvaganza.com – Di tengah-tengah pandemi seperti ini, harus pintar-pintar memilih mobil. Pasalnya ruang kita untuk memilih sangat terbatas. Ada PSBB atau mungkin kita juga merasa khawatir tertular COVID-19 kalau keluar rumah.

Buat konsumen yang ingin memilih mobil Low SUV, kami punya daftar yang bisa menjadi referensi. Tiga model terlaris kami seleksi yakni Toyota Rush, Suzuki XL7 dan Mitsubishi Xpander Cross. Setelah membaca kilas panduan ini, tinggal Anda panggil salesman ke rumah untuk mengantarkan mobilnya untuk di test drive, kalau takut datang ke dealer.

Di pasar nasional, ketiga produk ini berada di segmen setara. Masing-masing harga bersaing berikut kelengkapan fitur tertanam. Untuk menentukan mana yang paling ideal sebagai mobilitas keluarga. Rentang harga jadi acuan utama.

Rush TRD AT dijual di angka Rp 276,6 juta. Lalu Xpander Cross Premium Package Rp 292,7 juta dan XL7 Alpha AT Rp 269 juta. Semua berstatus on the road Jakarta. Anda bisa mulai menentukan mana yang paling sesuai dengan finansial pribadi. Toh semuanya lansiran pabrikan Jepang. Tidak terlalu dikhawatirkan soal kualitas dan durabilitas produk. Aspek penilaian selanjutnya ialah rupa.

Baca juga: Toyota Rush TRD Sportivo, Ini Fitur Lengkapnya

Desain Eksterior

Lazimnya konsumen, membandingkan pesona rancang bangun jadi hal utama. Rush TRD punya tampilan oke walau tak mencolok. Kisi-kisi depan menghitam, overfender pakai plastik gelap berpadu side skirt. Bumper depan berkelir silver, sorot mata depan pakai LED, fog lamp dan DRL. Jarak pijak tanah hanya 220 mm. Sebetulnya kalah sedikit dari Cross. Dan pelek lebih kecil, yakni menggunakan dual tone 16 inci. Kemudian perbandingan dimensi keduanya, jauh lebih bongsor mobil garapan Mitsubishi. Secara psikologi, mobil gres terasa lebih menggiurkan dibanding model yang sudah berusia.

Berkat rombakan di sekujur tubuh, Xpander Cross tampil makin atletis. Grille diguyur cat kromium hitam. Aksentuasi karakter SUV muncul dari overfender, body moulding, roof rail. Pencahanyaan kini memakai LED di depan maupun belakang. Kemudian spion sudah elektrik. Paling penting, ground clearance meningkat 20 mm menjadi 225 mm. Ada ubahan pada kaki-kaki, termasuk penguatan suspensi dan pelek 17 inci lima palang.

Tapi langkah Suzuki menukangi XL7 tak boleh dipandang sebelah mata. Bentuk sedikit besar jadi 4.445 mm x 1.775 mm x 1.700 mm, wheelbase tetap 2.740 mm. Lihat saja rancangan kisi-kisi, sorot mata LED dan bumper benar-benar mencuatkan sosok lain. Wujud headlamp trapezoid berpadu apik dengan grille gelap. Isyarat sebagai SUV juga dimunculkan dari kombinasi skid plate plus body cladding mengitari bagian bawah bodi.

Baca juga: TEST DRIVE  Mitsubishi Xpander Cross, Adventure di Lombok

Jantung Mekanis

Pemompa daya Toyota Rush mengandalkan mesin 2NR Dual VVT-I DOHC 1,5 liter naturally aspirated. Resultan pembakaran memberi tenaga 102 hp (104 PS) pada 6.000 rpm. Lalu momen puntir maksimal 134 Nm di 4.200 rpm. Penyaluran power menggunakan transmisi manual 5-speed dan otomoatis 4-speed ke roda belakang.

Xpander Cross juga menggendong mesin berkapasitas sama, Mivec 1,5 liter. Tenaga terlontar 103 hp (105 PS) pada 6.000 rpm. Namun ia memberi tendangan torsi menonjok, 141 Nm di 4.000 rpm dan pakai penggerak roda depan. Transmisinya manual 5-speed atau AT 4-speed. Selanjutnya sebagai pendatang baru. Suzuki XL7 mengandalkan mekaninal pacu serupa dari Ertiga. Enjin berkode K15B terpasang dengan konfigurasi 4-silinder berkapasitas 1,5 liter NA. Dorongan daya 103 hp (105 PS) pada 6.000 rpm serta torsi puncak 138 Nm pada 4.400 rpm.

Inilah yang jadi adu kuat antarprodusen, soal kapabilitas penggerak roda. Dipastikan mobil gerak belakang lebih berat bobotnya. Sebab punya as kopel dari transmisi ke gardan belakang. Imbasnya terhadap konsumsi BBM. Tapi mobil berpenggerak depan, punya sistem penyalur daya lebih kompleks. Karena selain menggerakkan kendaraan, ban depan juga mengarahkan. Kekurangan lain, mobil gerak belakang biasanya memiliki bonggol di tengah lantai. Sehingga agak mengganggu ruang gerak penghuni di baris kedua. Pada Rush, desainer interior berusaha semaksimal mungkin agar bonggol ini tidak terlalu mengganggu, meski masih tetap terlihat. Ini kembali lagi soal selera Anda dan lanskap jalan yang kerap dilalui.

Baca juga: TEST DRIVE Suzuki XL7 Alpha AT, Bukan Sekadar Ertiga size XL

Baca juga: Review, Spesifikasi dan Harga Mitsubishi Xpander Cross

Interior

Masuki kabin Toyota Rush, nuansanya serbahitam. Jok hanya mengandalkan material kain, head unit layar sentuh memiliki pengaturan audio tak kalah enak. Nah, Rush TRD punya AC dengan teknologi digital, lanjut climate control. Ini yang tak dimiliki Xpander Cross. Lalu pengaturan setir hanya dua arah: naik dan turun.

Visual interior Xpander Cross tertinggi punya sedikit perbedaan dari reguler. Jok tujuh penumpang dibalut kulit sintesis pada tipe Premium Leather Seat. Susunan dasbor dan layar infotainment sudah lumayan. Anda bisa mendendangkan lagu dari multisumber. Termasuk koneksi smartphone dan audio switch di lingkar kemudi. Sistem pendingin sudah double blower. Namun sayang, masih pakai model kenop putar, bukan digital. Lalu, ia punya pengaturan tilt and telestopic atau empat arah untuk setir.

Baca juga: 8 Perbedaan Mitsubishi Xpander Cross dengan Xpander MPV

Nah, isi kabin XL7 pun tak kalah saing. Tipe Alpha tanpa anak kunci alias keyless entry plus start stop button. Untuk mengecas gawai tersedia power outlet di tiap baris. Kemudian sistem hiburan pakai layar monitor delapan inci. Istimewanya tersisip E-Mirror yang bikin kaca spion tengah bertampilan digital. Jadi Anda bisa melihat hasil penginderaan kamera depan dan belakang saat mengemudi. Setirnya dibalut material kulit, ada arm rest di depan serta baris kedua, AC sudah Auto Climate (digital) dengan tambahan pemanas. Makin komplet berupa imbuhan cup holder berventilasi pendingin.

Safety

Crossover anyar Mitsubishi punya fitur Antilock Braking System (ABS), Brake Assist (BA), Electronic Brake force Distribution (EBD), Active Stability Control (ASC) dan Hill Start Assist (HSA). Sedangkan peranti pasif, beberapa di antaranya: Supplemental Restraint System (SRS) Airbag, sabuk keselamatan dengan pretension berikut force limiter. Serta Isofix atau pengait pada kursi baris kedua untuk mengunci bangku anak-anak.

Active Stability Control juga tersedia, untuk mencegah terjadinya over steer ataupun under steer saat manuver. Termasuk struktur rangka bodi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) pada Small MPV andalan Mitsubishi Indonesia. Kurangnya, cuma tersedia dual airbag, sedangkan Rush punya enam buah. Lansiran Toyota juga tak kalah imbang di fitur keselamatan. Rush TRD mengantongi peranti Anti-lock Braking System, Electronic Brake Force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Secured Hill-Start Assist dan Vehicle Stability Control (VSC).

Baca juga: Menikmati Kenyamanan Kabin Toyota All New Rush

Fitur keselamatan Suzuki XL7 Alpha pun masih bisa mengimbangi mereka berdua. Perusahaan menyematkan ABS & EBD, dual SRS airbag, ISOFIX, Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Programme (ESP), sensor parkir, kamera belakang serta kunci immobilizer. Kendaraan ini juga berbasis platform Heartech yang diklaim ringan dan lincah.

Inferensi

Opsi pertama yang paling direkomendasikan untuk Anda beli adalah Xpander Cross. Memang jadi unit termahal di komparasi ini. Tapi lihatlah nilai unggulan berupa penguatan suspensi, handling mumpuni dan fitur lengkap, rasanya tetap jadi prioritas. Pertimbangan lain berupa Smart Package yang termasuk dalam harga jual. Isinya gratis biaya jasa, spare part empat tahun atau 50.000 km. Serta asuransi ban dan kecelakaan satu tahun. Selanjutnya XL7 menarik pula masuk daftar perburuan. Ia paling murah di antara kompetitor, namun tidak pelit fitur. Belum lagi perangkat unggulan seperti E-Mirror. Terakhir, Rush jadi pilihan ketiga. Kalau Anda mau kendaraan aman lantas tak mau repot menjual kembali. Depresiasi produk Toyota terkenal relatif kecil dari merek lain. Semoga ulasan OTO.com membantu Anda sebelum meminang  unit di diler.

ANJAR LEKSANA

 

 

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Menang F1 GP Portugal 2020, Hamilton Nyaris Gagal Lewati Rekor Schumacher

PORTIMAO, Carvaganza.com – Formula 1 akhirnya menggelar lagi balapan Grand Prix Portugal di tahun 2020 yang unik ini, bertempat di Sirkuit Portimao, Algarve. Gelaran...

Demi Tingkatkan Kualitas,  Daihatsu Gelar Konvensi Inovasi

JAKARTA, carvaganza.com – Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas tinggi, kepuasan dan kepercayaan pelanggan adalah segalanya. Untuk menunjukkan komitmen tersebut, perusahaan harus terus melakukan improvement...

Aksesoris Fortuner dan Kijang Innova Baru, Ada Diskon 20 Persen

JAKARTA, Carvaganza -- Toyota New Fortuner dan New Kijang Innova baru kini sudah hadir di Auto2000 Digiroom. SUV dan MPV ini tampil dengan berbagai...

Cegah Penyebaran Covid-19, Suzuki Donasikan Masker dan Handsanitizer untuk Angkot

JAKARTA, Carvaganza -- Sebagai salah satu produsen New Carry yang banyak digunakan sebagai armada angkutan kota (angkot), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memiliki kepedulian...

Jaman Berubah, Batu Sabak Pun Jadi Penghias Kabin Bentley

JAKARTA, carvaganza.com -  Membeli mobil super mewah itu sama saja dengan membeli selera. Pembeli tak cukup dengan hanya disodori pilihan yang disediakan oleh pabrikan....