Beranda Updates Hujan Deras Mengguyur di Sesi Hari Jumat

Hujan Deras Mengguyur di Sesi Hari Jumat

BURIRAM, 10 Mei 2019 – Selesai sudah race weekend hari pertama Blancpain GT World Challenge Asia 201 pada hari Jumat (10/5) setelah para pembalap menyelesaikan dua sesi Free Practice. Termasuk tim T2 Motorsport yang diperkuat pembalap David Tjiptobiantoro dan Rio Haryanto yang sudah menuntaskan sesi hari ini dengan baik.

Sesi Free Practice pertama di mulai pada pukul 13.30 yang berlangsung dalam keadaan sirkuit kering sepenuhnya. Pada sesi ini, T2 Motorsport menggunakan ban kering bekas balapan di Sepang, di mana Rio Haryanto mengemudikan mobil pada stint pertama Practice 1 dengan menghabiskan waktu sekitar 15 menit pertama.

Untuk balapan ini, tim mendapatkan empat set ban kering, di mana dua set di antaranya adalah ban bekas balapan di Sepang, Malaysia dan tiga set ban basah.

Setelah menyelesaikan stint pertama, Rio masuk pit untuk digantikan oleh David Tjiptobiantoro yang memacu mobil di stint kedua. Ban masih memakai yang lama dan secara umum sesi Practice 1  berjalan lancar, tak mengalami kendala baik bagi mobil maupun pembalap.

Penggantian pembalap di Free Practice 1

David mengakui bahwa pada Practice 1, Ia masih harus banyak mempelajari trek dan beradaptasi dengan mobil. “Saya baru pertama kali turun di Buriram dan harus mencari-cari titik pengereman yang pas agar masuk tikungan dengan kecepatan maksimal dan saya ingin membawa mobil yang akurasinya sesuai dengan technical briefing yang kami lakukan kemarin,” ujar David. “Pada trek ini, mobil harus straight forward ketika memasuki tikungan untuk mendapatkan lap time yang lebih bagus.”

Hal senada juga dilontarkan oleh Rio Haryanto. Ia juga baru pertama kali mencoba Buriram International Circuit dan sebagai pembalap tentunya sesi latihan Ia manfaatkan untuk beradaptasi dengan mobil dan mempelajari trek. “Secara umum saya menyenangi trek ini. Trek yang baru namun menantang bagi saya.”

Usai sesi pertama, satu jam menjelang Free Practice 2 Blancpain GT, turun hujan deras sesuai dengan ramalan cuaca yang dikeluarkan oleh penyelenggara. Saking derasnya, jarak pandang di trek menjadi terbatas. Hampir seluruh bagian sirkuit Buriram seperti tertutup berkabut karena kami bisa melihat sebagian besar sirkuit dari tribun penonton di atas pit garage. Nah gara-gara hujan, sesi latihan untuk balapan single seater F4 dihentikan, namun sesi latihan untuk balapan Top Speed tetap dilangsungkan di bawah guyuran hujan deras.

Trek Basah Free Peactice 2

Curah hujan mulai berkurang sekitar 5 menit sebelum Free Practice 2 Blancpain GT di mulai, tinggal gerimisnya saja. Kondisi trek pun masih sangat basah. Tim T2 Motorsport yang dipimpin Race Director Gabriel de Gennaro memutuskan untuk memakai ban basah baru, menggantikan ban kering yang dipakai pada sesi pertama. David menjadi pembalap pertama yang mengemudikan Ferrari 488 GT dalam kondisi basah. Saking basahnya cipratan air dari pantat mobil masih tinggi.

Gara-gara permukaan licin, sejumlah mobil melintir di tikungan, termasuk Ferrari yang dikemudikan David melebar ke run-off area. David berhasil mengendalikan mobil dan masuk kembali ke dalam trek.

Tak lama kemudian, baru saja Practice 2 berjalan 10 menit, sesinya dihentikan oleh kibasan Red Flag (bendera merah) karena terjadi kecelakaan di mana sebuah mobil melintir di Tikungan 1 dan melintang di pinggir trek. Kendaraan rescue akhirnya diturunkan untuk menarik mobil tersebut ke posisi yang aman di luar trek.

Trek basah di Free Practice 2

Sejumlah tim balap memanfaatkan momen ini untuk mengganti pembalap atau pun ban, termasuk tim T2 Motorsport. Rio Haryanto masuk menggantikan posisi David dan tim juga memutuskan untuk mengganti ban basah baru dengan ban basah bekas yang pernah dipakai di balapan putaran pertama Blancpain GT di Sepang, Malaysia, beberapa waktu lalu.

Baik Rio maupun David mengakui kondisi yang tak menentu dari kering ke basah, membuat keadaan agak tricky karena secara otomatis kondisi yang berbeda-beda itu membuat setingan mobil juga berbeda. Pendekatan pembalap terhadap mobil juga menjadi berlainan.

“Pendekatan kami terhadap mobil dari sesi pertama ke sesi kedua berlainan dan saya sih senangnya trek kering, namun cuaca berkata lain. Semoga kami bisa tampil lebih baik lagi pada sesi Practice besok,” ujar David Tjiptobiantoro.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

5 Mobil Beroda Tiga Paling Unik Di Dunia Yang Legal Digunakan Di Jalan Raya

Siapa sangka, ternyata selama ini banyak sekali mobil dengan wujud aneh yang pernah diperbolehkan seliweran di jalan raya. Begini, mobil wajib memenuhi kaidah yang...

Dua Model Sekaligus, Mitsubishi Luncurkan Xpander dan Xpander Cross Edisi Terbatas

JAKARTA, Carvaganza.com – Menjaga momentum pasar di tengah masa pandemi yang sudah memasuki kuartal terakhir tahun ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia...

10 Model Nissan Dipasangi Fitur NSS 360 Sebagai Standar

TOKYO, carvaganza.com -  Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan, mengumumkan bahwa fitur teknologi keselamatan Nissan Safety Shield 360 (NSS) bakal menjadi fitur standar di 10...

Pabrikan Sportscar Perancis Ini Ingin Jadi Ferrari Versi Mini

PARIS, Carvaganza.com – Setiap pabrikan otomotif punya cara dan strateginya sendiri untuk menegaskan eksistensinya di tengah pasar. Apalagi, kalau merek yang dibawa sempat lama...

Perjalanan Honda Accord, Berganti Varian Model Bermuara Di Turbo (Bagian 2)

JAKARTA, carvaganza.com -  Dari generasi ke generasi Honda Accord mengalami perubahan dimensi. Menjadi lebih besar dan melar. Engine pun semakin powerfull. Sedangkan varian model...