Beranda EDITOR'S PICKS Mengenal Supercar Blondie, Si Cantik Fenomenal di Media Sosial

Mengenal Supercar Blondie, Si Cantik Fenomenal di Media Sosial

Penggemar otomotif yang aktif di media sosial pasti mengenal sosok ini, Supercar Blondie. Wanita berusia 34 tahun asal Australia yang tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab. Bagaimana tidak, pemilik nama asli Alexandra Mary Hirschi ini, memiliki lebih dari 32 juta pengikut akun Facebook. Akun Instagram miliknya diikuti oleh lebih dari 7 juta akun. Sementara tercatat sudah lebih dari 4,7 juta akun yang berlangganan di akun Youtube miliknya.

Sebenarnya siapa sih wanita yang lebih suka disapa Alex ini? Mengapa ia bisa sepopuler saat ini? “Saya cuma gadis desa yang jauh dari gemerlap mobil-mobil super,” ujarnya seperti yang kami kutip dari Gulfnews. “Saya tinggal di sebuah desa kecil yang paling penduduknya hanya sekitar 2.000 orang. Saya dulu senangnya bermain di kandang sapi dan domba.” Boleh saja dulu ia bermain dengan kuda di kandang, sekarang ia bermain dengan kuda besi di jalanan Dubai.

Hirschi yang dulu mengambil jurusan Jurnalistik di sekolahnya pertama kali datang ke Dubai di 2008 sebagai seorang penyiar radio. “Saya sangat mencintai karier saya, tapi waktu itu saya menemukan hal lain yang lebih menyenangkan. Saya ambil resiko dan menjalaninya. Dari dulu saya memang tertarik dengan mobil dan kebetulan ketika saya bekerja di radio saya mendapat kesempatan untuk mengendarai salah satu mobil-mobil mewah.”

Gara-gara itu, ia sering menghabiskan waktu senggangnya mencari kesempatan untuk mencoba mobil-mobil mewah dan mendokumentasikannya secara online. Titik balik perjalanan hidupnya ketika ia diajak untuk ikut serta dalam kegiatan komunitas pemilik supercar.

“Kami dikawal kepolisian di darat dan ada helikopter juga di udara. Waktu itu saya bersama lebih dari 100 supercar lainnya berkendara dari perbatasan Arab Saudi lewat ke Abu Dhabi sampai ke Dubai. Malam itu sesampainya di rumah, saya langsung telpon bos saya dan mengundurkan diri. Pengalaman yang sangat luar biasa dan saya merasa saya ingin terus melakukan itu,” kata Alex.

Bukan car expert

Sampai sekarang, hampir setiap konten videonya selalu menarik untuk ditonton. “Yang saya lakukan agak berbeda dari yang lainnya. Saya berbicara dengan percakapan sehari-hari, bukan seperti reviewer hebat, supaya orang mudah memahaminya. Sampai sekarang saya masih lakukan itu. Terkadang bahasa yang digunakan oleh reviewer mobil hebat terlalu sulit untuk dipahami orang awam. Saya cuma menunjukkan hal-hal terkeren dari satu mobil dengan cara yang paling sederhana. Saya juga mencari tahu apa yang orang pengen lihat di masing-masing platform media sosial. Jadi setiap bikin review saya bikin tiga video berbeda untuk tiga platform berbeda.”

Waktu Alex berhenti sebagai penyiar radio, ia memiiki 50.000 pengikut. Sekarang sudah lebih dari 45 juta di seluruh platform media sosialnya. “Gila sih dan tidak mudah memang. Tapi hasilnya memuaskan. Orang lain melihatnya video saya kok gampang saja buatnya. Tapi dibalik itu banyak hal yang saya dan tim persiapkan. Misalnya, setiap minggu kami setidaknya buat dua konten supercar. Awalnya saya cuma berdua sama suami saya (Nik Hirschi). Sekarang tim kami sudah ada enam orang.”

Alex dan suaminya bertemu ketika keduanya masih remaja. “Saya masih 17 tahun dan pindah ke Swiss untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Kebetulan saya tinggal di rumah orang tua Nik di sana. Waktu itu Nik masih berusia 19 tahun. Setelah itu Nik ikut saya ke Australia dan kami belajar di sekolah yang sama. Kami menikah di tahun 2010.” Keduanya sekarang menetap di Dubai berserta kedua hewan peliharaannya, seekor gloden Pomeranian dan Chihuahua.

Punya Supercar Apa Saja?

“Belum lama ini saya baru saja menjual supercar pertama saya, Lamborghini Huracan. Seakarang saya punya Rolls Royce Wraith Black Badge yang sudah ganti velgnya jadi 24-inci dan cat baru. Saya juga punya McLaren 720s yang sekarang lagi dipasangkan body kit dan cat baru,” ujar Supercar Blondie.

Bagi Alex, berbagi dengan yang membutuhkan jauh lebih penting. “Saya tak perlu memiliki apa-apa lagi. Saya lebih bahagia melihat beban di pundak orang lain terangkat. Kemewahan yang sesungguhnya adalah bila kita bisa berbagi dengan yang lain. Kita bisa lakukan hal kecil setiap harinya. Inginnya sih punya kontribusi lebih lagi nantinya. Tapi untuk bisa sampai ke titik itu saya harus bekerja jauh lebih giat lagi. Tapi sekarang juga saya sudah bersyukur,” ujar Alex.

Alex sangat senang mengemudi. “Bagi banyak orang, naik mobil sekedar pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Tapi buat saya mengemudi memberi saya ketenangan dan rasa kebebasan,” tambahnya. Ia sudah pernah merasakan nikmatnya mengemudi di banyak negara. Mulai dari jalanan indah di tepi pantai California, pegunungan Alpen di Swiss sampai jalan pedesaan di Bengaluru.

“Pengalaman paling menyenangkan jelas mengunjungi daerah pedesaan. Saya memang suka jalan-jalan, bertemu dengan banyak penduduk setempat dan melihat langsung tradisinya yang orisinal,” katanya.

Penyayang keluarga dan pecinta hewan

Walaupun sudah tak tinggal di desa dan bermain di kandang, tapi Supercar Blondie sangat mencintai binatang. “Saya penyayang binatang dan kita wajib menyangi setiap makhluk hidup. Jadi di waktu senggang saya sering bermain bersama kedua anjing saya. Saya juga suka membaca dan menghabiskan waktu di pantai. Saya punya tiga suadara, satu adik perempuan, satu kakak perempuan dan satu orang kakak laki-laki. Kalau Bapak dan Ibu saya tinggal di desa.”

Alex juga sangat peduli dengan keluarganya. “Saya baru saja merekrut adik perempuan saya dan mengajaknya tinggal di Dubai awal tahun ini untuk bekerja bersama saya. Sangat menyenangkan bekerja bersama dengan keluarga sendiri. Apalagi saya sudah lama sekali meninggalkan rumah keluarga saya sejak berusia 17 tahun,” lanjutnya.

Pesan Supecar Blondie untuk penggemarnya di masa Pandemi Covid-19

Supercar Blondie mengatakan, “Covid-10 memang tantangan berat bagi kita semua. Semua sulit, termasuk juga saya. Pekerjaan saya menuntut saya untuk bepergian setiap harinya. Gara-gara pandemi ini semua harus terhenti. Pesan saya kita semua harus beradaptasi. Jangan lawan perubahan. Ikuti perubahan. Kalau pekerjaan yang biasa kalian lakukan tidak cocok di masa pandemi, coba cari usaha lain. Berdiam di zona nyaman tak akan membuat kita maju. Terkadang kita harus mengambil resiko untuk berkembang lebih jauh lagi. Banyak diantara kita yang punya waktu luang lebih banyak dari biasanya. Mungkin bisa dimulai dengan melakukan apa yang kalian ingin lakukan sebelumnya tapi tak pernah kesampaian. Awalnya mungkin cuma hobi. Tapi siapa yang tahu nanti bisa jadi karier yang menguntungkan.”

RIZKI SATRIA

Sumber: GulfNews

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Grup Astra Berpartisipasi Pada Pelepasan Eskpor Dipimpin Presiden Joko Widodo

JAKARTA, carvaganza -  Grup Astra pada hari ini, Jumat (4/12) ikut berpartisipasi pada acara Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke pasar global yang dipimpin Presiden...

Beli Peugeot Bulan Desember, Dapat Voucher Belanja Plus Cicilan Ringan

JAKARTA, Carvaganza -- Desember identik dengan musim liburan. Pengujung tahun 2020 juga menjadi waktu bagi para agen pemegang merek memberikan panawaran istimewa untuk konsumen,...

Lebih dari 8.000 Peserta Ramaikan Kompetisi Balap Virtual Honda Brio

JAKARTA, Carvaganza -- Mobile game berbasis android bertajuk Brio Virtual Drift Challenge digelar PT Honda Prospect Motor (HPM) pada September 2020 lalu. Untuk menambah...

Shell Terbitkan Buku 10 Tahun Partisipasi Indonesia di Shell Eco-marathon

JAKARTA, Carvaganza -- Shell memberikan sarana bagi anak muda dalam berkreasi dan berinovasi. Salah satunya melalui Shell Eco-marathon (SEM) Asia dan juga Drivers’ World...

Ichan Chaniago Terpilih Jadi Ketua Umum Baru AXIC 2020-2020

JAKARTA, Carvaganza - Komunitas otomotif besar di Indonesia, AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC), memiliki ketua umum baru di ujung tahun ini. Melalui pemilihan ketua umum...