Fitur Hyundai Ioniq 5 Ini Tawarkan Solusi Keresahan Pemakai Mobil Listrik

JAKARTA, Carvaganza – Divisi baru Hyundai yang fokus pada kendaraan bertenaga listrik, Ioniq, telah memperkenalkan model produksi pertamanya pekan lalu, yaitu Ioniq 5. Hatchback bertampang futuristik ini siap menjadi tombak baru Hyundai dalam memperluas pasar kendaraan listrik mereka di tahun-tahun mendatang. Bahkan, Hyundai turut merancangnya dengan teknologi yang bisa dibilang menjadi jawaban atas keresahan masyarakat untuk memilih kendaraan listrik.

Apa itu? Hyundai merekayasa sistem elektrik pada Ioniq 5 agar bisa memanfaatkan sumber daya alam terbesar yang bisa dimanfaatkan untuk elektrifikasi, yaitu matahari. Ioniq 5 memiliki panel surya yang berfungsi untuk mengisi ulang daya baterai. Jadi energi panas yang dihasilkan matahari akan diserap untuk diolah menjadi energi listrik ke dalam mobil.

Bukan menjadi standar, tapi fitur ini menjadi opsi tambahan untuk bisa dimiliki oleh konsumen Ioniq nantinya. Panel surya terpasang di bagian atap Ioniq 5, mendominasi bagian atas. Secara teori, teknologi ini akan sangat cocok untuk digunakan berkendara di negara beriklim tropis, yang terekspos sinar matahari melimpah. Tentunya Indonesia termasuk dalam kategori ini.

Negara-negara tropis kerap dianggap sebagai Kawasan yang sangat ideal untuk menggabungkan teknologi kendaraan listrik dan panel surya. Faktor utamanya adalah karena melimpahnya sinar matahari dalam sehari, yang kurang termanfaatkan. Sampai saat ini, penerapan panel surya masih terhalang oleh mahalnya harga panel surya untuk penggunaan sektor Pribadi atau retail.

Hyundai Ioniq 5

Seperti bisa dilihat, panel surya sudah dimanfaatkan sebagai penangkap energi untuk fasilitas infrastruktur seperti lampu jalan. Semenetara fasilitas charging station alias stasiun pengisian kendaraan listrik masih bersumber pada pembangkit listrik yang memanfaatkan batu bara. Jadi, secara keseluruhan saat ini penerapan mobilitas bertenaga listrik belum sepenuhnya ramah lingkungan.

Fitur opsional untuk Ioniq 5 ini memang bukan akan menjadi saluran utama pengisian ulang baterai saat pemakaiannya. Karena menurut klaim Hyundai, panel surya tidak akan bisa diandalkan sepenuhnya untuk mengaliri energi ke baterai 58 kWh atau 72,6 kWh pada Ioniq 5. Fungsinya saat ini hanya sekadar menjadi sumber pengisian daya tambahan yang akan memberi daya tempuh ekstra.

Sebagai contoh, Hyundai menjelaskan bahwa fitur panel surya ini akan bisa memberikan tambahan jarak tempuh sampai setidaknya 2.000 kilometer untuk jangka waktu satu tahun. Hitungan kasarnya, dalam sehari pengemudi akan diberikan ekstra 5-6 kilometer dari kapasitas baterai. Skenario dan hitungan ini berdasar pada pemakaian di lingkungan yang cerah di Spanyol atau Perancis.

Tidak hanya itu, Ioniq 5 bahkan punya kemampuan lebih untuk menolong sesama mobil listrik. Sistem pada Ioniq 5 dapat digunakan bukan hanya menggerakkan motor listriknya, tetapi juga untuk meyalurkan energi ke kendaraan listrik lain. Artinya, Ioniq 5 akan bisa menjadi ‘donor’ energi baterai, untuk mengisi listrik ke kendaraan lain. Dengan catatan, pengisian bisa dilakukan sampai batas minimal kapasitas baterai Ioniq menyentuh 15%, sebelum secara otomatis menghentikan pengisian. Ini agar pengemudi masih bisa memanfaatkan sisa energi baterainya untuk setidaknya berpindah tempat ke stasiun pengisian.

Hyundai Ioniq 5

Tidak besar memang, karena kecepatan pengisiannya hanya 3,6 kW, artinya waktu pengisian akan sangat lama. Tapi setidaknya kelebihan ini akan cukup membantu saat pengendara mobil listrik lain membutuhkan tambahan energi darurat untuk mencapai stasiun pengisian terdekat. Tidak terbatas pada mobil saja, kendaraan lain yang juga bisa diisi ulang oleh Ioniq5 seperti sepeda motor, sepeda listrik, bahkan peralatan elektronik seperti laptop.

Spesifikasi Ioniq 5 memiliki opsi baterai berkapasitas 58 kWh yang bisa menjangkau jarak 200 kilometer, dan bateari 72,6 kWh dengan daya tempuh sampai 500 kilometer lebih. Kemampuan superfast charging juga bisa diakomodasi oleh baterai 800 volt mobil ini. Untuk pengisian ulang dari 10% ke 80% bisa dilakukan dalam 1 jam. Sementara pengisian cepat selama 5 menit bisa menyediakan jarak tempuh 100 kilometer.

Patut diacungi jempol inovasi dari Hyundai satu ini. Siapa tahu jika trennya berkembang ke arah yang positif, teknologi ini akan ikut berkembang juga dan dipakai oleh lebih banyak produk dan produsen kendaraan listrik. Efeknya tentu teknologi panel surya yang selama ini dianggap mahal akan semaki terjangkau juga harganya mengikuti permintaan pasar yang meningkat. Menurut say aini bisa jadi solusi yang ideal untuk pasar mobil listrik di Indonesia. WAHYU HARIANTONO / RS

Sumber: Techradar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda