Beranda Features INTERVIEW: Franz Wang, Spinning Wheels

INTERVIEW: Franz Wang, Spinning Wheels

Franz Wang, Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile (Foto: Syaiful Achmad/Carvaganza)

DI INDONESIA, masih sangat sedikit orang yang mengenal nama Dongfeng atau Dongfeng Sokon disingkat DFSK. Padahal nama Dongfeng sudah ada sejak tahun 1969, itu pun di Cina tapi baru masuk ke Indonesia kisaran awal 2017. Pabrikan mobil ini adalah milik pemerintah Cina dan masuk dalam 4 besar pabrikan mobil di Cina setelah Chang’an Motors, FAW Group dan SAIC Motor.

Di Cina, pabrikan ini bekerjasama dengan pabrikan mobil Eropa, Jepang dan Kia untuk memproduksi komponen-komponen mobil yaitu dengan membangun usaha patungan dengan nama Dongfreng Yueda Kia, Dongfeng Honda, Dongfeng Peugeot-Citroen dan Dongfeng Renault. Jadi di dunia otomotif, Dongfeng tidak baru.

“Di Cina kami sudah berdiri lama dan kami sudah menjalin sejumlah kemitraan dengan pabrikan-pabrikan Jepang dan Eropa dalam membuat kendaraan dan komponennya,” ujar Franz Wang, Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile dalam wawancara khusus dengan Carvaganza. “Kalau di Indonesia kami memang baru.”

“Di Indonesia kami baru punya satu model mobil yang kami pasarkan yakni SUV Glory 580 dan ternyata mendapat animo yang tinggi dari publik di sini,” ujar pria kelahiran Beijing ini. “Glory 580 adalah SUV yang sangat cocok buat Indonesia dengan kapasitas 7 penumpang, seperti layaknya mobil MPV yang mempunyai kapasitas penumpang segitu yang menjadi bagian dari kultur Indonesia,” tambahnya. (Glory baru secara resmi diluncurkan pada bulan Juli kemarin di Jakarta – red.).

“Selain itu Glory 580 juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern dan canggih dan berskala internasional. Kualitasnya pun terjaga dan baik. Glory 580 tersedia dalam empat varian dengan pilihan dua mesin yakni naturally aspirated 1.8 liter dan 1.5 liter turbo. Transmisinya manual 5 dan 6 kecepatan serta CVT,” imbuhnya.

Wang mengamini bahwa produk-produk Cina mendapat stigma negatif dari masyarakat, termasuk mobil dan DFSK sebagai mobil dari Cina/Tiongkok terkena imbasnya. “Kami menyadari hal itu dan menurut saya hal itu merupakan tantangan bagi kami untuk menghapus stigma tersebut dan membuktikan bahwa produk kami tak kalah kualitasnya dengan kompetitor kami dari negara lain.

“Makanya kami memberikan garansi super panjang yakni sampai 7 tahun atau 150.000 km. Garansi itu bukan hanya mesin, transmisi dan komponen utama bodi melainkan meliputi bagian-bagian mobil lainnya. Misalnya logo, handle pintu, panel interior dan lain-lain. Kami berani memberikan jaminan kepada konsumen dan jika mobil ini dijual lagi oleh tangan pertama, mobil di tangan kedua juga masih digaransi selama masih dalam kurun itu,” kata pria penyuka olahraga jogging ini.

“Glory 580 yang dipasarkan di Indonesia juga dilengkapi dengan fitur-fitur berkualitas canggih dan konsumen dapat membuktikannya. Dealer-dealer kami memberikan test drive bagi konsumen. Kami juga memberikan dukungan pelayanan purna jual. Hingga akhir 2018 ini, kami akan membangun 50 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Franz dengan penuh optimistis.

“Kami sangat serius di pasar Indonesia, makanya kami membangun pabrik di Cikande, Tangerang, yang memiliki kapasitas produksi 50.000 ribu unit. Dan kami optimistis kapasitas produksi itu akan tercapai dalam waktu 5 tahun ke depan. Jangan lupa juga, pabrik kami canggih dan berteknologi robotic modern.”

EKA ZULKARNAIN