Beranda Features Kiprah Mobil Keluarga Mitsubishi di Indonesia

Kiprah Mobil Keluarga Mitsubishi di Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com – Istilah Multi Purpose Vehicle (MPV) sudah tak asing lagi. Jenis kendaraan beratap tinggi, dengan kapasitas angkut minimal 7 penumpang, seolah jadi pembatas minimum dalam klasifikasi ini. Sering pula dianalogikan sebagai segmen mobil keluarga. Padahal, tak melulu demikian.

Mobil jenis hatchback, sedan, atau bahkan wagon sebenarnya juga layak dan bahkan sempat disebut sebagai kendaraan pengangkut keluarga. Mitsubishi membuktikannya. Kalau Anda mengenalnya karena baru saja punya Xpander, maaf itu salah. Sejak puluhan tahun lalu, brand berlambang tiga berlian sudah punya model yang bisa diandalkan keluarga Indonesia untuk melengkapi perjalanan mereka.

Dari Colt si Anak Kuda hingga Xpander, Mitsubishi membuktikan bahwa kendaraan racikannya, layak diandalkan untuk transportasi keluarga.

Colt (1971)

Dari sini, sejarah mobil keluarga Mitsubishi dimulai, Colt yang punya basis pickup. Memang sejak awal dirancang sebagai kendaraan angkut barang. Ada bak terbuka di bagian buritan untuk mendukung kegiatan niaga ringan.

Dari catatan resmi Mitsubishi Indonesia, model Colt pertama yang masuk ke Indonesia adalah T100. Ia resmi dirilis pada 1971, beberapa catatan lain ada yang menyebut 1969. Karena hadir dalam format bak terbuka, tentu jadi peluang bagi perusahaan karoseri saat itu untuk mewujudkan beragam kebutuhan konsumen. Misalnya saja membuatnya jadi station wagon. Dari sini Colt terkenal sebagai salah satu opsi mobil keluarga. Catatan sejarahnya sebagai mobil angkut penumpang – juga keluarga – cukup panjang, meliputi T120, bahkan hingga L300.

Sedikit menarik, ternyata pemilihan nama Colt berasal dari bahasa Jepang, Koruto. Aksara yang jika diartikan dalam Indonesia berarti kuda muda, atau anak kuda. Entah apa hubungannya, namun nyatanya nama ‘Kuda’ kemudian dijadikan sebagai model mobil keluarga Mitsubishi Indonesia, puluhan tahun kemudian.

Lancer SL (1975)

Seiring Colt, Mitsubishi menyajikan mobil-mobil berjenis sedan. Kendaraan berformat inilah yang faktanya lebih banyak diserap oleh keluarga. Keunggulannya dibanding model transformasi pickup tentunya pada kenyamanan. Kaki-kaki yang dinamis, kabin lapang hingga sekadar jok reclining adalah fitur mumpuni saat itu. Tampilan lebih modis juga jadi motif utama kenapa jenis ini cukup laris pada masanya.

Mesin cuma 1.400 cc. Meski terdengar kecil, nyatanya kubikasi segini membuatnya unggul dibanding kompetitor yang hanya 1.300 cc. Ia bahkan punya keunggulan fitur silent shaft, kopel dan gardan penyalur tenaga ke roda belakang dan tak berisik.

Nama Lancer selanjutnya terkenal sebagai sedan legendaris. Tak lain tak bukan karena aksi Mitsubishi di ajang reli. Versi kencangnya adalah Lancer Evolution, yang juga dijual untuk umum.

Kuda (1999)

Kami masih ingat betul Mitsubishi Kuda. Ia datang pada akhir periode 90an untuk meramaikan segmen mobil keluarga yang lagi hype oleh Toyota Kijang dan Isuzu Panther. Sosoknya begitu tambun juga gagah. Ada tiga pilihan mesin ditawarkan saat itu, 1.600 cc, 2.000 cc bensin dan 2.500 cc diesel.

Sulit menemukan literasi antara penamaan mobil ini sebagai Kuda, dengan Colt yang notabene Anak Kuda. Pasalnya, nama ini cuma digunakan di Indonesia. Negara pertama menjualnya pada 1997, Filipina, punya branding Freeca. Bahkan di Taiwan ada jenama Adventure.

Meski Kuda di Indonesia cuma bertahan sampai 2005, nyatanya di pasar Asia lain, ia bisa menyintas hingga 2017. Uniknya, seiring Adventure dimatikan, prototipe XM Concept malah muncul di Indonesia. Bisa dibilang, Kuda adalah cikal bakal mobil keluarga sebelum diteruskan oleh Xpander.

Grandis (2005)

Grandis adalah salah satu model mobil keluarga Mitsubishi yang tak bisa dilupakan sejak meluncur pada 2005. Ia mungkin bukan model dengan penjualan terlaris, namun fakta bahwa kendaraan ini jadi salah satu opsi MPV keren dan mewah di masanya, tak bisa dipungkiri.

Bahkan, bisa dibilang sebelum ada Xpander, Grandis-lah MPV ternyaman yang pernah disajikan Mitsubishi. DNA-nya memang berasal dari Station Wagon, kendaraan versi panjang dari sedan dengan daya angkut maksimal. Urusan kenyamanan berkendara dan kelapangan kabin, ia bisa diandalkan.

Mesinnya juga besar, 2.400 cc dengan teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing and Lift Electronic Control). Tenaga 165 dk dengan torsi 217 Nm dengan pilihan transmisi otomatis 4-percepatan. Menemani perjalanan ke berbagai daerah, tentu bukan soal bermodal ini.

Mirage (2012)

Cukup aneh memang menyebut Mirage sebagai mobil keluarga. Tapi nyatanya Mitsubishi sempat menyatakan pada awal peluncurannya bahwa pembeli model city car adalah keluarga muda.

Ya, harga yang terjangkau, konsep desain atraktif dan ukuran ringkas, membuatnya cukup populer. Tahun pertama (2012) ia sempat terjual lebih dari 3 ribu unit. Pada tahun kedua, jumlahnya berlipat ganda.

Mesin ringkas 1,2 liter dengan konfigurasi 3-silinder menyajikan karakter unik. Meski irit bahan bakar, ia tetap cekatan diajak berkomuter di perkotaan. Bahkan pembalap Nasional, Subhan Aksa pernah membuat versi balap dari Mirage dengan prestasi membanggakan. Kerennya, modifikasi ini tidak melibatkan mesin, artinya standar!

Pajero Sport (2009)

Sport Utility Vehicle (SUV) adalah trah dari Pajero Sport. Ya, ia dirancang sebagai kendaraan berdaya jelajah tinggi seperti kakaknya, Pajero. Jangan heran kalau sampai sekarang, model Pajero Sport punya versi 4×4 yang siap diajak off-road ringan.

Namun apa hubungan SUV ini sebagai mobil keluarga? Penggunanya. Ketimbang dijadikan mobil penggaruk tanah, Pajero Sport malah sering dijadikan para keluarga mapan untuk menandai keberhasilan finansial mereka.

Tongkrongan Pajero Sport yang gagah, mesin yang bisa diandalkan untuk bertualang kemanapun, dan tentunya ruang nyaman bagi seluruh penumpang membuat mobil ini jadi incaran.

Hingga saat ini Pajero Sport masih terus menjalani kiprahnya di Indonesia. Ada ragam pilihan yang bisa dibeli konsumen dengan harga mulai Rp 491 jutaan; Exceed, GLX, Dakar, melalui aneka pilihan transmisi dan skema penggerak.

Xpander (2017)

Di sinilah manifestasi Mitsubishi dalam merancang mobil untuk keluarga disajikan. Diawali keinginan mengawinkan genetik SUV dan MPV, sebuah prototipe crossover bernama XM Concept dihadirkan pada 2016, di Indonesia. Adalah fakta bahwa pengembangan dan kelahirannya didasari pada pasar Indonesia.

Setahun lamanya XM Concept rutin mejeng di depan publik berbagai daerah Tanah Air, hingga akhirnya versi produksi, Xpander, dijual di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2017. Peluncurannya pun cukup menggemparkan karena versi yang bisa dibeli konsumen, punya tampilan tak berbeda jauh dengan prototipe. Desain seolah keluar dari Status Quo MPV pada umumnya dan jadi daya tarik utama.

Ruang kabin pun tersaji lapang. Tak cuma itu, Xpander punya fitur baru yang kala itu pertama di kelasnya, cruise control. Faktor lain yang membuatnya unggul adalah ground clearance jenjang (205 mm). Ini tertinggi di kelasnya (LMPV FWD). Sektor lain berbeda dari LMPV kebanyakan adalah handling yang apik. Jargon Mitsubishi bahwa adaptasi sistem suspensi dari Mitsubishi Lancer Evo X memang sukses menyajikan karakter MPV nyaman dan asyik dikendarai.

Seluruh karakter ini dikemas dalam harga menarik, mulai Rp 217 jutaan. Jumlah varian dan trim pun cukup banyak. Total ada 8 opsi bisa dipilih konsumen, sehingga jangkauan pembelinya pun luas. Nilai ini tak dimiliki kebanyakan pabrikan Low MPV.

Hasilnya, Xpander tercatat sebagai satu-satunya LMPV yang mampu menyaingi Toyota Avanza sebagai mobil terlaris di Indonesia. Catatan kami, figur ini tercapai pada September 2018 sebanyak 6.276 unit Xpander terdistribusikan. Saat itu, Avanza sampai 6.151 unit.

IVAN HERMAWAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Banyak Permintaan Shipping, Bisnis Logisly Catat Pertumbuhan Selama Pandemi

JAKARTA, Carvaganza.com – Tahun 2020 telah berjalan menjadi periode yang sulit dari segi bisnis, khususnya karena pandemi COVID-19 yang terjadi. Banyak bisnis yang jatuh...

SPYSHOT: BMW Siapkan X8 Jadi Model SUV Termahal?

MUNICH, Carvaganza.com – BMW pernah menyatakan tidak berencana untuk membuat model SUV flagship, di atas X7 saat peluncurannya. Namun sepertinya rencana telah berubah, setelah...

Perbandingan Angka Performa Mercedes-AMG GLE 63 VS Maserati Levante Trofeo

JAKARTA, carvaganza.com -  Dulu kecepatan boleh saja didominasi oleh supercars atau performance car. Namun jaman telah berubah. Penguasa kecepatan sekarang bukan lagi muscle atau...

Bulan Oktober, Ada Karimun Wagon R Edisi Khusus akan Dirilis Suzuki

JAKARTA, Carvaganza.com - Menjadi peluncuran pamungkas tahun ini, Suzuki Indonesia siap lansir Karimun Wagon R Limited Edition. Jenis hatchback LCGC diramal berubah minor di...

Honda Civic Type R Berjaya Balap 24 Jam di Nurbrugring

NURBURG, Carvaganza.com – Akhir pekan lalu digelar ajang balap ketahanan Nurburgring 24 Hour di Jerman. Berbagai kelas balap turing disatukan dalam satu rangkaian seri...